Kawasan Adat Tana Toa

Hidup Sederhana di Kawasan Adat Tana Toa

Vote Us

Tana Toa merupakan kawasan adat yang di huni oleh penduduk bernama suku kajang, terletak di desa tana toa, kecamatan kajang, kabuten bulukumba Sulawesi Selatan. untuk mencapai tempat ini biasanya ditempuh dalam waktu rata-rata lima sampai enam jam dari kota Makassar. Sebagai pengunjung tidak lah mudah masuk begitu saja di tempat ini, sebelumnya para tamu harus melapor dulu di kepala desa setempat, karena kepala desa untuk wilayah tana toa dalam sistem pemerintahan suku kajang adalah salah satu pengurus adat (galla’ Lombo’).

Kawasan Adat Tana Toa

Kawasan Adat Tana Toa

Di rumah kepala desa biasanya selalu ada orang yang bersedia mengantar anda masuk di kawasan adat, namun sebelumnya pengunjung harus mengganti pakaian mereka dulu menggunakan baju hitam, para tamu diwajibkan menggunakan pakaian hitam ketika memasuki wilayah ini, alasannya karena penduduk di kawasan adat semuanya menggunakan pakaian hitam dan merupakan salah satu bentuk penghormatan anda sebagai seorang tamu kepada masyarakat, jadi kalau anda tidak mau repot sebaiknya anda menggunakan baju hitam sejak berangkat dari Makassar. Sebagai masyarakat adat, orang kajang dalam kesehariannya hidup secara sederhana, mereka menganut keharmonisan kamase-mase (kesederhanaan), hal-hal yang berbau modernitas tidak diperbolehkan masuk kedalam kawasan seperti mesin, listrik dan lain-lain, oleh karenanya dari pintu gerbang kawasan adat pengunjung harus berjalan kaki, jalur perjalanan bemacam-macam, ada yang rata, mendaki sedikit atau pendakian terjal, begitu pula sebaliknya. Di dalam kawasan, pengunjung dapat menikmati suasana sejuk udara dari hutan adat (hutan yang dilarang disentuh kecuali untuk kepentingan adat), pengunjung juga dapat menyaksikan langsung ibu-ibu yang menenun, para pengembala, atau aktifitas keseharian masyarakat kajang lainnya, selain berkeliling pengunjung yang beruntung bisa bertemu dengan ketua adat yang disebut Amma Toa (bapak yang dituakan) di rumah tamu atau di rumah Amma Toa sendiri.

Kawasan Adat Tana Toa

WISATA MURAH KE MAKASSAR

Sarung hitam yang dipakai oleh masyarakat kajang adalah sarung adat yang dibuat sendiri oleh kaum perempuan, bahan-bahan yang digunakan untuk mewarnai benangnya semua dari alam, itulah sebabnya harga sarung kajang tergolong tinggi, setiap sarung biasanya dihargai 500 sampai 700 ribu rupiah, tergantung dari kehalusan tenunannya. Warna hitam pada sarung kajang pun sedikit unik karena dibuat mengkilat oleh pengrajinnya, penenun kain kajang memiliki cara tersendiri dalam hal ini. Selain kain hitam hal menarik lainnya di tempat ini adalah bangunan rumah-rumah penduduk, setiap rumah memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama, dari model dinding, pintu, jendela hingga jumlah tiang yang digunakan, satu rumah selalu berjumlah 16 tiang dengan model tiang yang tidak lurus, namun begitu kokoh menyangga bangunan. Masyarakat kajang pada umumnya mengggunakan bahasa konjo, salah satu tujuan pengunjung harus diantar masuk supaya lebih mudah menjalin komunikasi jika ingin berbincang-bincang dengan masyarakat, tidak perlu merasa khawatir, masyarakat didalam kawasan adat sangat lah ramah, setiap orang yang dikenali pasti disapa, alangkah baiknya sebelum masuk kawasan, terlebih dahulu anda belajar menggunakan bahasa sapaan di rumah kepala desa, seperti tabe’, maeki’, dan sebagainya, masih banyak hal lain yang bisa anda nikmati di kajang, seperti menikmati tarian adat, basing, atau mendengarkan pasang dari Amma Toa. anda penasaran? Silahkan berkunjung ke kajang

(Visited 334 times, 1 visits today)


About

Saya menyukai matahari dan perjalanan-perjalanan bersamanya


'Hidup Sederhana di Kawasan Adat Tana Toa' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool