Berwisata Sejarah Ke Makam Pangeran Diponegoro

Berwisata Sejarah Ke Makam Pangeran Diponegoro
5 (100%) 1 vote

Nama Pangeran Diponegoro tentu tak asing di telinga rakyat Indonesia. Kisah hidupnya yang heroik dalam memimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda selalu menjadi cerita menarik dalam buku sejarah. Tidak hanya ceritanya yang menjadi pelajaran berharga, gambar wajahnya pun banyak  dipajang di ruang-ruang kelas. Menjadi pengingat akan keberadaan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terus dikenang sampai saat ini.

pangeran diponegoro

Karena perlawan serta keberaniannya memimpin perang melawan Belanda, Pangeran Diponegoro diasingkan oleh Belanda ke Makassar dan ditahan di Benteng Rotterdam. Beliau wafat pada tahun 1855 diusia 69 tahun.

Lokasi makam pangeran Diponegero berada tidak jauh dari Pasar Sentral, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota makassar.

pangeran dan istri

Makam pangeran diponegoro dapat diakses melalui kendaraan pribadi atupun kendaraan umum seperti pete’ pete’. Terletak di jalan Diponegoro yang merupakan titik balik mayoritas pete’ pete’ sebelum kembali ke jalur masing-masing.  Aksesnya pun mudah karena bisa memilih pete’ pete’ kode C (jalur Makassar mall-Tallo), kode I (jalur SMA 5), kode H (jalur Antang), kode F ( veteran) atau kode G (jalur toll).

Sebelum masuk di  area makam, terdapat gapura yang cukup besar  penanda keberadaan makam Pangeran Diponegoro. Setelah melewati gapura dengan pagar berwarna hitam dengan paduan warna emas, mata akan langsung dihadapkan dengan puluhan batu nisan dengan berbagai tanda.

Tidak sulit mengenali nisan Pangeran Diponegoro. Bentuknya yang besar, berundak serta dinaungi oleh atap membuatnya terlihat mencolok. Disebelah nisan Pangeran Diponegoro  terdapat nisan R.A Ratu Ratna Ningsih,  istri dari Pangeran Diponegoro yang wafat pada tahun 1865.

Sebalah kiri saat melewati gerbang pemakaman  adalah area makam Putra putri dan pengikut (Laskar) Pangeran Diponegoro. Sedangkan di sebelah kanan adalah area makam anak cucu atau generasi beliau.

anak cucu

Makam anak cucu generasi Pangeran Diponegoro

anak

Tidak ada tarif khusus ketika memasuki area Makam Pangeran Diponegoro. Pengunjung bisa membayar  berapapun melalui kotak sumbangan yang terdapat di bangunan kecil yang menjadi tempat penjaga makam beristirahat. Pada bangunan ini dipajang juga beberapa foto Pangeran Diponegoro.

Salah satu kendala saat mengunjungi makam Pangeran diponegoro adalah tidak adanya tempat parkir khusus untuk pengunjung makam. Jika menggunakan kendaraan bermotor bisa langsung parkir di depan area makam, tetapi harus berjejalan dengan pete’pete’ yang sedang ngetem atau menurunkan penumpang. Hal tersebut diperparah dengan ruas jalan yang tidak begitu luas.

Namun demikian, Bengunjungi  atau berziarah ke makam pahlawan nasional bisa menjadi alternatif lain saat liburan. Selain menambah pengetahuan sejarah, kegiatan ini bisa meningingatkan kita akan banyaknya nyawa yang harus melayang demi mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Dengan begitu,  kita akan lebih banyak bersyukur dan sungguh-sungguh mengisi kemerdekaan.

(Visited 348 times, 1 visits today)


About

andiarifayani.blogspot.com | Sobat LemINA | Penyala Makassar


'Berwisata Sejarah Ke Makam Pangeran Diponegoro' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool