coto makmur jalan bandang

Coto Makmur, Coto Nikmat di Bawah Tenda

Coto Makmur, Coto Nikmat di Bawah Tenda
5 (100%) 2 votes

Siang itu selepas garage sale #bongkarkamar yang diadakan Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri di Car Free Day Makassar, sambil berisitirahat dan menghitung hasil penjualan, Nunu (ketua komunitas blogger Makassar) melontarkan ajakan untuk makan siang bareng beberapa teman blogger yang masih bertahan. Setelah diskusi yang cukup alot akhirnya semua sepakat untuk memilih coto Makassar, salah satu ikon kuliner kota Makassar, sebagai menu makan siang kali ini.

Warung coto Makassar yang direkomendasikan Vby, salah seorang teman blogger Makassar, adalah Coto Makmur. Sejujurnya, saya belum pernah mendengar nama warung coto ini. Niat untuk makan siang di warung Coto Nusantara akhirnya berbelok ke arah jalan Bandang, di mana warung coto Makmur berlokasi. Dari  arah Masjid Raya Makassar, Coto Makmur terletak di sebelah kiri jalan sebelum SMK 4.

Coto Makmur adalah warung tenda yang menempel di sebuah ruko. Ada tulisan COTO MAKMUR di terpal yang berfungsi sebagai pintu masuknya. Saat kami tiba, suasana sangat ramai. Yang menarik, kebanyakan pengunjung adalah orang-orang yang bermobil, ini nampak dari deretan mobil yang terparkir di depan warung coto tersebut.

Coto Makassar - Warung Coto Makmur

Di dalam warung hanya ada dua meja kayu dengan 3 kursi panjang, yang mengharuskan kita untuk berbagi meja dengan pengunjung lain. Jangan harap bisa makan dan duduk cantik sambil ngobrol-ngobrol di sini, soalnya masih sementara makan pun sudah ada pengunjung yang berdiri di samping meja mengantri tempat duduk. Atau mungkin juga karena kami datang pas di jam makan siang jadi warungnya rame banget. Selepas makan, saya langsung memberikan tempat duduk ke seorang laki-laki yang sudah berdiri sekitar 10 menit di samping meja.

Melangkah ke luar warung, saya mendapati bahwa ternyata ada juga pengunjung yang makan di luar warung. Ada satu meja  panjang dengan beberapa kursi plastik yang juga sudah penuh pengunjung. Saat itu sedang gerimis dan mereka cuek saja tetap makan, air coto yang bercampur air hujan mungkin bikin rasanya makin enak ya xD

Coto Makassar - Warung Coto Makmur

Seperti halnya warung coto lainnya, di warung Coto Makmur kita juga bisa memesan beragam variasi isi coto. Dansa (daging saja), janda (jantung daging), halija (hati limpa jantung), parto (paru to’), hadija (hati daging jantung), jahat (jantung hati) dan lain-lain. Bahkan ada yang memesan lidah saja. Duh gimana rasanya tuh xD

Jadi jangan heran kalau kata—kata ini berseliweran di warung coto Makassar ya. Saat di warung coto Makmur kemarin, ada adegan yang lucu. Si Daeng yang melayani membawa semangkok coto dan bertanya siapa janda? Teman di samping langsung menyahut, saya janda daeng. Kontan saya ngakak, wah ternyata kamu sudah janda kupikir masih gadis x)) Saya sendiri setiap kali pesan semangkok coto Makassar selalu minta : campur nah daeng. Jadi dalam satu mangkok sudah ada campuran daging dan jeroannya.

Untuk kalian yang sangat memperhatikan kebersihan, mungkin akan kehilangan selera makan di warung coto Makmur ini. Pasalnya tisu bekas dan kulit ketupat bertebaran di bawah meja. Yaa kebanyakan warung coto Makassar memang seperti ini modelnya. Setiap kali pengunjung selesai makan, sampah di atas meja akan langsung dilap dan dibuang ke bawah meja. Tapi yang tidak terganggu dengan hal ini sih asik-asik aja makannya.

Coto Makassar - Warung Coto Makmur

Mengenai rasa coto yang kami makan di Coto Makmur, ini masalah selera ya. Seorang teman, sebut saja namanya Ama, tetap memilih Coto Daeng Sirua sebagai coto Makassar paling juara karena lebih pas dengan seleranya. Menurut saya sih Coto Makmur ini enak sekali, tapi ya secara indera pengecap saya hanya mengenal dua rasa yaitu enak dan enak sekali, jadi saya nda dihitung klo menilai makanan xD

Tapi kami semua sepakat kalo sambal tauco di warung ini enak sekali. Dan kata teman yang berinisial Ama tadi, 50% bumbu coto Makassar itu ada pada sambal tauconya. Resep coto Makassar asli selalu menyertakan tauco ke dalamnya. Recommended-lah pokoknya, silakan berkunjung untuk mencobanya sendiri.

Temukan berbagai penawaran wisata menarik di sini Booking tiket pesawat, Pilihan penginapan yang murah, dan Beragam paket wisata

Sayang sekali, saya lupa memperhatikan apakah proses memasak kuah coto Makassar-nya menggunakan kuali tanah atau bukan. Konon, penggunaan kuali tanah, yang disebut juga korong butta atau uring butta turut mempengaruhi rasa coto Makassar yang disajikan.

Jadi, kalau kamu sedang berlibur dan ingin wisata kuliner di Makassar, jangan lupa mampir ke warung Coto Makmur di Jalan Bandang ya untuk mencicipi kelezatan semangkok coto Makassar. Yuk!

(Visited 193 times, 1 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Coto Makmur, Coto Nikmat di Bawah Tenda' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool