Berpacu Dalam Memori; Makassar ( 2 )

Vote Us

Halo, ketemu lagi hehe, apa kabar kalian? Mudah-mudah baik dan bahagia selalu …

Masih dari buku yang sama; “Het reis boek naar Indonesia“kumpulan cerita dan foto perjalanan orang asing ke daerah-daerah di Indonesia-, saya kembali mengajak teman-teman untuk jalan-jalan kembali ke-tahun-70-an dan 80 di Makassar sambil melihat beberapa bangunan dan tempat-tempat penting yang digambarkan dalam buku ini.

Di mana tentu saja dalam tiap ruasnya akan penuh dengan kenangan dan cerita-cerita  yang menyenangkan dan tidak dapat terlupakan begitu saja; ada teman-teman, ada sahabat, ada kekasih, ada keluarga atau bahkan haters sekalipun, tentang saya, kita, mereka ataupun kamu … eciyee.

Setelah kemarin kita berjalan-jalan di seputaran jalanan depan Benteng Rotterdam, ruas jalan Nusantara dan pusat belanja Somba Opu, kali saya akan mengajak kamu untuk ke sini;

balaikota-lama

balaikota-baru

Balaikota, nah … kantor pemerintahan Kota Makassar ini dulunya merupakan kantor Gubernur. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini terletak di jalan Ahmad Yani No 2 Makassar, sebuah jalan yang membelah jalan Ahmad Yani dengan daerah pecinaan di sebelah utaranya. Tak ada banyak perubahan dari struktrur bangunan balaikota ini dulu dan sekarang, selain memang ada pemeliharaan di beberapa bagian gedung dan perluasan juga penambahan area gedung sebagai ruang produktif kerja.

tbri-lama

Berikutnya Grand Hotel Makassar, yang adalah salah satu hotel yang cukup hits pada tahun 70an. Tidak ada yang tidak tahu hotel ini, dengan fasilitas yang cukup lengkap pada zamannya.  Hotel ini terletak masih di jalan yang sama dengan Balaikota yaitu di jalan Ahmad Yani, berseberangan dengan Kantor Balaikota Makassar. Sayangnya Grand Hotel Makassar sudah tidak beroperasi lagi. Sekarang di tempat ini sudah berganti menjadi kantor salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara, Bank Rakyat Indonesia ( BRI ).

Ada sedikit cerita menarik dari gedung kantor yang satu ini. Menurut salah satu pegawai perusahaan BUMN yang cukup menarik dan baik hati namun tidak boleh disebutkan namanya ini, di tempat tersebut kerap terjadi kejadian-kejadian creepy di gedung kantornya. Misalnya noni-noni Belanda yang suka mondar-mandir, suara anak-anak yang sedang bermain, tentara-tentara tanpa kepala. Hingga bertahun-bertahun sebelumnya kerap diadakan acara selamatan dengan pemotongan sapi. Duh, selametan pakai potong sapi, gimana setannya mau pergi, yang ada tambah Ge-eR dipotongin sapi. Tapi itu dulu …

karebosi

karebosi-baru2

Adapun Karebosi, siapa orang Makassar yang tak kenal dengan tempat yang satu ini? Sejauh ingatan mengalir, tak pernah lepas darinya. Banyak kejadian epik, banyak huru hara, banyak romantika, banyak dinamika kehidupan yang dapat kamu rekam juga dari tempat yang satu ini. Tempat yang menjadi luar biasa yang sering diceritakan orang-orang dan menjadi salah satu ikon dari Kota Anging mammiri yang tercinta ini. Tempat ini juga diceritakan oleh beberapa teman-teman dalam salah satu buku berjudul Makassar Nol Kilometer.

urip-sumoharjo

Salah satu ruas jalan terpanjang adalah jalan Urip Sumoharjo, tahun 70-an di sepanjang ruas jalan ini masih banyak lahan yang kosong. Pemukiman penduduk pun masih jarang, sehingga jalan menjadi sangat lengang. Ibarat negara bagian, bisa dibilang kawasan ini merupakan  negara bagian kedua saking melelahkannya walau hanya berpikir untuk ke sana. Sendunya lagi, pada tahun-tahun ini belum ada angkot yang beroperasi, angkutan umum hanya sebatas bus dan becak.

Oh ya, sebenarnya ada kebun binatang loh disini, berdiri hingga di akhir tahun 70-an. Sayangnya pengelolaan kebun binatang ini tidak berjalan baik dan banyak dari koleksinya yang tidak terpelihara, sehingga akhirnya kebun binatang pun ditutup.

mgh-lama
mgh-baru

Satu lagi bangunan yang cukup populer di Makassar, yaitu Makassar Golden Hotel, salah satu hotel terbaik yang ada dan masih beropresi hingga saat ini. Istimewa memang, sebab Makassar Golden Hotel ini adalah hotel pertama yang ada di pinggir pantai dan menjorok ke laut. Ada sebuah tempat nongkrong yang asyik dari Makassar Golden Hotel namanya Pier 52. Warung dermaga yang sangat cozy. Kamu dapat menikmati senja Losari terbaik dari sini sambil menyeruput es krim yang lezat.

Menyenangkan yah, ada hal-hal yang tidak bisa lepas begitu saja ketika kita mengingat masa yang telah berlalu. Kadang rasanya sangat menyenangkan, kadang mengharukan, kadang suka, kadang duka, bahkan tidak dapat dipungkiri ada terselip kerinduan di sana. ah sudahlah, sekali lagi, inilah kehidupan, ia akan berjalan terus maju tidak mundur.

sampul buku Makassar Nol Kilometer

sampul buku Makassar Nol Kilometer

(Visited 139 times, 1 visits today)


About

Mommy dua anak hebat - perajut dan crafter - sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Berpacu Dalam Memori; Makassar ( 2 )' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool