kua tradisional baroncong

Baroncong, Kue Khas Makassar Yang Legendaris

Vote Us

Beragam kue tradisional khas Bugis Makassar masih menjadi favorit bagi para penggemarnya. Meskipun makin banyak kuliner modern dengan inovasi terbaru yang mengundang selera untuk mencicipinya dan mencoba merebut hati masyarakat Makassar, kue tradisional tetap memiliki cita rasa yang tak tergantikan. Aneka kue tradisional ini memiliki cita rasa yang berbeda-beda, mulai dari yang manis hingga yang gurih.

Buroncong adalah salah satu kue tradisional khas Bugis Makassar yang hingga saat ini masih diminati. Jajanan ini terbuat dari campuran tepung terigu, santan dan parutan kelapa muda, gula pasir, garam serta penambahan soda kue. Bentuknya seperti busur mirip kue pukis namun dengan ukuran lebih besar, panjangnya sekitar tujuh sentimeter dengan tebal berkisar dua sentimeter.

baroncong-kue-tradisional-makassar

Cara membuat baroncong adalah dengan mencampur bahan-bahan yang disebutkan di atas tadi dan adonan tersebut dibuat agak encer. Tuang adonan tersebut ke dalam cetakan khusus kue baroncong yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Jangan lupa mengolesi cetakan dengan mentega atau minyak kelapa agar adonannya tidak lengket di cetakan. Tutp cetakan dan dibakar, lebih enak jika dibakar menggunakan kayu arang. Saat sudah masak yang ditandai dengan adonan yang mengembang dan pinggirannya berwarna kecoklatan, cungkil sisinya lalu keluarkan kue baroncong dari cetakannya menggunakan gancu.

Baroncong lebih enak dinikmati dalam kondisi masih panas. Rasanya gurih dan legit yang berasal dari kelapa berpadu dengan manisnya kue baroncong. Terkadang rasa baroncong ini bervariasi, tergantung saat membuat adonannya apakah ingin lebih manis, lebih gurih atau agak asin.

Kue baroncong sudah ada sejak puluhan atau bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu sudah dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan, Memang belum ada literatur yang menjelaskan kapan pastinya kue tradisional khas Makassar ini mulai ditemukan. Mungkin juga ada kaitannya dengan kue pancong.

Penyebutan kue baroncong berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang memang menyebutnya kue baroncong, buroncong dan ada juga garoncong. Dalam bahasa Indonesia, biasa disebut sebagai kue pancong. Kue tradisional ini biasanya dijual dengan menggunakan gerobak dorong, belakangan ada yang memodifikasi gerobaknya dengan sepeda sehingga bisa dikayuh tanpa harus didorong dengan tangan lagi.

Di gerobak baroncong ini umumnya ada lemari kaca kecil untuk menyimpan baroncong yang sudah masak, lalu ada ember plastik tempat adonan baroncong yang berwarna putih dan encer dan bagian paling depan gerobak adalah cetakan baroncong dan tungku tempat memanggang adonan. Biasanya pembeli lebih memilih untuk menunggu baroncong dimasak daripada mengambil kue yang sudah tersedia dalam lemari kaca tadi, soalnya rasanya lebih enak saat masih panas.

baroncong-kue-tradisional-makassar

Saya tak ingat kapan terakhir kali saya makan kue baroncong, rasanya sudah lama sekali. Dulu sangat gampang menemukan penjual baroncong yang lewat di depan rumah. Lambat laun, para penjual baroncong ini hilang satu per satu.  Biasanya penjual baroncong ini lewat di pagi hari karena memang sangat pas untuk dijadikan sarapan. Meskipun jika ingin menikmatinya di sore hari ditemani secangkir teh atau kopi, tentu tidak ada salahnya. Saya paling suka dengan kue baroncong yang garing, kepada penjualnya saya biasanya pesan : kasi hangus-hangus ki nah daeng 😀

Di Pantai Losari, penjual baroncong masih mudah ditemukan. Ada beberapa penjual baroncong yang memang mangkal di sekitar Pantai Losari. Penjual barocong ini juga mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional kota Makassar. Waktu berbelanja ikan di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali atau Pasar Lelong, saya melihat ada dua penjual baroncong yang memang mangkal di pasar tersebut setiap pagi.

Salah satu penjual baroncong yang terkenal berlokasi di kawasan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km.12, di depan perumahan Nusa Tamalanrea Indah (NTI). Bapak penjual baroncong ini hanya berjualan mulai pukul 5 sore hingga pukul 10 malam hari saja. Setiap kali saya lewat di malam hari melewatinya, pembelinya selalu rame mengantri menunggu baroncong panas untuk dibawa pulang.

Jadi, jika suatu saat kamu berkunjung ke Makassar, tak ada salahnya mencoba kudapan gurih khas Makassar ini sebagai sarapan untuk menambah energi menjelajahi kota Makassar ataupun cemilan teman bersantai di sore hari.

(Visited 708 times, 4 visits today)


About

Mother of #BabyJo || Blogger http://nanie.me || Traveller and Food Lover http://jokkajokka.com || Find me at IG @naniekoe


'Baroncong, Kue Khas Makassar Yang Legendaris' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool