Klenteng Ma Tjo Po

Klenteng Ibu Agung Bahari – Ma Tjo Po

Klenteng Ibu Agung Bahari – Ma Tjo Po
5 (100%) 1 vote

Pada abad ke-empat belas dan lima belas, tepatnya pada masa Dinasti Tang dan Dinasti Ming orang-orang Tionghoa mulai memasuki pesisir selatan Makassar. Mereka melabuhkan kapal-kapal besar yang berisi senjata, kain dan pernak-pernik untuk melakukan perdagangan. Seiring dengan perkembangan dan aktivitas para pedagang dari negeri Cina tersebut, mereka pun memutuskan dan beberapa memilih untuk menetap dan membentuk suatu komunitas di Pesisir Pantai. Dari sinilah kemudian Perkampungan Cina terbentuk dan akhirnya membaur dengan penduduk setempat serta menambah keragaman budaya, suku dan etnis yang ada di Makassar.

menara school

menara school

Peradaban ini menyisakan berbagai budaya dan bangunan yang begitu megah dan kaya akan nilai sejarah. Beberapa bangunan tua peninggalan budaya Cina yang masih terawat dan terpakai sebagai sarana umum pun terus terlestarikan. Sebut saja sebuah bangunan tua yang terletak di jalan Sumba, bangunan ini termasuk cagar budaya dan dilindungi oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1992 dan sampai saat ini masih berfungsi sebagai sekolah atau klenteng-klenteng yang tetap terpelihara dan juga masih tetap digunakan sebagai bagian budaya dari kepercayaan tradisional masyarakat keturunan Tionghoa yang masih beragama konghucu atau animisme atau kepercayaan.

Salah satunya adalah Klenteng Ibu Agung Bahari atau Ma Tjo Po yang dibangun pada tahun 1738 oleh Kapitan Lie Lu Chang. Bangunan dengan luas 140 meter persegi ini berdiri di atas tanah seluas 660 meter persegi dengan asitektur kebudayaan Cina yang begitu kental dan megah. Klenteng Ibu Agung Bahari terdiri atas 4 bagian: bagian depan berupa halaman (gapura utama), unit utama (pusat klenteng) yang terdiri dari; teras dan ruang tengah, sayap kiri yang merupakan beberapa ruangan yang saling terhubung serta bagian belakang yang merupakan tempat sembahyang.

Klenteng ini dibangun untuk memuja Dewi Ma Tjo Po yang dipercaya sebagai dewi pembawa berkah dan keselamatan di laut oleh masyarakat Tionghoa tradisional. Tak heran klenteng ini berdiri, sebab sebagian besar pedatang dari negeri Cina yang datang kemudian menetap dan membangun klenteng tersebut berprofesi sebagai pedagang yang tentu saja mengantunggan hidupnya pada kebaikan laut dalam menempuh perjalanan untuk melakukan perdagangan.

Klenteng Ma Tjo Po

Arsitektur pada bangunan ini begitu detil mengambarkan kemegahan budaya bangsa Cina, setiap kuil yang dibangun lahir berdasarkan mitologi, kepercayaan atau keagamaan yang dianut oleh masyarakat Cina. Walaupun telah mengalami pemugaran beberapa kali, yaitu pada tahun 1805, 1831 dan 1867, bangunan ini masih tetap mempertahankan keasliannya. Terlihat dari patung-patung naga yang menggambarkan keagungan, relif Men Shen –ornamen penjaga- sebagai simbol untuk menjaga klenteng dari pengaruh buruk, lukisan dan ukiran serta pahatan yang ada di setiap sudut klenteng.

Juga warna yang mempunyai makna tertentu, seperti; warna emas melambangkan keberuntungan dan keceriaan, warna merah melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna biru melambangkan ketentraman ataupun warna putih yang melambangkan kesedihan. Tak hanya itu, warna pada lilin pun memiliki makna tersendiri, misalnya; merah melambangkan cinta kasih, putih melambangkan kesucian, jingga melambangkan semangat, kuning melambangkan kebijaksanaan, biru yang melambangkan bakti, atau hitam – putih yang melambangkan Juventus… hallaah XD.

Sayangnya, saat ini sebagian bangunan dan arsitektur tidak lagi sesuai dengan aslinya. Bangunan ini sempat hacur dalam kerusuhan etnis Tionghoa dan pribumi beberapa tahun silam. Tertarik mengunjunginya? Atau penasaran mau photo selfie bareng Men Shen? Hihi.. Nah, Klenteng Ibu Agung Bahari atau Ma Tjo Po atau yang juga sebelumnya bernama Thian Hong Kiang atau Istana Ratu Laut ini terletak di jalan Sulawesi, dan tentu saja menanti kedatanganmu selalu.

Klenteng Ma Tjo Po

pembangunan pasca kerusuhan

Klenteng Ma Tjo Po

(Visited 372 times, 1 visits today)



'Klenteng Ibu Agung Bahari – Ma Tjo Po' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool