pasar-loak-makassar

Berburu Barang Bekas di Makassar? Ini Dia Tempatnya

Berburu Barang Bekas di Makassar? Ini Dia Tempatnya
5 (100%) 1 vote

Jangan mengira barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi semestinya sudah dibuang saja ke tempat sampah. Salah besar sebab beberapa barang bekas tertentu memiliki para pembelinya sendiri. Para pembeli barang bekas ini umumnya mencari barang bekas untuk dikoleksi atau barang yang masih dapat dimanfaatkan dengan harga lumayan murah seperti peralatan elektronik, spare part atau aksesoris kendaraan bermotor, baju dan buku bekas, perabotan rumah tangga atau barang-barang bekas lainnya.

Di Kota Makassar, ada beberapa lokasi ruas jalan yang dimanfaatkan untuk berjualan barang bekas dan selalu ramai oleh pembeli. Para pecinta barang bekas ini terdiri dari berbagai kalangan dengan beragam tujuan dan orientasi. Ada yang ingin menjadikannya sebagai koleksi, digunakan oleh diri sendiri dan keluarga ataupun untuk dijual kembali.

Bahkan barang bekas yang sudah rusakpun terkadang masih dicari dan diperjualbelikan. Ada bagian-bagian dari barang rusak ini terkadang masih bagus dan dibutuhkan karena biasanya sudah tidak diproduksi lagi di pasaran.  Nah jika kamu merupakan salah seorang yang suka berburu barang bekas di Makassar, jangan lewatkan untuk mengecek ke beberapa lokasi berikut ini :

Sumber : Globalsulsel.com

Sumber : Globalsulsel.com

Jalan Dr. Sutomo

Salah satu pusat lokasi jualan barang bekas di Makassar adalah di Jalan Dr. Sutomo. Tepatnya di sekitar perempatan Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Sawerigading. Tempatnya sederhana, hanya jejeran gerobak-gerobak kios/meja etalase dengan tenda, di kiri-kanan jalan. Barang yang dijual di sini rata-rata gadget dan aksesorisnya. Namun ada juga yang menjual radio bekas, lampu bekas, kamera bekas, serta barang-barang pusaka bekas. Ada pula lapak yang menjual barang baru: dompet-dompet kulit (atau imitasi?).

Jalan Chairil Anwar

Tempat ini lebih mirip pasar loak. Hanya beberapa kios kecil yang berjejer di pinggir jalan Chairil Anwar yang menghubungkan Jl. Botolempangan dan Jl. Sultan Hasanuddin. Tapi meskipun sederhana, di tempat ini setiap harinya selalu ramai dengan pembeli yang mencari barang bekas.

Barang bekas yang dijual di sini kebanyakan adalah perabotan rumah tangga, barang elektronik, sampai alat kebutuhan kantor. Jika mencari kompor bekas, pemanggang roti, sepatu kulit, alat pancing, tape, jam tangan, kipas angin, mesin ketik, lampu cash, koin-koin kuno, guci antik, TV, VCD bahkan mikroskop pun ada di tempat ini.

Tidak hanya menjual barang bekas dengan harga murah, para di pedagang di sini juga membeli barang-barang bekas yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pemiliknya. Barang bekas itu lalu mereka jual lagi dengan mengambil untung. Selain barang bekas, di sini juga tersedia beberapa barang yang masih baru dan tersegel. Jadi pengunjung bisa memilih dan membandingkan, apakah ingin membeli barang bekas atau yang masih baru.

Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Jalan Cendrawasih

Jika pernah melintasi Jalan Cendrawasih, pasti melihat deretan sepeda yang berjejer rapi di pinggir jalan. Ya, Jalan Cendrawasih memang merupakan pusat penjualan sepeda bekas di Makassar, mulai dari  persimpangan Jalan Cendrawasih hingga stadion sepakbola Andi Mattalata atau Stadion Mattoangin. Umumnya para pedagang sepeda bekas ini mulai buka lapak dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore.

Tidak ada kios, mereka hanya menata sepeda bekas tersebut di pinggir jalan dan mulai berjualan. Selain menjual sepeda bekas, para pedagang ini juga menawarkan jasa perbaikan sepeda dan terkadang mereka mengisi waktu dengan memperbaiki sepeda dagangannya tersebut.

Konon, sentra penjualan sepeda bekas di Jalan Cendrawasih ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Awalnya hanya ada dua pedagang sepeda bekas, lalu perlahan mulai bertambah hingga sekarang ada sekitar 20 pedagang sepeda bekas yang melapak di sini. Beragam sepeda bekas yang dijual mulai dari sepeda roda tiga, sepeda kumbang, sepeda ontel, sepeda mini, sepeda tandem, hingga sepeda gunung. Merknya pun bermacam-macam, seperti Polygon, Wimcycle, dan United Bike.

Jl. Maccini Baru

Di lokasi ini merupakan tempat untuk mencari onderdil bekas maupun aksesoris motor. Ada banyak kios yang berjejer di sepanjang jalan yang menghubungkan perempatan Jl. Urip Sumoharjo-Jl. G. Bawakaraeng dengan Jl. Kerung-Kerung ini. Kios-kios semi permanen di kiri kanan jalan tersebut memajang suku cadang/aksesoris motor di depan kios mereka.

Berbagai jenis kap/kap body motor, batok maupun kaca lampu motor, stang motor, spakbor, shockbreaker, knalpot bekas dan lain-lain mudah dijumpai di sini. Selain menjual, mereka juga membeli barang bekas dari pengunjung yang ingin menjual spare-part motor.

 

Sumber : aoiniji.blogspot.co.id

Sumber : aoiniji.blogspot.co.id

Jalan Timor

Tak banyak penjual buku bekas di Makassar, yang tersisa barangkali hanya Toko Wisajaya yang berlokasi di jalan Timor, Pasar Sentral. Kebanyakan yang dijual adalah komik bekas dan novel bekas yang sudah tidak disewakan lagi. Tapi menurut informasi, harga jual buku bekas di toko ini lumayan mahal.

Dahulu di Jalan Cendrawasih ada penyewaan buku yang juga menjual sebagian koleksinya, namanya Sencho tapi sepertinya sudah tutup soalnya beberapa kali saya lewat dan pintunya tidak pernah terbuka lagi.  Selain itu, ada juga penyewaan buku Snoopy di jalan Perintis yang menjual semua koleksinya kecuali majalah NatGeo dan bundel Donal Bebek. Sekarang Toko Buku Snoopy pun sudah tutup.

Jika sedang jalan-jalan pagi di Car Free Day Pantai Losari, terkadang ada pedagang yang menjual buku dan majalah bekas di sana. Juga bisa mengecek facebook fanpage BukuKuJual yang rutin menggelar lapakannya setiap dua atau tiga bulan sekali.

Sumber : Rakyatku.Com

Sumber : Rakyatku.Com

Jalan Toddopuli

Untuk para pecinta cakar alias Cap Karung, silakan datang ke Jalan Toddopuli. Mungkin karena barang barang bekas ini umumnya memang dibungkus dengan karung dari pelabuhan jadi masayarakat memberi istilah dengan cakar (cap karung). Pada umumnya dagangan cakar adalah pakaian, tas, sepatu, dan sandal.

Selain di jalan Toddopuli, ada Sentral Cakar Ratulangi (SCR) di jalan Ratulangi, Bursa Cakar ‘Daimaru’ di Jl. Andalas, deretan pedagang cakar di sepanjang jalan Hertasning Baru, dan juga kios penjual cakar di berbagai pasar tradisional yang ada di Kota Makassar.

Di Toddopuli sendiri, barang cakar yang banyak dijual adalah sepatu cakar. Para pedagang menggelar lapakannya di tepi jalan setiap hari mulai pukul 5 sore hingga pukul 10 malam. Lapak cakar ini seringkali menyebabkan kemacetan lalu lintas saking ramainya para pembeli yang mampir untuk membeli sepatu cakar.

**

Jadi bila kamu membutuhkan sesuatu dengan dana terbatas yang kamu miliki, jangan terburu-buru memutuskan untuk beli baru. Cobalah telusuri lokasi yang saya sebutkan di atas, barangkali saja barang yang kamu cari terselip di antara tumpukan barang bekas. Selamat mencari.

(Visited 8,816 times, 4 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Berburu Barang Bekas di Makassar? Ini Dia Tempatnya' have 1 comment

  1. December 25, 2016 @ 10:19 pm Ita

    Terima kasih. Artikelnya berguna sekali!

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool