Cinta dan Kesetiaan Tata Mandong pada Lembah Ramma

Cinta dan Kesetiaan Tata Mandong pada Lembah Ramma
5 (100%) 1 vote

Gunung adalah salah satu tempat wisata yang saat ini sangat digemari oleh kawula muda. Efek dari film 5CM membuat para pecinta olahraga outdoor menjadikan gunung salah satu favorit menghabiskan akhir pekan.

Jika berkunjung ke Makassar dalam waktu yang cukup lama kita dapat menjadikan Lembah Ramma sebagai salah satu destinasi tempat wisata yang akan dikunjungi. Terletak 65 km dari Kota Makassar adalah merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian menuju Lembah Ramma.

Lembah Ramma sendiri adalah salah satu lembah dari Gunung Bawakaraeng dan menjadi tren bagi anak muda jika sudah berkunjung kesana. Foto-foto pemandangan yang indah dari Lembah Ramma akan menghiasi akun sosial media para pendaki setelah melakukan pendakian di Lembah Ramma tersebut.

Lembah Ramma

Lembah Ramma – Foto: Ardiyanta[dot]com

Sebelum melakukan pendakian ke Lembah Ramma para pendaki akan menyimpan dan menitipkan kendaraan yang dipakai dari kota Makassar dirumah – rumah penduduk desa yang menjadi desa terakhir tepat berada dikaki Gunung Bawakaraeng.

Desa Lembanna, Malino, Kabupaten Gowa merupakan desa terakhir itu, sebelum melakukan pendakian. Di desa tersebut para pendaki akan melapor kepada salah seorang yang dipercaya untuk menjadi bagian administrasi Gunung Bawakaraeng.

Perjalanan normal menuju Lembah Ramma akan ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu kurang lebih 4 jam lamanya. Beberapa sungai kecil, hutan rapat (hutan lumut julukan yang diberikan oleh para pendaki dikarenakan semua benda yang berada didalam hutan tersebut ditumbuhi oleh lumut) serta sebuah tempat tinggi yang diberi nama Tallung akan menghiasi perjalanan menuju Lembah Ramma.

Jalur Hutan Lumut

Jalur Hutan Lumut

Di Tallung biasanya menjadi tempat beristirahat para pendaki sebelum berjalan turun menuju Lembah Ramma. Awan putih, pepohonan serta tanah lapang hijau Lembah Ramma menjadi background foto para pendaki.

View dari Tallung

View dari Tallung

View dari Tallung

View dari Tallung

Setelah selesai beristirahat di Tallung, para pendaki akan menuruni bukit yang sedikit curam untuk bisa sampai ke Lembah Ramma.

Setibanya di Lembah Ramma para pendaki akan mengunjungi satu-satunya rumah yang berada disana. Dirumah tersebut hidup seorang kakek tua yang oleh para pendaki memanggilnya dengan nama Tata Mandong. Tata Mandong sendiri dipercayakan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Gowa untuk menjadi penjaga kelestarian hutan di Gunung Bawakaraeng sekaligus menjadi salah satu anggota tim pencari apabila ada pendaki yang hilang karena tersesat dengan upah yang tidak lebih dari lima ratus ribu rupiah.

Rumah Tata Mandong

Rumah Tata Mandong

Kehidupan Tata Mandong dahulu kala tidaklah seperti ini, beliau juga mempunyai istri dan anak seperti halnya orang lain. Istri dan anak Tata Mandong pergi meninggalkan beliau seorang diri hidup ditengah-tengah hutan lebat yang menghiasi gunung Bawakaraeng. Menurut cerita, istri dan anaknya pergi meninggalkan setelah keputusan Tata Mandong keluar untuk mengabdi dan menjaga hutan Gunung Bawakaraeng.

Dikarenakan ingin hidup normal seperti layaknya manusia lainnya akhirnya istri dan anak Tata Mandong pergi merantau ke kota dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Melihat kehidupan Tata Mandong seorang diri dengan upah yang sangat kecil untuk menjaga Gunung Bawakaraeng, para pendaki terkadang dengan sengaja membawakan sembako dan pakaian layak pakai dari Makassar untuk diberikan kepadanya. Beliau sangat senang jika pendaki berkunjung ke rumahnya untuk membawakan sembako atau hanya sekedar bercerita lepas dengannya.

Tata Mandong dalam kesehariannya

Tata Mandong dalam kesehariannya

Kini sikap Tata Mandong selalu menjadi panutan bagi para pendaki untuk tetap menjaga kelestarian alam Gunung Bawakaraeng.

Terima Kasih Tata Mandong sudah menjaga kelestarian alam ini.

(Visited 1,152 times, 1 visits today)


About

Penikmat Hutan, Gunung & Lautan | Penyuka Ketenangan | Pencinta warna Orange | Suami dari perempuan berdarah Bugis | Senang menulis, lagi belajar pegang kamera, suka jalan-jalan dan olahraga menantang adrenalin


'Cinta dan Kesetiaan Tata Mandong pada Lembah Ramma' have 1 comment

  1. September 2, 2015 @ 8:22 pm Ahmad dahlan

    Tata mando selalu menjadi panutan dan selalu di hati perjuangan beliau dari yahun 1998 di Ramma akan menjadi legenda

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool