Rumah Kecil di Pannara Antang Makassar

Berkunjung ke Rumah Kecil Pinggir Sawah di Makassar

Berkunjung ke Rumah Kecil Pinggir Sawah di Makassar
5 (100%) 2 votes

Sebagai orang dulu hidup di kampung, suasana perkampungan selalu saja mengundang rasa rindu saya. Sawah yang hijau, aliran sungai jernih dengan suara gemericiknya yang menenangkan serta suara-suara binatang bebas yang memenuhi gendang telinga. Semua adalah kemewahan yang semasa kecil selalu bisa dinikmati kapan saja.Tapi, bertahun-tahun hidup di kota besar, kemewahan itu benar-benar terasa seperti sebuah kemewahan yang sulit terbeli. Hijaunya sawah tergantikan hitamnya aspal dan ragam warna bangunan yang tegak berdiri angkuh. Aliran sungai jernih tergantikan oleh aliran kendaraan bermotor yang berebut senti demi senti jalanan demi mencapai tujuan akhir mereka. Suara-suara alam tergantikan suara knalpot yang memekakkan telinga.

Tiba-tiba suasana kampung benar-benar terasa saya rindukan. Bukankah kita semua sama? Merindukan nostalgia yang mengguratkan kenangan yang dalam dalam ingatan kita?

Lalu tibat-tiba saya mendengar (melihat sih lebih tepatnya) tentang Rumah Kecil, sebuah cafe unik di Makassar, melalui sebuah akun di instagram yang me-regram akun instagram lainnya. Saya tertarik dengan hijaunya sawah dan suasana teduh yang ditampilkan foto tersebut. Sehari setelahnya, dalam perjalanan pulang dari rumah seorang kawan, kami memutuskan untuk mampir di Rumah Kecil demi menuntaskan rasa penasaran.

Gambaran sawah hijau di samping cafe itu seperti memanggil kenangan tentang kampung nun jauh di sana, tentang kesederhanaan dan keinginan untuk sesekali keluar dari pekaknya kehidupan kota.

Sore baru menjelang ketika Anbhar mengarahkan motornya ke daerah Pannara, Antang. Sayang sekali, jalanan yang macet parah sehabis hujan menjadikan kami tiba terlalu sore.

Agak susah mencari Rumah Kecil yang nyempil di deretan belakang rumah warga Pannara. Setelah beberapa kali bolak balik di lorong yang memasang logo Rumah Kecil di ujung lorong, kami memutuskan bertanya ke ibu-ibu yang sedang duduk-duduk pinggir jalan.

Ternyata untuk menemukan Rumah Kecil haruslah melalui sebuah lorong kecil di samping rumah warga dengan berjalan kaki, kendaraan roda dua bisa diparkir di depan rumah warga sedangkan kendaraan roda empat sebaiknya diparkir di sekitar Mesjid An-Nur (di seberang minimarket di Jl. Raya Baruga) atau di sekitar Mesjid Nurul Iman Pannara (di Jl. Antang Raya dekat Songkolo Bagadang), selanjutnya berjalan kaki ke lokasi.

Pintu masuk menuju Rumah Kecil

Pintu masuk menuju Rumah Kecil

Setelah berjalan sekitar 50 meter, tampaklah pintu masuk menuju rumah kecil di ujung gang. Akhirnyaaa tiba juga. Suasana di Rumah Kecil sedang sepi, hanya ada Intan, istri dari Haswadi/Adi Doang si pemilik Rumah Kecil yang menyambut dengan ramah dan mempersilahkan kami masuk. Katanya lagi sepi karena habis hujan, biasanya baru ramai lagi kalau malam.

rumah kecil Makassar

Rumah Kecil di pinggir sawah

Desain Rumah Kecil sangat unik dan didominasi warna merah hitam. Dari pintu masuk, bergantungan kandang burung yang berkicau merdu, kemudian ada dua bangunan yang terletak di kiri dan kanannya.

Di sebelah kiri adalah toilet yang bersih, wastafel dan cermin sedangkan di bagian kanan adalah bangunan rumah dengan sebuah kamar tidur kecil yang terhubung langsung dengan ruangan luas yang dibagi dua dengan sekat pendek, yang satu adalah semacam teras dengan karpet yang bisa digunakan untuk sholat sedangkan satunya adalah dapur.

Kolam terapi ikan di Rumah Kecil

Kolam terapi ikan, rasanya geli-geli gimana gitu :p

Bergeser lebih ke dalam, di sebelah kiri secara berturut-turut, ada kolam ikan terapi yang cukup luas dan sejuk karena sebagian kolam dinaungi oleh rimbunnya pohon, area duduk pengunjung, kolam ikan air tawar, area duduk dan gazebo. Nah gazebo ini yang jadi spot favorit.

Sedangkan di bagian kanan ada kandang unggas seperti ayam, bebek, angsa, kalkun dan lain-lain. Dan pojok area duduk pengunjung yang dinaungi pohon berbalut kain merah.

Asik sekali menikmati sore di Rumah Kecil Antang Makassar

Asik sekali menikmati sore di Rumah Kecil

Halaman rumah Kecil dikeliling pagar pendek berwarna merah dan berbatasan langsung dengan sawah milik warga sekitar. Saat kami berkunjung, padinya masih hijau jadi sangat segar dipandang mata. Ditambah dengan aneka tanaman yang ada di halaman, kicauan burung dan unggas bersahut-sahutan. Dan pernak-pernik menarik seperti lampu, topeng dan ornamen lainnya.

Lingkungan yang sangat asri seperti sedang berada di pedesaan, membuat waktu berkumpul bersama keluarga dan sahabat jadi makin menyenangkan.

Harga makanan dan minuman di Rumah Kecil sangat bersahabat dengan kantong karena berkisar antara Rp 5000 hingga Rp 17.500, pokoknya tidak menguras kantong deh. Menu yang tersedia saat ini adalah bakso terapi, ubi goreng, kentang goreng, pisang goreng, jus sirsak, jus jeruk, jus alpukat, jus terong, jus apel, kopi dan teh panas/dingin.

Nah, untuk menikmati fasilitas kolam ikan terapi, harus memesan minimal semangkok bakso terapi. Tadinya saya ingin mencoba terapi ikan ini, tapi baru saja menurunkan sebelah kaki ke kolam ikan, ratusan ikan langsung menyerbu dan mulai menggigit. Rasanya geli sekali. Akhirnya saya mengangkat kaki dan memutuskan untuk mengabadikan suasana di sekitar rumah kecil saja.

minum teh di Rumah Kecil Antang Makassar

Mari minum teh

rumahkecil antang makassar

Hijaunya sawah dan burung berkicau di sore hari, bikin suasana makin sejuk

Selepas sholat maghrib, suasana mulai ramai. Masing-masing rombongan mencari spot favoritnya. Dan gazebo tempat kami menjadi incaran karena colokannya 😀 oya, jika berkunjung ke sini jangan harap menemukan koneksi internet karena memang tidak ada.

Malam menjelang di Rumah Kecil Antang

Malam menjelang di Rumah Kecil

Rumah Kecil dibangun sebagai ruang untuk berdiskusi, tempat orang-orang saling bercerita dan bertegur sapa. Ke depannya akan dibangun taman baca dan papan panjat untuk melengkapi fasilitas di Rumah Kecil.

Obrolan hangat dengan Adi Doang, pemilik Rumah Kecil melengkapi kunjungan kami hari itu. Suatu hari nanti, kami akan kembali berkunjung kembali menyaksikan lahirnya ide-ide besar di Rumah Kecil.

(Visited 3,816 times, 1 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Berkunjung ke Rumah Kecil Pinggir Sawah di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool