Mengenal Adat Naik Rumah Masyarakat Bugis-Makassar

Mengenal Adat Naik Rumah Masyarakat Bugis-Makassar
Vote Us

Apa kareba sob? semoga kalian baik-baik saja. Kalian pasti tahu kan? Setiap suku bangsa di Nusantara ini punya kekhasan budayanya sendiri-sendiri, termasuk suku Bugis-Makassar. Budaya yang beragam itu mulai dari keseharian sampai upacara tertentu yang hanya digelar sesekali. Budaya Bugis beragam macamnya dan semua punya keunikannya sendiri-sendiri.

Kali ini saya ingin mengenalkan satu budaya adat masyarakat Bugis-Makassar yang masih melekat dan masih dipertahankan sampai saat ini yaitu upacara adat Menre’ Bola. Menre’ Bola berasal dari bahasa Bugis-Makssar yaitu Menre’ berarti naik dan Bola berarti Rumah, jadi Menre’ Bola adalah sebuah upacara naik rumah saat seseorang hendak memasuki rumah baru yang akan ditinggali oleh keluarganya.

Dalam budaya masyarakat Bugis-Makassar ketika sebuah keluarga akan pindah dan menetap ke rumah baru terdapat serangkaian upacara adat yang harus dijalankan. Hal ini diyakini akan membawa rezeki yang baik untuk keluarganya. Selain itu sebagai pemberitahuan kepada sanak keluarga dan para tetangga bahwa rumah tersebut telah selesai dibangun.

Bagi manusia di manapun berada, rumah adalah kebutuhan primer kan? Tanpa rumah rasanya mustahil hidup bisa nyaman. Di dalam rumahlah semua aktivitas berawal. Dari tidur, makan, menerima tamu, beristirahat, bercengkerama, bahkan aktivitas bersifat bisnis pun dimulai dari rumah. Tidak heran kalau rumah selalu menjadi kebutuhan utama manusia selain makan/minum dan pakaian. Tidak terkecuali bagi suku Bugis-Makassar. Masuk rumah selalu menjadi sesuatu yang istimewa dan memiliki budaya dan ritualnya sendiri. Masuk rumah menjadi sesuatu yang khas juga dalam budaya Bugis.

Dalam upacara Menre’ Bola ada beberapa rangkaian aktivitas yang harus dilaksanakan oleh tuan rumah, biasanya upcara ini memang dilakukan ketika akan masuk rumah yang masih berupa rumah adat. Namun, jaman sekarang pemilik rumah batu pun masih ada yang memegang teguh adat ini. Adapun rangkaiannya yaitu:

1. Barzanji

Budaya Bugis

Pembacaan Kitab Barzanji

Rangkaian ritual dari Menre’ Bola yang merupakan budaya Bugis ini dimulai dengan barzanji atau pujian-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW. Acara ini biasanya dipimpin oleh para petinggi masyarakat sekitar ataupun petinggi agama yang akan memimpin membaca dan mendoakan rumah yang akan ditinggali. Para tamu atau para petinggi agama dijamu dengan berbagai macam kue khas Bugis-Makassar, seperti onde-onde, kue lapisi’, dan makanan khas lainnya.

Baca juga artikel menarik lainnya: Sajian Bosara di Pernikahan Bugis-Makassar

2. Mappasili, Kekhasan Budaya Bugis

Selanjutnya tuan rumah akan menyiapkan daun passili yaitu daun khusus yang biasanya sengaja ditanam ataupun disimpan dan dibudidayakan oleh masyarakat, daun passili kemudian ditaruh pada wajan yang berisi air atau wadah yang berisi air yang sebelumnya telah dilafazkan bacaan Al-Quran atau dibaca-bacai (dalam bahasa Bugis-Makassar). Mappasili sendiri bisa diartikan sebagai menyingkirkan, harapannya agar semua yang jelek-jelek dari rumah tersebut bisa disingkirkan.

3. Puttara’ Mattuliling Bola

Setelah menyelesaikan acara Mappasili, tuan rumah berjalan mengelilingi rumah dan membasuh daun passili kemudian memercik-mercikkan air daun passili ke arah rumah atau dinding rumah sebagai tanda semoga rumah ditinggali aman dari bahaya dan akan melindungi keluarga mereka.

4. Menre’ Bola

acara-menre-bola

Doa Bersama Bersama Tuan Rumah

Selanjutnya adalah Menre’ Bola. Inilah ritual yang ditunggu-tunggu oleh tuan rumah yaitu ia akan menaiki (memasuki) rumah sambil berdoa dengan harapan rumah yang mereka tinggali akan memberikan yang kebaikan, ketenangan, rasa aman dan sejahtera dalam keluarganya.

5. Mappaluttu’ Manu’

Apa acara selesai? belum sob, sekarang kita akan memasuki acara Mappaluttu’ Manu’. Setelah menaiki (memasuki) rumah dengan ritual Menre’ Bola, saatnya sang pemilik rumah akan menerbangkan atau melepaskan ayam (Mappaluttu’ Manu’) di dalam rumah dan siapa saja yang berhasil menangkapnya ia akan menjadi pemilik ayam tersebut. Hal itu merupakan bentuk sumbangan dari tuan rumah agar mendapat ridha Allah.

6. Mappenre’ Tau

acara-makan-bersama

Acara Makan Bersama Dengan Tetangga dan Keluarga

Nah kalau ini adalah ritual yang terakhir yaitu mengundang sanak keluarga, tetangga maupun para masyarakat sekitarnya untuk datang ke rumah untuk makan bersama harapannya untuk bisa menjalin silaturahmi yang lebih dekat dengan lingkungan baru dan masyarakat lainnya. Sajian yang dihidangkan biasanya makanan berat dan kue-kue yang kadang rasanya sangat manis.

Mau menyaksikan upacara Menre’ Bola secara langsung? Yuk Cari tiket pesawat murah, Cari hotel murah, dan Tur Keliling Indonesia untuk ke Makassar, sekarang!

Nah itu dia rangkaian acara Monre’ Bola yang sangat kental di tengah masyarakat Bugis-Makassar. Jadi jika sobat menemui ada keluarga atau teman sedang merayakan upacara Menre’ Bola, mari kita datang dan saling menghargai dan menghormati antar saudara serta mari kita tetap menjaga kelestarian budaya adat ini untuk masa yang akan datang, jangan sampai budaya ini hilang di telan zaman modern.

(Visited 666 times, 1 visits today)


About

Reinventing Teamwork


'Mengenal Adat Naik Rumah Masyarakat Bugis-Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool