Koffie Huis Makassar

Bertemu Romano di Koffie Huis

Bertemu Romano di Koffie Huis
5 (100%) 1 vote

Melalui aplikasi percakapan kelompok, seorang teman mengabarkan kedatangan Ahmad Yunus, penulis buku Meraba Indonesia, ke Makassar. Kang Yunus, panggilan akrab Ahmad Yunus, kata teman tadi bersedia meluangkan waktu untuk bertemu dan berbagi pengalaman bersama teman-teman Kelas Menulis Kepo. Sebuah kelas menulis yang diinisiasi oleh penggiat Kepo Initiative.

Lidah Kang Yunus terkenal peka terhadap rasa kopi, ia pecinta kopi. Jadilah malam itu kami harus mencari sebuah tempat pertemuan yang menyediakan kopi enak. Berhubung Kang Yunus bermalam di salah satu homestay di kawasan Panakukkang, maka kami pun memutuskan untuk mencari kedai kopi yang tak jauh dari situ.

Kawasan Panakukkang terkenal sebagai sentra bisnis di Makassar.  Tak heran jika di kawasan ini banyak dijumpai hotel dan coffee shop. Kami bisa dengan mudah memilih salah satu di antaranya. Namun, ternyata tak gampang menentukan tempat pertemuan kami. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan kami.

Coffee shop pilihan pertama kami terletak di Pasar Segar kawasan Panakukkang. Sayangnya, lantai dua yang bisa dipakai untuk pertemuan tidak ramah pada non perokok. Bagi yang tidak tahan bau rokok pasti akan tersiksa, sementara beberapa peserta yang ingin hadir tak kuasa menahan bau rokok. Pilihan kedua jatuh pada restoran Jepang yang sering dipakai berkumpul oleh komunitas anak muda Makassar. Sayang, tempatnya pun tak memadai.

Untungnya kami segera menemukan sebuah coffee shop yang memenuhi keinginan kami. Ramah bagi perokok dan non perokok, punya ruang atau space yang bisa menampung 10 orang lebih untuk kami ngobrol tanpa terganggu pengunjung lain. Dan, punya screen serta lcd projector untuk memutar video perjalanan Kang Yunus. Tempat itu bernama Koffie Huis.

Kofie Huis terletak di Kompleks Pasar Segar Ruko Blok RA Nomor 1, Panakkukang Makassar. Sesuai namanya, Koffie Huis yang berasal dari bahasa Belanda berarti rumah kopi. Koffie Huis ini pun memiliki tagline Rumah Kopi Indonesia dan menyajikan beragam suguhan kopi menu khas.

Pengelola Koffie Huis sudah menyiapkan ruang dalam bagi kami. Dua sofa panjang empuk telah menanti. Kami memulai obrolan sembari menunggu pesanan kami datang. Kang Yunus memulai dengan berbagi pengalaman perjalanan gilanya mengelilingi Indonesia dengan motor bekas. Bersama Farid Gaban, jurnalis senior, mereka berkeliling dan merekam beragam kisah yang mereka temui di pelosok-pelosok nusantara. Tulisan-tulisan mereka terangkum dalam buku Meraba Indonesia.

Koffie Huis Makassar

Kelas Menulis Kepo bersama Kang Yunus di Koffie Huis Makassar

Obrolan hangat mengalir ditemani dengan suguhan beragam menu kopi yang kami pesan. Selain Kang Yunus yang menikmati Espresso, ada yang memesan Vietnam Coffee, Americano, Cappucino dan Café Latte. Ada pula yang memesan Kopi Tua, sajian kopi hitam ala Koffie Huis. Saya sendiri memesan Romano Coffee, menu utama Koffie Huis ini.

Romano Coffie adalah sajian Espresso yang disajikan dengan beberapa tetes lemon. Untuk saat ini, mungkin belum ada coffee shop di Makassar yang menyajikan menu ini. “Setahu saya, baru Koffie Huis ini yang menyajikan Romano” kata Juju, pengelola Koffie Huis.

Beberapa teman yang bukan peminum kopi memesan Green Tea dan Moccha Latte. Selain sajian kopi yang beragam, mulai dari Esspreso, Americano, Cappucino, Café Latte, Vietnam Coffee, Vanilla Coffee, Avocado Coffee hingga Romano Coffee dan Redler Coffee, Koffie Huis juga menyajikan aneka menu teh seperti Hot/Iced Tea, Milk Tea, Green Tea (Ori/Milk), Lemon Tea, Chai Tea (Ori/Milk), hingga Black Tea.

Obrolan kami berlangsung seru, Kang Yunus berbagi banyak pengalaman dan tips dalam menulis. Saking serunya kami tak sadar waktu berjalan cepat. Saya sendiri dua kali memesan, pesanan kedua berupa Iced Vietnam Coffee. Beberapa teman juga menambah pesanan kopi mereka.

Koffie Huis Makassar

suasana nonton bareng Euro 2016 di Koffie Huis Makassar

Usai obrolan mengenai menulis, kami mengalihkan pandang pada layar besar 3×4 meter yang terpasang di area luar coffee shop. Pengunjung mulai ramai bersorak mendukung tim kesayangan mereka. kami pun larut dalam suasana nonton bareng. Malam itu Inggris mengalahkan Wales dengan skor 2-1 di mana gol kemenangan Inggris dicetak oleh Daniel Sturridge.

Coffee Shop ini juga menyediakan fasilitas nobar Euro 2016 bagi pecinta sepakbola. Khusus di bulan Ramadhan, Koffie Huis mulai buka pukul 17.00 Wita hingga dini hari.

Malam itu kami menikmati tiga hal sekaligus; cerita pengalaman dan tips menulis dan Kang Yunus, sajian kopi enak dan bisa nobar Euro 2016. Semuanya hanya di satu tempat. Koffie Huis Kompleks Pasar Segar Panakukkang Makassar.

(Visited 210 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'Bertemu Romano di Koffie Huis' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool