Kawasan Kuliner Makassar Makam Datu Museng

Datu Museng, Romeo yang Terkubur di Kawasan Kuliner Makassar

Datu Museng, Romeo yang Terkubur di Kawasan Kuliner Makassar
5 (100%) 1 vote
Makam Datu Museng

Makam Datu Museng

Romeo dan Juliet merupakan roman tragik Italia pada zaman kuno. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Tak jauh beda dengan kisah cinta Datu Museng dan Maipa Deapati dari Tanah Galesong, Makassar.

Ade Arangan dari Kesultanan Sumbawa yang datang memperkuat Angkatan Laut kerajaan Gowa di Galesong, menikahi gadis bangsawan Galesong hingga melahirkan beberapa orang anak, diantaranya Karaeng Gassing yang merupakan ayah I Baso Mallarangang, atau lebih dikenal dengan nama Datu Museng. Datu Museng telah menjadi yatim piatu pada usia 3 tahun. Kedua orang tuanya dibunuh oleh pasukan Belanda.

Ade Arangan membawa Datu Museng ke Sumbawa untuk dilindungi dan dipelihara. Mereka disambut dengan baik oleh kesultanan Sumbawa. Di masa kanak-kanak, Datu Museng menimba ilmu dan memperdalam ilmu agama di surau yang diasuh Kadi Mampawa. Disanalah Datu Museng bertemu dengan Maipa Deapati, putri Sultan Sumbawa.

Kisah cinta mereka berawal dari surau tempat mereka menimba ilmu. Setelah dewasa, Datu Museng makin terpikat oleh kecantikan Maipa Deapati. Suatu hari, Maipa memainkan sebuah cincin permata di jarinya hingga terjatuh di kolom rumah. Datu Museng yang menyaksikannya dengan sigap mengambil cincin permata Maipa. Sebelum memberikannya, Datu Museng berkata kepada Maipa,” Cincinmu telah kucincin, aku tak kan memberikan bila tidak memperistrikanmu.” Maipa pun mulai merajut.

Namun kisah cinta dua sejoli itu tak berjalan mulus, Maipa telah dijodohkan sejak kecil oleh pria bangsawan Lombok bernama Mangalasa. Melihat Maipa tidak cinta padanya, Mangalasa menjadi sangat marah. Agar tidak terjadi pertikaian, Ade Arangan meminta agar Datu Museng merantau ke negeri Arab untuk menuntut Ilmu Sufi dan ke Madina untuk mencari ilmu Bunga Ejana Madina. Sementara itu, Maipa mengurung diri dan jatuh sakit.

Setelah ilmunya cukup, Datu Museng kembali ke Sumbawa. Di kesultanan Sumbawa sedang diadakan hajatan untuk menghibur Maipa Deapati. Di situlah Datu Museng melihat wajah Maipa Deapati setelah bertahun-tahun terpisah. Maipa menampakkan wajahnya ketika Datu Museng memainkan bola raga melawan Mangalasa. Datu Museng sangat lihai memainkan bola raga, hingga tertendang tinggi ke langit lalu bergelinding masuk ke jendela kamar Maipa. Maipa sangat gembira walaupun sakitnya belum sembuh.

Datu Museng adalah satu-satunya obat untuk sakitnya Maipa Deapati. Sultan menyerah, dipanggillah Datu Museng ke istana untuk dipertemukan kepada Maipa. Maipa yang menyebut nama Datu langsung berkata,” Aku Datu Museng, sudah ada di dekatmu”. Setelah diobati, mata Maipa perlahan-pahan terbuka, akhirnya ia melihat wajah Datu Museng.

Singkat cerita, Datu Museng dan Maipa Deapati berlayar ke Mangkasara dan mendarat di Pantai Losari. Kedatangan Datu dan istrinya dimata-matai oleh tentara Belanda hingga mereka ketahuan. Sementara Tumalompoa (Belanda) yang ingin melenyapkan Datu Museng dan merebut istrinya Maipa. Ia kemudian memperalat Daeng Jarre dan Datu Jereweh untuk memata-matainya.

Tumalompoa kemudian merekrut para tubarani, diantaranya Karaeng Galesong untuk menumpas pemberontakan Datu Museng, namun selalu kalah. Terakhir Tumalompoa mendatangkan pasukan secara besar-besaran. Dalam kondisi ini, Datu Museng menghampiri istrinya dan menanyakan, apa permintaan terakhirnya, sebab musuh sudah mengepung mereka dan sebentar lagi mereka akan mati terbunuh.

Maipa kemudian menjawab,”Saya lebih suka mati di tangan suamiku daripada kulit saya disentuh oleh Tumalompoa, apa lagi dijadikan aku sebagai istrinya”. “Lalu apa maumu?” tanya Datu. “Aku lebih suka mati ditanganmu Datu dengan kerismu daripada aku jatuh dipelukan Tumalompoa”, pinta Maipa.

Ketika musuh sudah mendekat, Maipa kemudian minta agar Datu segera melaksanakan permintaannya dengan mengelus keris di lehernya. Sebelum permintaan itu dikabulkan, Datu Museng berpesan. “Kalau adinda sudah jalan duluan menghadap Ilahi, kalau saya tak menyusul di waktu duhur, tunggu di waktu ashar, tapi kalau tak ada di waktu ashar, pasti saya datang menemuimu di waktu magrib”. Setelah itu Datu kemudian melaksanakan permintaan Maipa hingga menemui ajalnya. Setelah itu, mayat Maipa didudukkan di ruang tengah.

Ketika pasukan Belanda mendekati rumah Datu Museng, banyak pasukan Datu Museng mati tertembak. Disaat memasuki waktu Duhur, Datu Museng masih melawan, demikian juga di waktu asar, tetapi ketika memasuki waktu Magrib, walau Datu Museng masih bisa melawan, tetapi janjinya pada Maipa Deapati sudah sampai dan dia segera menyusul. Apa lagi dia sudah melihat bayangan Maipa melambai-lambai di ufuk barat, maka ia memasrahkan dirinya pada Karaeng Galesong untuk dibunuh.

Makam Datu Museng

Makam Datu Museng di antara kedai-kedai

TIKET MURAH KE MAKASSAR

Begitulah kisah Romeo dan Juliet versi Makassar. Tak banyak yang mengetahui kisah ini bersamaan dengan terpencilnya kuburan Datu Museng, legenda asmara yang prosa sinriliknya dikisahkan turun temurun oleh pendahulu kita.

Untuk menjangkau makam ini sangatlah mudah, Jalan Datu Museng berhadapan langsung dengan anjungan Pantai Losari. Di jalan ini pula terdapat beragam pilihan rumah makan dan hotel.

Kawasan Kuliner Makassar

Deretan rumah makan di Kawasan Kuliner Makassar

Kawasan Kuliner Makassar

Salah satu rumah makan seafood di Kawasan Kuliner Makassar

Kawasan Kuliner Makassar

Mie Titi, mie kering khas Makassar

Kawasan Kuliner Makassar

Salah satu hotel yang dekat dengan Kawasan Kuliner Makassar

Jadi, kalau kamu berwisata kuliner di Makassar, berkunjunglah ke Makam Datu Museng. Rasakan kekuatan cintanya walau makamnya tak seluas cintanya pada Maipa Deapati!

(Visited 1,685 times, 3 visits today)


About

Social Media Junkie | Urban Farmer | Moody Chef | Moody Blogger | Admitted as a Backpacker


'Datu Museng, Romeo yang Terkubur di Kawasan Kuliner Makassar' have 4 comments

  1. May 6, 2015 @ 3:41 pm Lelakibugis

    Suka!

    Reply

  2. May 7, 2015 @ 3:48 am nanie

    saya juga, suka!

    Reply

  3. May 22, 2015 @ 12:55 pm kaie.org

    Why people still make use of to read news papers when in this technological globe all is available on net?

    Reply

  4. May 24, 2015 @ 8:57 pm iPul Gassing

    Wah…ternyata!
    Vby jago juga menulis cerita cinta #eh

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool