Bendungan Kampili

Banyak Jalan Menuju Kampili

Banyak Jalan Menuju Kampili
5 (100%) 2 votes

Anda boleh menertawakan saya. Tapi setiap kali melihat saluran irigasi dan bendungan, saya akan selalu teringat dengan pengalaman masa kecil. Masa kecil  saya dihabiskan di sebuah Kabupaten yang terkenal sebagai penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan. Kabupaten Sidrap.Sawah dan saluran irigasi seperti teman akrab yang sulit dipisahkan. Tempat dimana anak kecil berlari telanjang di pinggir saluran irigasi tersier dan kemudian meloncat ke dalam air berwarna coklat yang tingginya sedada.

Ini adalah pertama kalinya kami akan bersepeda ke Bendungan Kampili.Bagi saya, seperti halnya mengenang masa lalu.Masa kanak-kanak bersepeda di pinggir saluran irigasi. Malam sebelum berangkat saya sempat membaca beberapa review perjalanan menuju bendungan kampili. Rata-rata menunjukkan pada satu rute saja. Padahal berdasarkan susuran dari peta digital ada rute lain yang bisa ditempuh menuju tempat itu. Lalu kenapa tak mencoba jalan lain?

Bendungan Kampili

Bendungan Kampili (source: JJS Makassar)

Bulan Ramadhan baru saja datang. Baru menginjak minggu pertama. Hari masih pagi namun matahari sedang semangat-semangatnya bersinar di atas kota Makassar.Saya bersama dua teman seperjalanan – Kang Dani dan Om Robert memacu sepeda dengan kecepatan sedang saja. Jalan masih belum ramai ketika kami menyusuri jalan poros Malino. Melewati pasar Bili-Bili kami sempat singgah bertanya pada warga setempat memastikan arah perjalanan kami sudah tepat.

Bendungan Kampili

Bersepeda di Bendungan Kampili

Kampili adalah sebuah bendungan dengan tinggi bendungan utama 73 m membentang sepanjang 750 m. Merupakan salah satu prasarana pengendalian banjir sungai Jeneberang.Bendungan ini menampung air dari luasan daerah 384,40 km persegi dengan debit air tampungan 375 juta meter kubik air.

Dengan debit air ini Bendungan Kampili bisa mengairi 8.670 Hektar areal persawahan.

Bendungan Kampili

Kang Dani berpose diatas batu

Kampili bisa ditempuh dalam perjalanan sekitar satu jam dari kota Makassar. Jalur paling umum yang ditempuh adalah melewati jembatan kembar Sungguminasa Gowa. Dari jembatan berbelok ke kiri mengarah ke kampus IPDN. Jalan ini akan mengarah ke Bendungan Kampili.

Dengan bersepeda,kami menenempuh jalur lain yaitu jalur Bonto Marannu Gowa.Kami sempat salah arah sehingga harus berbalik. Selepas melewati SD Inpres Borong Kaluku berbeloklah ke kanan menyusuri jalan tambang. Jalan ini akan membawa kita sampai turun ke Sungai.

Bendungan Kampili

Berpose di Bendungan Kampili

Lalu apa menariknya Bendungan Kampili ?

Bendungan Kampili menampung air Sungai Jeneberang yang merupakan aliran letusan gunung api Lompobattang. Erupsi tersebut mengendapkan mineral-mineral di sepanjang aliran sungai Jeneberang, baik dari jenis logam maupun non logam. Batuan-batuan yang terbawa dan diendapkan oleh air (sedimen akuatis) inilah yang membentuk formasi seperti lorong-lorong air yang dramatis.

Bebatuan yang terbentuk di bendungan kampili merupakan hasil sedimentasi pasir.Aliran air kemudian “memahat” bebatuan ini menjadi kelokan-kelokan yang unik.

Bendungan Kampili

Bermain sepeda di dasar Bendungan

Matahari sudah naik sepenggalah. Bias-biasnya menyinari sungai dan bebatuan berwarna kuning. Lekuk-lekuknya mencibtakan labirin-labirin air yang terus mengalir sampai ke muara. Pemandangan ini membuat saya teringat potongan-potongan film Jack Shadow yang berkelana di Planet Mars.

Bila anda sedang berjalan-jalan ke Makassar, Bendungan Kampili adalah salah satu pilihan yang menyenangkan.

(Visited 7,808 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Banyak Jalan Menuju Kampili' have 3 comments

  1. July 6, 2015 @ 1:12 pm Yudi Randa

    Daeng, itu bendungan sebenarnya buatan atau alam punya? potongan batu2nya keren

    Reply

    • July 7, 2015 @ 9:25 am Asdar Azis

      Bendungannya buatan manusia. Namun batu-batu yang ada dibawahnya adalah bentukan alam.

      Reply

  2. February 13, 2016 @ 8:11 am Besse Nurhikmah

    Keren skliii,,

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool