wisata di bone

Berwisata di Kota Watampone Kab. Bone

Berwisata di Kota Watampone Kab. Bone
5 (100%) 2 votes

Watampone adalah ibu kota Kab. Bone, Sulawesi Selatan, daerah di mana dulu kerajaan Bone berdiri. Selain kaya akan peninggalan sejarah, daerah ini juga kaya akan wisata alamnya. Berikut beberapa tempat wisata di sekitar Kota Watampone yang wajib dikunjungi.

Tanjung Palette

Tanjung Palette (Sumber foto : wisatasulawesi[dot]com)

Tanjung Pallette

Kawasan wisata ini berada di Keluarahan Palette, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Hanya 12 km dari kota Watampone. Kawasan pantai di Palette, bukan berupa hamparan pasir namun dipenuhi dinding karang, yang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Deburan ombak yang silih berganti dan hembusan angin pantai, serta pemandangan alam sekitarnya dapat dinikmati di sini.

Pegunjung tak hanya berasal dari Kabupaten Bone, namun juga daerah sekitar seperti Kabupaten Sinjai, Wajo, Soppeng, Maros, bahkan dari Kota Makassar. Kawasan ini selalu ramai di akhir pekan. Pengunjung semakin membeludak saat liburan sekolah maupun libur menjelang hari raya. Saat ini Tanjung Palette telah dilengkapi dengan berbagai infrastruktur, seperti penginapan baik berupa wisma maupun hotel, kolam renang, kafe dan fasilitas lainnya.

Selain keindahan alam, hal lain yang bisa dinikmati adalah melihat secara langsung aktivitas warga sekitar yang berprofesi sebagai nelayan dan petani rumput laut. Selain itu kita bisa menyantap kepiting bakau yang menjadi salah satu komoditi andalan Bumi Arung Palakka ini.

Namun, di balik keindahannya, terdapat cerita rakyat yang turun temurun. Konon di zaman Kerajaan Bone, tempat ini adalah tempat ”mallabu tau” yaitu menenggelamkan orang karena pelanggaran yang berat. Orang yang “dilabu”(ditenggelamkan) di Pallete adalah pasangan selingkuh. Mereka yang telah berkeluarga namun berselingkuh akan diikat bersama lalu dibuang di sana.

pelabuhan bajoe

Pelabuhan BajoE (Sumber foto : indah10blog.wordpress.com)

Pelabuhan BajoE

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan rakyat yang sudah ada sejak jaman dulu. Pelabuhan ini menjadi menjadi pintu masuk Kab. Bone melalui jalur laut. Hal ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan ketika Bone masih menjadi simbol kejayaan di Sulawesi Selatan.

Pelabuhan BajoE terletak di Kec. Tanete Riattang Timur, sebelah timur kota Watampone. Pelabuhan BajoE menampung aktivitas bongkar muat barang, menjadi titik singgah yang strategis bagi pengiriman barang di berbagai daerah, serta menjadi sentra penghubung antara Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua, khususnya Indonesia Timur. Pelabuhan BajoE juga lebih dikenal sebagai pelabuhan penyeberangan ke Sulawesi Tenggara melalui Kolaka.

Yang menjadi daya tarik pelabuhan ini adalah dermaga yang terletak di tengah laut. Dermaga ini dihubungkan oleh jembatan yang membentang hingga sejauh 3 km ke tengah laut. Dari dermaga bisa disaksikan pemandangan perahu dan kapal-kapal nelayan yang berlabuh di sekitar pelabuhan.

Pemandian Putri Bilqis

Pemandian Putri Bilqis (Sumber foto : bonepos[dot]com)

Pemandian Putri Bilqis

Kawasan wisata Putri Bilqis berada di Desa Polewali, Kecamatan Sibulue. Tempat ini berupa kompleks permandian yang terdiri dari kolam renang, waterpark, kebun binatang, pemancingan dan flying fox serta villa. Tempat ini merupakan milik mantan Sekda Provinsi Sulsel, A Muallim.

lapangan merdeka bone

Lapangan Merdeka (Sumber foto : bonepos[dot]com)

Lapangan Merdeka

Awal tahun 1950, Presiden RI pertama Ir. Sukarno berkunjung secara khusus ke Kerajaan Bone dalam rangka mengajak Kerajaan Bone yang dipimpin Raja Bone terakhir Andi Mappanyukki untuk bergabung dengan NKRI. Ajakan tersebut tidak langsung disanggupi oleh Andi Mappanyukki, karena sang raja harus menjunjung kehendak rakyatnya.

Tujuh tahun kemudian (1957) sekitar 3000 orang sebagai refresentasi rakyat Bone, berkumpul di alun-alun kerajaan Bone. Mereka menggelar demonstrasi menyampaikan aspirasi agar kerajaan Bone bergabung dengan NKRI. Penyampaian aspirasi ribuan rakyat Bone itu, dilakukan dengan santun dan sopan, baik formulasi gerakan maupun tutur kata. Alun-alun inilah yang sekarang menjadi Lapangan Merdeka.

Lapangan Merdeka sekarang adalah alun-alun kota Watampone. Terletak di pusat kota, tepat di depan rujab Bupati. Lapangan ini baru saja selesai menjalani proyek revitalisasi sehingga menjadi lebih cantik di malam hari dan lebih nyaman. Lapangan ini selalu ramai di sore dan malam hari. Sebagai alun-alun kota, lapangan ini digunakan untuk kegiatan pemerintah daerah dan juga tempat melaksanakan sholat Ied.

Bola Soba

Bola Soba (Sumber foto : skyscrapercity[dot]com)

Bola Soba/Saoraja

Bola Soba adalah (Rumah Persahabatan), merupakan salah satu bangunan bersejarah di Watampone, ibukota Kabupaten Bone. Tempat ini menjadi objek wisata sejarah ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, tak hanya dari Kabupaten Bone, bahkan juga dari Jawa, Balikpapan, Kalimantan Timur, Malaysia hingga warga Jerman.

Menempati lahan seluas ½ hektar, Bola Soba memiliki panjang 39,45 meter ini terdiri dari empat bagian utama, yakni lego-lego (teras) sepanjang 5,60 meter, rumah induk (21 meter), lari-larian/selasar penghubung rumah induk dengan bagian belakang (8,55 meter) serta bagian belakang yang diperuntukkan sebagai ruang dapur (4,30 meter).

Dari luar bangunan ini tampak seperti bangunan rumah panggung tradisional ala masyarakat Bugis. Di dalam bangunan, terdapat beberapa perlengkapan kesenian, seperti kostum tari dan gong. Selain itu, di bagian lain ruangan terdapat ‘bangkai’ meriam tua, potret Arung Pallakka, silsilah raja-raja Bone, serta beberapa benda-benda tertentu yang sengaja disimpan pengunjung.

Bola Soba dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri sekitar tahun 1890 sebagai kediaman raja. Kemudian ditempati oleh putranya yang diangkat menjadi Petta Ponggawae (Panglima perang) Kerajaan Bone. Singkap rumah (timpa’laja) yang awalnya lima dikurangi menjadi empat sebab dalam tata kehidupan masyarakat Bugis, lima singkap timpa’laja dalam bangunan rumah diperuntukkan bagi rumah raja dan timpa’laja dengan empat singkap untuk putra raja.

Ketika Belanda menguasai Kerajaan Bone pada masa itu, Saoraja Petta Ponggawae ini pun jatuh ke tangan Belanda dan dijadikan sebagai markas tentara. Tahun 1912, difungsikan sebagai mes atau penginapan untuk menjamu tamu Belanda. Dari sinilah penamaan Bola Soba’ yang berarti rumah persahabatan. Bola Soba’ juga pernah difungsikan sebagai istana sementara Raja Bone, menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS), menjadi asrama TNI, hingga kemudian dijadikan sebagai bangunan peninggalan purbakala.

(Visited 1,981 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Berwisata di Kota Watampone Kab. Bone' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool