Berburu Seafood Di TPI Lappa Sinjai

Berburu Seafood Di TPI Lappa Sinjai
5 (100%) 1 vote

Setiap tahun acara ritual mudik sudah menjadi tradisi di mana-mana. Bagi mereka yang hidupnya di peratauan, selalu menyempatkan diri untuk pulang dan berkumpul merayakan momen lebaran bersama keluarga tercinta. Tak terkecuali bagi perantauan Sinjai.

Menjelang lebaran, kota yang tidak terlalu ramai ini  terlihat sibuk dan banyak kendaraan yang lalu lalang di jalanan.  Banyak wajah-wajah asing yang tak biasa melakukan aktifitas di kota yang dijuluki bumi panrita kitta ini.

Setelah merayakan lebaran, berlanjut dengan acara silaturahmi ke rumah-rumah kerabat dan teman. Biasanya momen lebaran dirangkaikan dengan acara reuni. Entah itu reuni dengan teman SD, SMP atau SMA. Semua bersuka cita. Tak heran jika linimasa sosial media penuh dengan unggahan foto-foto. Di situlah keseruannya.

Reuni atau ajang kumpul-kumpul identik dengan acara makan-makan.Tak pelak lagi, semua warung-warung yang ada di Sinjai menjadi inceran. Bahkan kadang warung-warung tsb tidak dapat memenuhi semua keinginan customernya.

Di Sinjai ada wisata kuliner yang selalu menjadi inceran. Adalah TPI Lappa yang selalu menjadi primadona. TPI Lappa sejatinya tempat pelelangan ikan yang juga dijadikan sebagai destinasi wisata kuliner. Seperti tempat pelelangan ikan pada umumnya, tentunya aktifitas  tranksaksi hasil laut yang dibawa oleh para nelayan-nelayan Sinjai menjadi pemandangan biasa setiap malamnya di sini.

TPI Lappa terletak di desa Lappa Kecamatan Sinjai Utara berjarak sekira 4 km dari ibu kota Sinjai. Sinjai termasuk salah satu kabupaten penyuplai hasil laut yang populer di Sulawesi Selatan. Pemadangan unik kerap terlihat saat tranksaksi pelelangan ikan. Tawar menawar antara pedagang dan pembeli berjalan alot. Para penawar bukan saja datang dari masyarakat Sinjai, akan tetapi berasal dari kabupaten-kabupaten tetangga seperti Bulukumba, Bone, Pangkep, Barru dan Soppeng bahkan ada yang berasal dari luar Sulawesi.

Wisata kuliner memang merupakan kegiatan yang paling menyenangkan apalagi bagi mereka yang hobbi makan dan tukang jajan. Makan tak melulu soal rasa namun lokasi ikut mempengaruhi selera dan suasananya. Kejelian masyarakat Sinjai utamanya yang bermukim di Lappa melihat peluang besar TPI Lappa sehingga menyulapnya sebagai tempat kuliner di Sinjai.

Sudah menjadi kebiasaan saya dan keluarga, tak pernah lupa untuk bersilatuhrahmi ke TPI Lappa menjenguk para nelayan-nelayan dan warung-warungnya. Mencari ikan kaneke kesukaan saya serta cumi-cumi dan udang beserta kawan-kawannya. TPI Lappa surganya seafood yang dijamin tidak menguras kantong harganya.

tpilappa1

Aneka macam ikan kerapu

Harga tergantung dengan kondisi laut. Saat angin kencang maka harga ikan dan kawan-kawannya akan melambung namun tak sampai semahal dengan  rumah makan yang ada di Makassar. Hari-hari normal, ikan kaneke dengan jumlah 3 ekor dengan ukuran sekira 500-700 gram dibanderol dengan harga lima puluh ribu hingga tujuh puluh ribu rupiah.

Cumi-cumi ukuran sekira telapak tangan orang dewasa dihargai dengan tiga puluh ribu rupiah perekor. Murah kan? Aneka jenis ikan laut akan sangat mudah ditemui. Mulai dari kaneke, kakap, kerapu, cepa, cakalang bahkan ikan napoleon pun tidak susah untuk didapatkan di TPI Lappa. Ikan napoleon ini sejenis ikan ekspor yang harganya sangat mahal jika dikirim ke luar negeri. Dan Jepang adalah salah satu negara yang selalu menerima pasokan ikan napoleon yang asalnya dari Sinjai.

Keunikan lain dari area kuliner di TPI Lappa adalah warung-warung yang ada area kuliner tidak menyediakan ikan yang akan disantap di warung mereka. Tetapi para pengunjunglah yang membawa sendiri aneka hewan laut yang sudah dibeli di pelelangan lalu membawanya ke warung makan untuk diolah.

Warung-warung tersebut bertugas mengolah aneka jenis hewan laut yang dibawa oleh pengunjung. Sampai sekarang ini , sudah ada beberapa warung yang mempunyai variasi olahan yang sudah kekinian. Tak melulu bakar polos atau bakar dengan bumbu sederhana. Tetapi mereka sudah menambah jenis olahan seperti goreng tepung untuk ikan dan bumbu kecap untuk udang dan cumi-cuminya. Pun jenis sambal atau cobek-cobeknya juga semakin banyak jenisnya. Pengunjung juga bisa meminta sambal tergantung dengan selera masing-masing.

Tak sampai di situ, ciri khas yang ditawarkan oleh TPI Lappa adalah nasi kuning sebagai teman makan dari aneka seafood yang menggoda selera itu. Meskipun juga disediakan nasi putih bagi mereka yang tidak menyukai nasi kuning. Tetapi cobalah untuk mencoba hal-hal baru, nasi kuning biasanya dinikmati saat sarapan pagi di tempat lain. Di Sinjai, nasi kuning dinikmati saat malam kian merambat bersama dengan sajian aneka seafood yang bakal membuat jarum timbangan menjadi galau 😀 Jangan lupa untuk menikmati minuman khas Sinjainya yah. Dijamin bakal ketagihan.

Harga yang dibanderol oleh pemilik warung juga termasuk cukup murah. Sudah sepaket dengan air mineral, biaya mengolah ikan dan kawan-kawannya serta sajian nasi kuning hanya dihargai dua puluh ribu per-orang. Bagaimana? Tak perlu menguras isi ATM kan?

Nah…tunggu apalagi, ayo rencanakan liburanmu untuk sesekali mengunjungi Sinjai. Atau bolehlah sesekali mudik lebaran ke Sinjai. Tetapi jika tidak mempunyai kerabat di Sinjai, cobalah untuk berfikir bagaimana bisa mudik ke Sinjai dengan cara menjadi orang Sinjai agar ada alasan untuk mudik ke Sinjai. *twink*

(Visited 492 times, 1 visits today)


About

Perempuan Biasa, Pentjinta Kuliner, Tukang Jalan, Penikmat dan Pemburu Senja. Kadang ngeblog di http://irhapunya.net


'Berburu Seafood Di TPI Lappa Sinjai' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool