Kopi Toraja

Berwisata Kopi di Makassar

Berwisata Kopi di Makassar
5 (100%) 1 vote
Kopi Lokal SulSel

Ragam kopi lokal SulSel

KOPI. Nama minuman satu ini bagi sebagian orang benar-benar menggugah selera. Aromanya dan rasanya membuat banyak orang jadi jatuh cinta, bahkan merasa sulit hidup tanpa menyeruput minuman yang asalnya dari Afrika ini.

Sejarah kopi sangat panjang bila diurut ke belakang. Sejak abad ke 15 orang-orang Oromo yang banyak bermukim di sekitar Ethiopia dan Kenya didapati mulai mengonsumsi minuman yang diambil dari biji ini. Pertengahan abad ke-15 orang-orang Yaman mulai mempraktekkan penyajian kopi yang lebih modern. Dari Yaman kopi bergerak ke arah utara menuju Persia, Turki dan masuk ke Eropa melalui Italia sejak abad ke-16.

Kata kopi atau yang dalam bahasa Inggris adalah coffee disadur orang Inggris dari bahasa Belanda, Koffie. Orang Belanda sendiri menyadur kata itu dari bahasa Turki Kahve yang sebenarnya disadur dari bahasa Arab Qahwa. See? Bahkan dari soal penamaan saja kopi sudah punya cerita yang panjang.

Kopi sendiri masuk ke Indonesia lewat tangan orang Belanda yang waktu itu memang menguasai Nusantara, tepatnya pada tahun 1696 lewat Batavia (Jakarta sekarang). Belanda waktu itu berharap bisa mengembangbiakkan kopi di seluruh wilayah jajahannya di Nusantara, dan ternyata memang berhasil. Kopi pertama yang dibawa adalah kopi jenis arabica, barulah pada tahun 1900an Belanda membawa bibit robusta yang ternyata lebih tahan hama dan lebih mudah dirawat.

Sejak itu Nusantara (belakangan menjadi negara bernama Indonesia) terkenal dengan beragam kopinya. Dari Gayo di Aceh, Bajawa di Flores, Toraja di Sulawesi Selatan sampai kopi Wamena di Papua.

*****

SALAH SATU KOPI YANG TERKENAL DI INDONESIA ADALAH KOPI TORAJA, meski sebenarnya beberapa varietas kopi yang terkenal itu berasa dari Enrekang, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Tana Toraja. Dua kabupaten itu memang berada di dataran yang cukup tinggi di sebelah utara kota Makassar. Iklim dan tanah kedua daerah itu membuat kopi bisa tumbuh subur dan menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia.

Dalam ajang nasional, kopi Toraja sudah berkali-kali menjadi juara. Namanya bahkan harum sampai ke luar negeri, termasuk di ajang Australian Coffee Award 2015 yang dilaksanakan baru-baru ini. Jenis unggulan kopi Toraja adalah jenis arabica meski robustanya juga tidak kalah nendang.

Aroma Biji Kopi

Bayangkan nikmatnya aroma biji kopi ini

Sebagai kota yang berada dalam satu provinsi, Makassar tentu saja ikut dipenuhi aliran kopi terbaik dari Toraja, Enrekang dan beberapa tempat lain yang mulai menggeliat menghasilkan kopi-kopi yang tak kalah baiknya. Sangat mudah menemukan warung kopi tradisional atau coffee shop modern yang menyediakan kopi Toraja atau kopi-kopi lokal SulSel lainnya di kota Makassar. Apalagi dalam beberapa tahun belakangan ini sedang booming menikmati kopi dengan cara yang lebih cerdas.

Cara yang lebih cerdas itu bagaimana? Begini, sekarang sudah banyak orang-orang muda yang mendirikan coffee shop dengan tujuan mengedukasi pelanggan akan manfaat dan cara terbaik menikmati kopi. Jadi pelanggan bisa datang bukan sekadar meminum kopi saja, tapi bisa pulang dengan membawa banyak ilmu baru tentang kopi.

Tempat seperti ini mudah ditemukan di kota Makassar. Di tengah kota ada Coffeeholic Jl. Jenderal Ahmad Yani, Double Shot Jl. Bali sampai Kopi Api di kawasan Panakkukang. Coffee shop ini tidak terlalu besar, tapi layanannya tidak biasa karena memang mereka sangat memperhatikan kualitas kopinya.

Edukasi kopi di salah satu coffee shop

Edukasi kopi di salah satu coffee shop

Kopi Makassar

Siapa bilang kopi dari luar negeri lebih enak?

Kalau mau menikmati warung kopi tradisional, Makassar juga tempatnya. Ada beberapa warung kopi tradisional yang terkenal, salah satunya adalah Phoenam yang pusatnya terletak di daerah pecinan tidak jauh dari pusat kota Makassar. Warung kopi ini sudah ada sejak tahun 1930an dan sekarang sudah memasuki generasi ketiga. Cabangnya sudah ada di beberapa tempat dan bahkan sampai ke Jakarta.

Selain Phoenam ada juga Dottoro dan Sija, dua warung kopi tradisional yang sudah membuka franchise dimana-mana dan tidak pernah sepi. Sajian mereka memang lebih sederhana, tidak seperti coffee shop modern yang lebih rumit, tapi rasanya tetap sama. Sama-sama nikmat dengan sensasi yang berbeda.

Singkatnya, kalau Anda penggemar kopi dan kebetulan sedang berkunjung ke Makassar maka tidak ada salahnya untuk berkeliling kota, mencari informasi warung kopi terkenal yang saya sebut di atas. Rasakan nikmatnya kopi lokal yang sudah mendunia itu.

Kalau mau pulang membawa oleh-oleh kopi, silakan mampir di Toko Ujung yang terletak di ruas Jl. Somba Opu yang memang terkenal sebagai pusat oleh-oleh kota Makassar. Di Toko Ujung ada beragam kopi lokal Sulawesi Selatan yang bisa dibawa pulang, plus jika beruntung Anda bisa mengobrol bersama sang pemilik yang juga seorang grader bersertifikat. Lumayan, bisa membawa pulang oleh-oleh kopi dan dapat ilmu tentang kopi.

(Visited 3,599 times, 2 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Berwisata Kopi di Makassar' have 2 comments

  1. February 23, 2016 @ 6:12 am herycool

    post yang bagus…kapan2 hunting bareng dech..

    Reply

  2. February 23, 2016 @ 6:13 am herycool

    post yang bagus….kapan2 hunting bareng dech

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool