Menyusuri Jejak Sejarah di Pesisir Kota Makassar

Vote Us

Makassar adalah salah satu kota tersibuk di Indonesia bagian Timur. Tahun 2013 kota ini bahkan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yang mencapai 9%, melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional kala itu.

Mau tahu wisata apa saja yang ada di Makassar? Cek di sini yuk!

Mengunjungi Makassar berarti siap dengan beragam riuh rendah kehidupan kota yang perlahan menjadi kota yang sangat modern. Meski begitu Makassar tetap menyimpan jejak peradaban lampau menjadi bukti cerita sejarah para pendahulu. Jejak sejarah itu bisa ditemukan di pesisir Makassar. Kita lihat yuk!

1. Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam dan Patung Sultan Hasanuddin

Salah satu peninggalan sejarah yang juga jadi ikon kota Makassar adalah benteng Fort Rotterdam yang terletak di Jl. Ujung Pandang, tidak jauh dari tepi pantai. Benteng ini berdiri megah menghadap ke barat, ke lautan luas yang sekarang mulai tertutup banyak warung makan non permanen. Benteng ini berada tepat di pesisir Makassar.

Benteng ini bernama asli benteng Jumpandang atau benteng Ujung Pandang. Dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-IX Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Benteng ini termasuk satu dari 11 benteng yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo.

Setelah kerajaan Gowa-Tallo bertekuk lutut kepada VOC lewat perjanjian Bongayya 18 November 1667 benteng Jumpandang diambil oleh VOC dan diganti namanya menjadi Fort Rotterdam, merujuk pada kota kelahiran Cornelis Speelman sang gubernur jenderal VOC waktu itu.

Benteng aslinya diratakan dengan tanah lalu VOC membangun kembali benteng seperti yang kita lihat sekarang. Benteng ini juga kerap dinamai Benteng Pannyua (benteng penyu) karena bila dilihat dari udara bentuknya memang menyerupai penyu yang merayap menuju lautan.

Sejak diambil alih oleh VOC, Fort Rotterdam dijadikan pusat pemerintah VOC dan perlahan-lahan menjadi pusat perkembangan kota Makassar. Dari Fort Rotterdam, VOC memperlebar kekuasaannya ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya, memperluas kawasan pemukiman, pusat bisnis sampai alun-alun yang sekarang dikenal sebagai Karebosi. Perlahan pembangunan mulai menjauhi pesisir Makassar.

Sekarang Fort Rotterdam digunakan sebagai salah satu tempat yang paling menarik untuk berkumpul, utamanya di sore hari. Menjelang matahari terbenam warga Makassar berdatangan ke benteng ini, duduk di salah satu sisinya dan menghadap ke lautan menantikan matahari yang siap untuk pulang.

Buat para wisatawan, benteng ini juga menawarkan museum yang menyimpan banyak jejak sejarah dan pengetahuan tentang Sulawesi Selatan. Tarif yang dikenakan juga tidak mahal, hanya dengan Rp. 5.000,- kita bisa menikmati semuanya.

2. Pantai Losari

pesisir makassar

Foto Udara di Anjungan Pantai Losari

Apa salah satu ikon kota Makassar yang paling terkenal? Apalagi kalau bukan Pantai Losari. Terletak di sebelah barat kota Makassar, Pantai Losari jadi salah satu tempat yang paling diingat para wisatawan yang datang ke kota Makassar.

Tidak salah karena di Pantai Losari para wisatawan dapat menikmati beragam sajian kuliner khas kota Makassar seperti pisang epe sambil menanti sunset yang kata orang sangat menawan bila dilihat dari pantai di pesisir Makassar ini.

Pantai Losari memang terus dibenahi, di tahun 1960an tempat ini tidak ada apa-apanya dan hanya berfungsi sebagai tempat berlabuhnya nelayan dengan ikan-ikan tangkapan mereka. Pemerintah kota baru sadar potensinya ketika banyak pendatang yang mengakui keindahan matahari terbenam bila disaksikan dari tepi Pantai Losari.

Perlahan-lahan Pantai Losari mulai dibenahi dan menjadi tempat berkumpulnya warga kota di waktu luang mereka. Sejak tahun 1970an sampai 1990an sepanjang pantai ini dibangun tanggul memanjang sekira 2 km yang diisi para pedagang makanan dan minuman. Kala itu Pantai Losari digelari sebagai restoran terpanjang.

Sejak awal tahun 2000 Pantai Losari berubah total. Di atas pantai dibangun 3 anjungan dengan dana yang besar. Anjungan itu dikenal sebagai anjungan Bugis, Makassar dan Toraja mewakili 3 etnis besar di Sulawesi Selatan. Sejak saat itu Pantai Losari menjadi semakin ramai sebagai tempat berkumpul dan meluangkan waktu bersama teman-teman dan orang kesayangan.

3. Kayu Bangkoa

pesisir makassar

Dermaga Kayu Bangkoa

Tidak jauh dari pantai Losari dan Fort Rotterdam ada satu dermaga rakyat yang mungkin kurang terkenal. Dermaga itu bernama Kayu Bangkoa atau yang dalam bahasa Makassar berarti kayu bakau. Dermaga ini penting karena menjadi pintu gerbang menuju pulau-pulau di kawasan Spermonde atau kawasan yang berada di luar pesisir Makassar dan sekitarnya.

Dari Kayu Bangkoa kapal-kapal kecil dan sedang berlabuh membawa penumpang dari dan ke pulau-pulau seperti Lae-Lae, Samalona, Barrang Lompo, Barrang Caddi, Kodingareng sampai pulau Badi dan Cangke di Kabupaten Pangkep.

Untuk para pehobi fotografi khususnya fotografi dengan genre human interest, dermaga Kayu Bangkoa bisa jadi pilihan untuk merekam kehidupan warga pulau atau para wisatawan khususnya di hari Minggu pagi. Dermaga ini akan sangat ramai oleh mereka yang beraktifitas, baik yang baru turun dari kapal atau mereka yang hendak menyeberang.

4. Jalan Somba Opu

Mengunjungi suatu daerah tentu tidak lengkap tanpa membawa pulang buah tangan atau oleh-oleh. Khusus untuk kota Makassar, oleh-oleh terlengkap bisa ditemui di sepanang Jalan Somba Opu. Jalan ini membujur dari Utara ke Selatan tepat di seberang Pantai Losari.

Di sepanjang Jl. Somba Opu berderet puluhan toko yang menjajakan beragam oleh-oleh khas kota Makassar mulai dari makanan kering, kopi, kerajinan tangan, sarung sutera sampai minyak gosok dan minyak kayu putih.

Anda tinggal memilih, oleh-oleh apa yang akan dibawa pulang sebagai pelengkap perjalanan Anda ke kota Makassar. Jl. Somba Opu ibarat one stop shopping untuk kebutuhan oleh-oleh Anda di kota Makassar. Lokasinya juga tidak jauh dari pesisir Makassar.

(Visited 72 times, 1 visits today)


About

Reinventing Teamwork


'Menyusuri Jejak Sejarah di Pesisir Kota Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool