Berpacu Dalam Memori; Makassar

Berpacu Dalam Memori; Makassar
Vote Us

Sudah berapa lama kamu tinggal di Makassar? Kamu merasa senang dengan Makassar? Punya ketertarikan dengan Makassar? Pernah tinggal di Makassar? Punya suami orang Makassar? Atau punya istri orang Makassar? Atau punya gebetan orang Makassar? Atau pernah disakiti lalu patah hati dengan orang Makassar? Dan kemudian Makassar menjadi tempat yang terus akan kamu kenang dengan segala romantikanya dalam sepinya malam dan rintik hujan, mau atau tidak… Hallah!.

Mungkin saja kota Anging Mammiri ini mempunyai arti yang begitu besar dalam kehidupanmu. Sama seperti dalam kehidupan saya, ayah membawa ibu ke kota ini dengan penuh cinta, lalu kami banyak menghabiskan waktu bersama di kota ini. Akan menjadi sedikit emosional ketika harus mengingat kebersamaan saat lalu dengan orang yang terkasih. Sama ketika saya berusaha membangkitkan memori indah tentang ibu saya yang memilih menetap di kota ini bertahun-tahun mengikuti Ayah saya hingga akhir hayatnya. Menjadikan kota ini sebagai kota yang dirindu tatkala harus pergi ke tempat lain, sebagai rumah yang selalu memanggil-manggil untuk pulang walau tanpa karib sekalipun. Yaa itulah pilihan, setiap kita pasti harus memilih …

Eh mellow, haha XD *seka air mata.

Ini adalah cerita tentang Makassar, dulu dan sekarang dalam rentang waktu dua generasi yang lalu; tahun 70an, 80an, hingga saat ini. Ada banyak perubahan, yaa tentu saja sebab, kehidupan ini selalu tumbuh, selalu berkembang dan selalu melaju ke depan. Tinggal-lah puing-puing harapan masa lalu yang tersimpan rapat dalam jendela foto kekuningan.

Sama seperti yang ingin diceritakan dalam “Het reis boek naar Indonesia“ –kumpulan cerita dan foto perjalanan orang asing ke daerah-daerah di Indonesia-, buku ini menggambarkan beberapa bangunan penting di Kota Makassar pada tahun-tahun tersebut yang tentu saja sudah berbeda jauh dengan saat ini. Tahun 70an dan 80an di Makassar, dimana daerah sebelah barat-lah yang memegang peranan penting dan menjadi pusat kota. Semakin kemari, pembangunan semakin pesat menuju selatan dan utara kota. seperti beberapa gambar berikut ini;

rotterdam

rotterdam2

Jalanan depan Benteng Rotterdam, sejauh mata memandang, di depan sana hanya ada pantai dan laut biru hingga batas pandang. Hanya beberapa rumah penduduk, dengan dermaga sederhana untuk penyeberangan ke pulau-pulau kecil.

Suasana depan Benteng Rotterdam sekarang

Suasana depan Benteng Rotterdam sekarang

rotterdam4

Sekarang, jalanan ini menjadi jalan padat lalu lintas, dengan kios jajanan dan parkiran di kiri –kanan bahu jalan, juga sebuah pujasera kawula muda bernama Kampoeng Popsa. Ya, sunset tidak lagi dapat lagi seramah dulu kamu nikmati, sebab bibir pantai sudah diambil alih oleh Kampoeng Popsa ini. Alih-alih boleh nongkrong gratis sambil menikmati senja dari Benteng Rotterdam, kamu harus nongkrong di pujasera tersebut untuk menikmati sunset.

nusantara-lama

Ruas jalan Nusantara, jalan sepanjang depan pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar ini juga mengalami banyak perubahan, tentu bukan saja dari segi pembangunan dan kepadatan penduduknya. Juga dari segi aktivitas dunia malamnya. Dari dulu hingga sekarang, tempat ini memang terkenal menjadi tempat hiburan bagi mereka yang kurang “ hiburan ”. Tak hanya tempat-tempat karaoke yang menjadi tempat jajanan dunia, bahkan disinyalir saat ini pedagang-pedagang kaki lima pun menyediakan menu yang sama.

nusantara-baru

Tempat ini memang telah menjadi salah satu urban legend yang ada di Makassar, boleh tanya pada mereka yang kini sudah tak lagi muda, pasti menarik untuk disimak. Ada baiknya kamu hati-hati jika mau karaoke-an di tempat ini, tempat ini khusus dewasa! Maka dewasalah berpikir XD.

somba-opu-lama

Pusat Belanja Somba Opu, ini adalah kawasan pasar oleh-oleh yang wajib kamu kunjungi. Sebahagian besar yang mendiami kawasan ini adalah warga keturunan Tionghoa. Sepanjang jalan Somba Opu ini memiliki pola bangunan yang sama, bisa dibilang ruko juga kali yah …!? XD. Sebab memang warga di kawasan ini menjadikan tempat tinggal mereka sebagai rumah dan toko, dengan keseragaman fisik bangunan juga interior luar bangunan yang nyaris sama.

somba-opu-baru

Saat ini, telah banyak renovasi dari bangunan-bangunan aslinya, namun jika kamu memperhatikan dengan seksama dari bangunan-bangunan tersebut, kamu masih bisa mendapatkan bangunan asli dari kawasan ini. Dari dulu hingga saat ini ada cita rasa tersendiri dari kawasan ini yang sulit untuk saya ungkapkan. Atau mungkin saja karena tempat ini begitu berharga bagi saya dengan memori yang tersimpan cantik dari setiap sudutnya.

Bersambung … 😛

 

(Visited 232 times, 1 visits today)


About

Mommy dua anak hebat - perajut dan crafter - sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Berpacu Dalam Memori; Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool