Kain Tenun Toraja

Penasaran Cerita di Balik Kain Tenun Toraja? Simak Yuk

Penasaran Cerita di Balik Kain Tenun Toraja? Simak Yuk
Vote Us

Sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan budayanya sendiri, dengan demikian tidak ada warisan kebudayaan yang akan punah meski sudah berselang beberapa waktu. Ezytravelers tentunya boleh menyukai dan menerima budaya baru yang masuk namun hal itu baiknya dijadikan sebagai pelajaran untuk diambil hal yang baik saja. Salah satu cara yang bisa membantu melestarikan budaya Indonesia adalah dengan cara memperkenalkannya dan mempopulerkannya di dunia, ketika sudah berhasil menarik perhatian dunia maka budaya itu bisa mulai dikembangkan sehingga tidak hilang. Salah satu bentuk kerajinan tangan dari budaya Indonesia yang sudah seharusnya terus dilestarikan adalah  kain tenun Toraja.

Kain Toraja yang satu ini memang sangat menarik. Pembuatannya di buat oleh para pengrajin secara manual dengan alat yang juga dijalankan secara manual. Hasil dari  kain tenun Toraja yang dibuat oleh para pengrajin aslinya ini sangat indah dan tiada dua. Sayangnya pada saat ini semakin sedikit saja pengrajin kain Toraja yang tersisa, hal ini sebanding dengan menurunnya minat masyarakat Indonesia terhadap  kain tenun Toraja. Jika hal ini dibiarkan maka tentunya lama kelamaan tidak akan ada lagi pengrajin yang tersisa dan kelak tidak ada lagi kain Toraja yang tersisa.

Kain Tenun Toraja

Tilas Balik  Kain Tenun Toraja

Kain tenun yang ada di Indonesia tidak hanya dapat ditemukan di Tanah Toraja saja, ada berbagai kain tenun lainnya yang berasal dari adat lainnya di Indonesia yang juga sangat indah dan menjadi warisan budaya Indonesia. Mengapa kain tenun itu diciptakan dalam adat daerah tersebut? Karena kain tenun itu berkaitan dengan pakaian adat serta ragam acara adat yang berlaku pada suatu budaya tertentu. Begitu pula dengan kain Toraja yang ternyata awalnya merupakan kain yang dibuat untuk membungkus jenazah anggota keluarga yang sudah meninggal agar tidak cepat membusuk. Karena jenazah masyarakat Toraja memang tidak akan langsung dikuburkan setelah meninggal, melainkan disimpan dulu di dalam rumah. Untuk kebutuhan itulah sepertinya dahulu kain tenun Toraja kemudian dibuat awalnya dari serat kayu, kemudian merambah menggunakan serat nanas, yang konon dapat tetap menjaga agar jenazah tetap dalam keadaan baik.

kain tenun toraja

Anak penenun kain tenun Toraja (Photo Credit : enengingening.wordpress[.]com)

Setelah mulai ada serat kapas yang diperkenalkan oleh pedagang dari Gujarat dan India maka kemudian pembuatan kain Toraja ini dibuat dari serat nanas yang dicampur serat kapas sehingga menjadi lebih lembut hasil kainnya. Tidak ada yang tahu pastinya kapan masyarakat Toraja mulai menenun  kain tenun Toraja, namun ada yang mengatakan bahwa mereka mulai menenun setelah mereka mulai menemukan dan membuat rumah adat mereka yaitu Tongkonan. Corak yang ada pada kain toraja sebenarnya ada banyak sekali tak terhitung jumlahnya, namun kini seiring berjalannya waktu, ada banyak corak yang tak lagi diketahui dan hilang ditelan waktu. Masyarakat di Tanah Toraja yang sehari-harinya bekerja sebagai pengrajin kain Toraja dapat Ezytravelers temui di Desa Sa’dan Malimbong, namun sayangnya jumlah pengrajin itu kini tidak lebih dari 70 orang saja.

 

 

Kain Toraja Dalam Adat Toraja

kain tenun toraja

Pengrajin kain tenun Toraja (Photo Credit : letterel[.]net)

Bagi masyarakat Toraja,  kain tenun Toraja itu tidak hanya digunakan pada saat upacara pemakaman saja, namun  kain tenun Toraja ini juga sangat penting dalam berbagai upacara adat lainnya dan juga dalam keseharian. Hingga saat ini masyarakat di Toraja pun rajin menggunakan kain Toraja dalam keseharian. Kain yang dihasilkan tersebut tidak hanya digunakan sebagai kain saja, tetapi juga diubah dalam bentuk pakaian, tas dan dompet. Motif dan warnanya yang menarik menjadi nilai yang tinggi dari kain Toraja. Belum lagi pembuatannya yang secara tradisional, anak-anak di desa Sa’dan Malimbong sudah belajar menenun sejak masih masih kecil. Namun saat ini untuk mencari bahan pembuat kain Toraja yaitu serat daun nanas dan serat kapas sudah semakin sulit, sehingga semakin lama pun semakin sedikit yang menggunakan kedua serat itu. Ditambah perubahan iklim dan semacamnya kini kualitas serat daun nanas dan serat kapas itu tidak sebaik dulu.

 

Pssst, jalan-jalan hemat ke Makassar? Kenapa enggak? Ambil promo tiket mudik murah, Explore Toraja + Tiket PP dan pesan hotel murah dari sekarang!

 

Untuk menghasilkan warna pada kain Toraja maka masyarakat Toraja menggunakan berbagai macam bahan alami seperti pelepah, daun, biji dan kulit untuk mendapatkan warna-warna yang alami.  Kain tenun Toraja yang dihasilkan dengan bahan-bahan alami ini harganya sangat mahal, bisa mencapai jutaan rupiah, hal ini dikarenakan oleh pencarian bahan-bahan alaminya yang semakin sulit. Masyarakat Toraja juga memisahkan antara kaum bangsawan dan rakyat biasa sehingga dulu pengguna kain Toraja ini juga dibedakan, ada kain yang hanya digunakan untuk bangsawan dan ada juga yang untuk rakyat jelata, namun sekarang siapa saja bisa menggunakannya karena aturannya tak lagi ketat seperti dulu.

(Visited 125 times, 1 visits today)



'Penasaran Cerita di Balik Kain Tenun Toraja? Simak Yuk' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool