kampung berua rammang-ramang maros

Daeng Beta dan Megahnya Karst Rammang-Rammang Maros

Daeng Beta dan Megahnya Karst Rammang-Rammang Maros
5 (100%) 1 vote

Rammang-rammang (yang dalam arti bahasa Indonesia yakni awang-awang) adalah salah satu destinasi primadona baru bagi wisata di Sulawesi Selatan yang menawarkan keindahan dinding-dinding Karst yang sangat Indah, jarak tempuh Rammang-Rammang sekitar kurang lebih 40 kilometer dari pusat kota Makassar.

daeng beta dan perahu moptor piposnya

Daeng Beta dan Perahunya

Pengemudi dari perahu motor (jolloro) terlihat menghindari batu-batu tajam yang berserakan di sungai dengan sangat hati-hati, sesekali pria berkulit gelap yang berumur 60an tahun tersebut menunjukkan lokasi-lokasi pemandangan dinding-dinding karst yang indah dari jalan sungai yang kami lalui. Pria dengan perawakan sedikit gemuk yang mengenakan topi tersebut bernama Daeng Beta. Daeng Beta adalah salah satu pengemudi ojek perahu di kawasan wisata Rammang-Rammang, beliau menetap di kampung berua dan tinggal bersama istri dan 3 orang anak perempuannya.

terowongan batu

Perahu bergerak maju membela riak-riak air yang mengalir di sungai tersebut, bakau dan pecahan-pecahan batu karst menyambut setiap tamu yang datang menuju Kampung Berua, Rammang-rammang. Gunung-gunung karst menjadi tembok pelindung mereka, sesekali terdengar suara-suara kelelawar yang mendiami goa-goa dalam gunung-gunung karst. Saya semakin terkesimak dengan dua terowongan batu karst yang harus kami lalui di jalur sungai tersebut, seakan menjadi sebuah gerbang selamat datang menuju kampung berua Rammang-Rammang

Berdasarkan data dari badan lingkungan hidup Sulawesi selatan, kawasan taman Karst Sulawesi Selatan memiliki luas kurang lebih 43.700 hektar. Taman karst tersebut memiliki sekitar 280 goa, 16 diantaranya adalah situs goa prasejarah. Taman karst dengan keindahan tebing yang tajam di Rammang-rammang ini adalah taman karst terluas ke-2 setelah Karst Guilin di Negara Cina.

gunung karst kampung berua rammang-rammang

Kampung Berua adalah sebuah perkampungan yang dikelilingi gunung-gunung karst yang menjulang angkuh, sebuah keangkuhan yang mendasar sebab keindahannya sangat-sangat menyatu dengan mata. “Dulu ketika para pejuang kemerdekaan di sekitar Maros dan Pangkep saat terdesak oleh tentara Belanda, mereka melarikan diri masuk ke dalam taman karst untuk bersembunyi dari kejaran tentara-tentara Belanda tersebut”, ujar Daeng Beta ketika menceritakan kampungnya. “Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, barulah para tentara-tentara kemerdekaan yang dulunya pernah bersembunyi di kawasan karst tersebut membuat sebuah perkampungan untuk tempat tinggal mereka, perkampungan-perkampungan itulah yang kita temui ketika menyusuri sungai Rammang-rammang hingga ke kampung berua” lanjut Daeng Beta bercerita.

panorama sungai rammang-rammang

“pada tahun 2012 orang-orang sudah mulai ramai datang berkunjung ke kampung berua, awalnya keindahan kampung ini diperkenalkan hanya dari mulut ke mulut warga saja” ujar Daeng Beta dengan logat khas Makassarnya. Sejak tahun 2012 potensi wisata kampung berua dan Rammang-rammang semakin terlihat cerah bagi warga sekitar, melihat peluang tersebut, dengan bermodalkan hasil sawah pada tahun 2013 Daeng Beta membeli 1 perahu motor berkapasitas 8 orang untuk dijadikan ojek untuk para pendatang di kampung tersebut.

Sebelum memiliki perahu motor, Daeng Beta mempunyai 1 perahu tak bermesin yang biasa beliau dan keluarga gunakan untuk transportasi keluar ke dermaga Rammang-rammang. Dulu bila ingin keluar ke dermaga rammang-rammang kita harus mendayung pakai perahu, 1 – 1,5 jam biasa kita habiskan hanya untuk keluarke dermaga rammang-rammmang. Yah resiko hidup di pedalaman ujar Daeng Beta. Tapi saat ini Daeng Beta sudah memiliki 5 perahu motor untuk mengantarkan pendatang menjelajahi taman karst Rammang-rammang melalui jalur sungai.

kampung berua dan balai bambu daeng beta

BOOKING HOTEL MURAH DI MAKASSAR

Daeng Beta yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu punya cara sendiri untuk mendatangkan wisatawan ke kampung yang ditinggalinya tersebut. Pada pertengahan tahun 2013 beliau berinisiatif untuk membuatkan balai bambu beratap daun nipah di antara empang miliknya. “Kasihan bila ada tamu yang datang dan tidak punya tempat bernaung untuk menikmati kampung berua, makanya saya membuatkan balai bambu untuk tamu yang datang, biar bisa menikmati kampung ini dengan baik. Yah kalau semakin banyak tamu kan berdampak juga dengan hasil ojek perahu kami” ujarnya. Saat ini dari hasil ojek perahu miliknya sudah dua balai bambu ia buat di kampung tersebut, dan membuatkan toilet umum untuk para tamu tepat di bawah rumah panggung miliknya.

Tips Ke Rammang-rammang, Maros

Untuk menuju ke lokasi taman karst rammang-rammang membutuhkan waktu sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan dengan menggunakan angkot dari pasar daya Makassar menuju Kabupaten Pangkep dengan biaya sekitar Rp. 10.000 – Rp. 15.000/Orang, berhentilah tepat di gerbang pintu masuk pabrik Bosowa Maros. Sekitar 2 kilometer dari gerbang masuk pabrik Bosowa, pada sisi kiri carilah kantor PLN untuk memulai eksplore taman karst rammang-rammang dari jalur darat, sedang bila ingin menikmati taman karst tersebut melalui jalur sungai berhentilah tepat di jembatan besar Rammang-rammang (setelah kantor PLN) untuk mengambil ojek Perahu.

(Visited 3,622 times, 1 visits today)


About

Blogger yang juga senang jalan dan fotografi, sibuk jadi buruh online.


'Daeng Beta dan Megahnya Karst Rammang-Rammang Maros' have 4 comments

  1. May 12, 2015 @ 2:25 pm Fadhlan Cessar RA

    Salah satu tempat wisata andalan saya ketika bertemu dengan turis lokal/asing.. Dengan bangganya saya memperkenalkan tempat wisata ini dan Alhamdulillah sudah banyak yang ingin kesana..

    Reply

    • May 13, 2015 @ 12:36 am Made

      Rammang-rammang biasanya menjadi wisata penutup ketika wisatawan asing pulang dari toraja 🙂

      Reply

  2. May 22, 2016 @ 3:37 pm Irra

    Mihon jangan didirikan bangunan yang menutup keindahan karst. Jika harus dibanfun pendopo, sebaiknya lokasi dipinggir saja, dan terbuat dari bahan2 alam…jangan semen atau baja ringan ..

    Reply

  3. July 5, 2016 @ 9:18 pm bekka

    how can i contact the guide?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool