Kampung Penyu: Wisata Melepas Tukik

Kampung Penyu: Wisata Melepas Tukik
5 (100%) 1 vote

Kepulauan Selayar selama ini terkenal akan wisata bahari dan sejarahnya. Hamparan pantai pasir putih yang membentang di sepanjang pesisir pulau – pulau yang terletak di kaki Pulau Sulawesi ini menjanjikan berjuta pesona bagi siapapun.

Kabupaten yang memiliki 130 pulau ini juga memiliki satu destinasi wisata ekolologi yaitu Kampung Penyu. Kampung Penyu adalah kawasan konservasi dan penangkaran penyu yang terletak sekira 10 km dari Kota Benteng, ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tepatnya di Dusun Tulang, Desa Barugayya, Kecamatan Bontomanai, pesisir barat Selayar. Kawasan ini memiliki pesisir pantai sepanjang 700 meter.

Kawasan penangkaran dan konservasi penyu ini diinisiasi oleh Sileya Scuba Drivers (SSD), sebuah organisasi penyelam di Kepulauan Selayar, yang melihat keberadaan penyu makin terancam akibat maraknya perdagangan telur penyu. Padahal, penyu memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Penyu berperan mencegah meledaknya populasi alga atau fitoplankton. Jika jumlah penyu berkurang, pertumbuhan alga bisa meledak menjadi tak terkendali yang mengakibatkan kadar oksigen di perairan menipis yang bisa menyebabkan ribuan ikan mati.

Untuk mengantisipasi kepunahan penyu, pemerintah telah melindungi semua jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia dengan mengeluarkan oleh Undang-Undang Nomor lima Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu larangan menangkap penyu juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa dan Tumbuhan.

Inisiatif penangkaran ini juga datang Pak Datu, salah satu tokoh masyarakat Desa Barugayya yang dulunya berprofesi sebagai pencari dan pedagang telur penyu. “Perburuan telur penyu sudah dimulai sejak tahun 1997 dan tahun 2012 para pemburu telur penyu mulai sadar akan pentingnya penangkaran penyu” ungkap lelaki yang memiliki pengetahuan luas akan penyu ini.

Pak Datu dan Konservasi Penyu di Kampung Penyu

Pak Datu dan Konservasi Penyu di Kampung Penyu

Kesadaran akan pentingnya penangkaran penyu ini terhambat pada modal. Pak Datu kemudian mendirikan Kampung Penyu yang merupakan singkatan dari Perkumpulan Pemuda Pelindung Penyu. Sileya Scuba Divers berperan sebagai fasilitator dan juga membantu pengadaan dana dengan penggalangan donasi melalui media sosial dan aksi offline. “Kami berusaha mengajak orang untuk datang ke Kampung Penyu atau berdonasi dengan cara mengadopsi tukik” ungkap Asri, salah seorang anggota SSD.

Dana yang berhasil mereka kumpulkan kemudian mereka pakai sebagai dana untuk membeli telur – telur dari para pemburu. Pak Datu membeli telur – telur penyu itu dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. “Kami membeli dengan harga 1000 per butir, biasanya di pasar mereka menjual dengan harga 600 – 800 per butir. Ini kami lakukan untuk mencegah pemburu telur menjualnya ke tempat lain” kata Pak Datu yang dulu digelari sebagai ‘Predator’ karena keaktifannya dan kemampuannya dalam memburu penyu.

Jenis penyu yang ada di penangkaran Kampung Penyu ini adalah Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Abu – Abu, Penyu Sisik dan Penyu Tempayang. Penyu Tempayang ini merupakan penyu jenis langka. Musim puncak masa bertelur penyu ini adalah pada bulan April – Mei. Dalam sekali bertelur, jenis Penyu Lekang biasanya menghasilkan 100 – 120 telur dalam satu lubang, Penyu Hijau menghasilkan 140 sampai 180 telur dalam satu lubang.
Dalam satu musim bertelur, penyu – penyu di Kampung Penyu ini bisa menghasilkan sampai 3000 an telur. Sayangnya, dari sekian banyak telur itu biasanya yang berhasil menetas menjadi tukik (anak penyu) hanya 1 – 2 telur. Itulah sebab kenapa penyu ini terancam kepunahan, penyebab lain ancaman kepunahan ini adalah perdagangan telur dan makin berkurangnya habitat bagi penyu.

Wisata Melepas Tukik - Kampung Penyu

Wisata Melepas Tukik – Kampung Penyu

Saat terbaik untuk berkunjung ke Kampung Penyu ini adalah pada puncak musim penyu bertelur yaitu pada bulan April – Mei. Datanglah pada sore hari sehingga bisa menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam di pantai. Bagi yang ingin berenang, bisa menyewa ban pelampung yang disediakan oleh pengelola. Pengunjung juga bisa menyewa bale – bale untuk beristirahat menikmati sunset atau sambil menikmati kelapa muda yang dijual hanya Rp. 5000/butir.

Pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam penangkaran penyu dengan cara ikut mengadopsi dan merilis tukik ke laut. Bagi wisatawan lokal dikenakan biaya Rp. 20.000, dan Rp. 50.000, bagi wisatawan mancanegara. Semua dana yang masuk ini akan digunakan bagi kelangsungan penangkaran dan konservasi penyu di Kampung Penyu.

Jika ingin berdonasi pada pelestarian penyu di Kep. Selayar; via Bank BRI

Norek. 4892-01-005677-53-8 An. KERUKUNAN PEMUDA PELINDUNG PENYU

(Visited 448 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Kampung Penyu: Wisata Melepas Tukik' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool