Hal-Hal Yang Sulit Ditemukan Di Makassar

Vote Us

TIAP KOTA PUNYA KARAKTERNYA masing-masing. Semua dipengaruhi oleh budaya asli mayoritas penghuni kota tersebut. Atau setidaknya dipengaruhi oleh karakter mayoritas orang-orang yang menghuninya.

Jakarta misalnya. Kita bisa merasakan bagaimana cepatnya pergerakan di kota itu. Jakarta adalah kota tersibuk di Indonesia. Jutaan orang dari berbagai latar suku, ras dan budaya berkumpul di sana, mencari hidup dan mengejar kesempatan. Persaingan yang ketat membuat Jakarta juga bergerak cepat. Kita tidak bisa menikmati hidup yang tenang dan mengalir pelan di sana. Kecuali ketika macet ya, tapi itu bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Iya kan?

Hal yang berbeda kita temukan di Yogyakarta. Kota ini (bersama Solo) sering disebut sebagai heart of Java, jantungnya Jawa. Di kota ini budaya Jawa terasa kental, termasuk budaya pelan dan sangat sopan. Semua berjalan dengan sangat pelan, sangat berbeda dengan Jakarta.

Nah bagaimana dengan Makassar?

Sebagai kota terbesar di bagian timur Indonesia, kota ini memang memenuhi syarat sebagai kota yang siap untuk berkembang pesat. Orang-orang  Bugis-Makassar memang aslinya adalah orang-orang yang sangat dinamis dan mudah menerima perubahan. Mereka juga punya karakter khas yang senang mengikuti tren. Tidak heran kalau karakter ini juga memengaruhi karakter kotanya yang berkembang sangat pesat dalam lima tahun terakhir.

Namun di balik perkembangan pesat ini selalu saja ada sesuatu yang seperti tertinggal atau sulit ditemukan. Mungkin karena memang karakter khasnya yang tidak mengakomodir sesuatu itu, atau karena sesuatu itu belum dianggap sebagai sebuah kebutuhan.

Mau tahu apa saja yang sulit ditemukan di Makassar? Ini dia ceritanya;

Gadis-gadis Bugis Makassar

Gadis-gadis Bugis Makassar

Anda Akan Sulit Menemukan ‘Aku’ di Makassar

Yap benar sekali. Anda akan kesulitan menemukan ‘Aku’ di kota ini atau di kota-kota lain di Sulawesi Selatan. Anda hanya akan menemukan ‘Saya’ dalam setiap percakapan dengan orang-orang di Sulawesi Selatan.

Kami orang Suawesi Selatan memang tidak menggunakan frasa ‘Aku’ untuk menunjuk orang pertama. Kami menggunakan ‘Saya’ sebagai penggantinya. Frasa ‘Aku’ bagi orang Sulawesi Selatan terdengar begitu sok dan sombong. Setidaknya orang lokal yang menggunakan kata ‘Aku’ akan mendapatkan pandangan yang aneh dari sesamanya.

Kadang malah tersembul kalimat; mdedeh, na-Aku makie.

Semacam kalimat yang mengejek pengguna kata ‘Aku’. Jadi, perhatikanlah, kalau ke Makassar atau ke Sulawesi Selatan, Anda pasti akan sulit menemukan ‘Aku’

Anda Akan Sulit Menemukan Penyewaan Motor

Iya ini juga. Beberapa kali ada teman yang ke Makassar dan menyakan soal ini. “Daeng, di Makassar ada penyewaan motor tidak?” dan selalu jawaban saya adalah, “Wah kayaknya tidak ada deh.”

Mungkin karena belum dianggap sebagai sebuah kebutuhan mendasar, maka di sini masih sulit menemukan penyewaan motor. Tidak seperti di Yogyakarta atau Bali misalnya, di dua daerah itu penyewaan motor bisa dengan mudah ditemukan. Tapi di Makassar tidak.

Mungkin ini karena wisatawan yang ke Makassar masih kurang sehingga penyewaan motor belum menjamur. Atau mungkin karena sebagian besar wisatawan yang ke Makassar masih dianggap mampu menyewa mobil. Memang ada beberapa orang yang menyewakan motornya, tapi itu bukan penyewaan khusus seperti di dua kota yang saya sebut di atas. Lebih kepada pribadi-pribadi yang ingin menyewakan motor mereka saja.

Sunset di Pantai Losari

Sunset di Pantai Losari

Sulit Menemukan Makanan Vegetarian

Anda vegetarian? Wah gawat ini! Kalau Anda vegan dan datang ke Makassar berarti mungkin saja Anda datang ke kota yang salah. Kami ini pemakan segala daging dan ikan. Makanan khas kami kalau bukan ikan ya daging-dagingan atau isi perut hewan. Jadi tentu saja sangat tidak bersahabat buat kaum vegetarian.

Jadi buat kaum vegan yang datang ke Makassar, paling tidak Anda hanya bisa menikmati makanan seperti gado-gado atau nasi goreng tanpa daging. Itu bukan makanan asli sini, kecuali nasi goreng merah yang bedanya hanya ada di sambal dan pemerah nasinya. Atau mau makan makanan vegan yang sehat? Anda mungkin bisa mencoba ke Macora Kitchen.

Salah satu kekayaan Tana Toraja

Salah satu kekayaan Tana Toraja

Sulit Menemukan Peta Wisata

Waktu ke Yogyakarta saya menemukan sebuah peta daerah wisata Daerah Istimewa Yoyakarta di sebuah toko ole-ole. Saya pikir lumayan juga, peta itu bisa membantu wisatawan untuk tahu lokasi-lokasi yang wajib dikunjungi di DIY.

Nah bagaimana dengan Makassar?

Well, sampai hari ini saya belum menemukan peta serupa. Jadi ya agak sulit buat para wisatawan untuk tahu tempat mana saja yang bisa mereka datangi selama di Makassar.

Belum Lengkapnya Informasi Wisata Resmi

Ada beberapa website resmi dinas pariwisata di Sulawesi Selatan. Dinas pariwisata provinsi, Kabupaten Tana Toraja, Barru dan kota Makassar tentu saja. Tapi sayangnya, beberapa dari dinas pariwisata itu tidak aktif memberikan informasi tempat wisata. Ada beberapa infomasi yang kadaluarsa atau tidak dimutakhirkan. Ada juga website yang tidak interaktif sehingga kita sulit untuk bertanya-tanya.

Ini memang masih jadi kekurangan dinas pariwisata di provinsi Sulawesi Selatan. Tapi jangan kuatir, kekurangan ini bisa ditutupi oleh banyaknya akun-akun media sosial yang bisa memenuhi rasa ingin tahu wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan. Selain itu, teman-teman juga bisa mencari tahu dari beberapa website yang dibuat oleh individu atau kelompok-kelompok.

Salah satunya ya website HelloMakassar ini. Di sini ada banyak informasi tempat wisata yang bisa menjadi referensi buat para wisatawan. Selain itu, di sini juga ada banyak informasi budaya, sejarah atau kearifan lokal yang tentu saja menambah khazanah dan pengetahuan kita.

Jadi, itulah beberapa hal yang sulit ditemukan di Makassar. Beberapa yang merupakan kekurangan tentunya coba untuk terus diperbaiki. Tapi kekurangan-kekurangan di atas tentu saja tidak membuat Anda untuk mengurungkan niat ke Makassar kan? Ayolah, kami tunggu di Makassar!

(Visited 216 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Hal-Hal Yang Sulit Ditemukan Di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool