Kopi Toraja

Kopi dan Alam Menyatu dalam Mark Trees

Kopi dan Alam Menyatu dalam Mark Trees
5 (100%) 1 vote

Setahun belakangan, anak muda dan penikmat kopi di Makassar dimanjakan dengan hadirnya banyak tempat hangout berupa eatery dan coffee shop. Hampir di setiap sudut kota eatery dan, utamanya, coffeeshop bermunculan. Salah satunya adalah Mark Trees.  Kafe yang menyajikan konsep out door dan kesejukan alam.

Bagi yang menyukai ketenangan dan nuansa alam, Mark Trees bisa menjadi pilihan tepat. Bangku – bangku taman dan sofa berpadu dengan 3 (tiga) pohon yang dibiarkan tumbuh di tengah.  Nuansa taman yang sejuk akan menemani pengunjung yang menikmati sajian aneka menu kopi dan tapi juga beragam snack atau kudapan.

Kafe yang baru beroperasi akhir Mei 2015 ini memanfaatkan luas halaman dengan mempertahankan pepohonan yang ada untuk memberikan nuansa natural. “Sengaja pohon – pohon itu kami pertahankan untuk memberikan suasana alam. Di Makassar mungkin belum ada kafe dengan pepohonan berada tepat di dalam kafe” ungkap Rocky Madjid pemilik kafe yang terletak di Jl. Batu Putih ini. Lokasinya yang agak jauh dari jalan besar, meski berada di pusat kota, membuat kafe ini bersih dari polusi udara dan kebisingan. Memberikan ketenangan dan kesejukan alami.

Kopi Toraja

Black Coffee – Mark Trees

Kopi yang disajikan ke pengunjung berasal dari petani Toraja dan Bantaeng. “Saya membeli langsung kopi dari petani di Banyorang, Bantaeng. Proses roast kopi Banyorang ini masih dengan cara tradisional, pembakaran dengan kayu dan digoreng di atas wajan khusus dan kopinya dicampur pasir.” Ungkap Rocky yang dulu pernah memiliki pabrik kopi dan mengemasnya dengan nama ‘Kopi Aroma’.

Kopi Aroma ini pernah populer di tahun 90an hingga sempat disajikan dalam penerbangan sebuah maskapai. Sayang, krisis moneter yang melanda Indonesia di akhir tahun 90an membuat pabrik kopi milik Rocky Madjid harus gulung tikar.

Menu kopi andalan kafe ini adalah kopi dengan seduhan shypon atau vacuum coffee maker. Seduhan kopi ala brewing klasik ini belum banyak disajikan coffee shop lain. Shypon terdiri terdiri dari empat bagian utama yaitu dua tabung atas dan bawah, pipa yang mengalirkan air dari tabung bagian bawah ke atas, filter untuk menyaring ampas kopi, dan terakhir adalah pemanas. Cara kerja Syphon ini menggunakan teknik suction yang dihasilkan oleh uap panas . Tekanan uap panas mengakibatkan aliran air naik ke atas melewati filter dan membasahi kopi dalam proses brewing. Air kopi akan tersaring, –filter berada tepat di bagian tengah akan berfungsi sebagai penyaring ampas kopi,- dan turun ke bawah ketika pemanas dimatikan.

Kopi Toraja

kiri atas: Kopi Syphon, kiri bawah: Waffle Nutella Cheese, kanan atas: Cronut Vanilla Cheese, kanan bawah: Green Tea dan Cronut

Selain kopi, Mark Trees juga menawarkan menu andalan berupa adalah Green Tea dan Croissant – doughnut, biasa disingkat cronut, ada juga Snack Sampler (dengan isi kentang goring, bakso ikan, nugget dan sosis), Waffle Nutella Cheese, Chicken Wings, French Fries, Pizza dengan berbagai varian, dan menu lainnya. Untuk Cronut yang menjadi menu andalan, disajikan dengan berbagai pilihan topping Vanilla, Green Tea, Chocolate, Vanilla Cheese, Vanilla Oreo dan Ovomaltine.

Kafe yang bisa menampung 50an orang ini dipersiapkan selama 8 (delapan) bulan. Meja dan kursi kayu dibuat di tempat. Proses terlama adalah bagian atap karena harus menyesuaikan dengan pepohonan yang ada. “Atapnya saya pesan langsung dari Surabaya dan sengaja kami pasang saat musim hujan untuk melihat air bisa masuk atau tidak”

Selain suasana dan menu – menu di atas, untuk membuat pengunjung betah berlama – lama, Mark Trees juga menyedikan koneksi wifi internet dan aneka permainan; aneka kartu, balok Uno, mini billyard dan lain – lain,  yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. “Saya mau pengunjung merasa memiliki tempat ini. Tidur – tiduran kalau mau juga bisa. Ke depan, kami akan menyediakan shower dan handuk di kamar mandi agar pengunjung yang ingin mandi tak perlu pulang ke rumah” tutup Rocky Madjid.

Rasa – rasanya, harapan pemilik coffee shop tidak berlebihan mengingat apa yang disajikannya. Nuansa ketenangan alam, kopi dan aneka menu, fasilitas serta pelayanan yang ramah bisa membuat  pengunjung betah berlama –lama untuk sekadar ngopi, berkumpul dengan teman atau berselancar di dunia maya.

(Visited 1,226 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Kopi dan Alam Menyatu dalam Mark Trees' have 1 comment

  1. July 15, 2015 @ 2:40 pm iPul Gassing

    yang saya ndak suka, suara musiknya terlalu keras…
    ndak selaras dengan suasana alaminya, jadi orang ngomong harus teriak2

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool