Bandar Udara Internasional Hasanuddin

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Pintu Gerbang Makassar

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Pintu Gerbang Makassar
5 (100%) 2 votes

Mengunjungi suatu daerah tentu yang pertama kali kita injak adalah pintu gerbangnya. Dan berwisata ke Makassar, kita akan menginjakkan kaki di salah pintu gerbangnya, yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (Sultan Hasanuddin International Airport). Bandara yang namanya diambil dari nama salah seorang pahlawan nasional yang berasal dari kerajaan Gowa tersebut merupakan bandara pertama di Indonesia yang memiliki konstruksi dan desain modern. Bandara berkode UPG yang berada di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura I ini juga merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia.

Bandar Udara Internasional Hasanuddin

Bandar Udara Internasional Hasanuddin (Sumber: Forum SkyScrapercity)

Sebelum bernama resmi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, ada beberapa nama yang pernah disematkan untuk bandara yang menjadi pintu gerbang menuju Indonesia Timur tersebut. Ketika dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1935 dan diresmikan 27 September 1937, bandara ini diberi nama Lapangan Terbang Kadieng dengan konstruksi lapangan terbang rumput (runway 08-26). Sewaktu Jepang menduduki Indonesia, tahun 1942 landasan ditingkatkan dengan konstruksi beton dan namanya berubah menjadi Lapangan Terbang Mandai. Tahun 1945, Pemerintah Sekutu (Hindia Belanda) kemudian membangun runway baru (runway 13-31). Pasca kemerdekaan, nama bandara kembali mengalami beberapa kali perubahan. Tahun 1955 berganti menjadi Pelabuhan Udara Mandai, tahun 1980 menjadi Pelabuhan Udara Hasanuddin, dan tahun 1985 kembali berganti nama menjadi Bandar Udara Hasanuddin yang dipakai sampai tahun 2008. Seiring dengan penggunaan terminal baru dan atas usul beberapa pihak, tahun 2008 nama bandara kembali diganti dengan nama Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Bandara ini juga sudah mulai melayani penerbangan haji (embarkasi/debarkasi) sejak tahun 1990.

Seperti beberapa bandara besar di daerah lain, bandara ini berada di wilayah kota tetangga. Jika Djuanda Surabaya berada di Sidoarjo, Soekarno Hatta Jakarta di Cengkareng, Kuala Namu Medan di Deli Serdang, Sultan Hasanuddin pun bukan di Kota Makassar. Secara geografis bandara Sultan Hasanuddin berada di Kab. Maros, berjarak ± 22 KM dari pusat Kota Makassar. Karena berada di wilayah Kab. Maros, pemda setempat ngotot agar nama daerahnya disebutkan pula nama penyebutan nama bandara. Makanya ketika pesawat akan mendarat, pramugari biasanya akan menyebutkan nama bandara dengan “Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros”.

Jika Anda pernah berkunjung ke Makassar sebelum bulan Agustus 2008, kemungkinan besar Anda masuk melalui terminal lama bandara. Sekarang terminal tersebut hanya difungsikan ketika musim haji sebagai terminal haji. Tahun 2008, tepatnya tanggal 4 Agustus, penggunaan terminal baru yang lebih modern mulai digunakan, walaupun peresmiannya sendiri baru dilakukan oleh Presiden SBY pada tanggal 26 September 2008. Desain dan konstruksi modern terminal baru bandara Sultan Hasanuddin menjadi pionir pengembangan bandara lainnya di Indonesia. Pembangunan terminal baru juga menambah kapasitas daya tampung bandara menjadi 7 juta penumpang per/tahun. Walaupun kabarnya saat ini jumlah penumpang yang lalu lalang di Bandara Sultan Hasanuddin sudah jauh melebihi kapasitas daya tampungnya.

Terminal Lama Bandara Hasanuddin

Terminal Lama Bandara Hasanuddin

Selain terminal baru, bandara ini juga membangun runway baru (runway 03-21) dan baru mulai digunakan akhir 2009. Runway ini berada sejajar dengan terminal baru dan ujungnya bersilangan dengan runway lama. Sementara runway lama (runway 13-31) juga tetap digunakan jika cuaca atau arah angin tidak mendukung untuk penggunaan runway baru. Dengan adanya runway baru yang lebih panjang (3.100 m, runway lama 2.500 m), memungkinkan pesawat jumbojet seperti Boeing 747 untuk mendarat di sini.

Bandara Hasanuddin

Jumbojet B747-400 Garuda di Bandara Sultan Hasanuddin (Sumber: Forum SkyScrapercity)

Desain dan konstruksi modern yang dimiliki Bandara Sultan Hasanuddin menjadi salah satu yang menarik perhatian penumpang yang datang atau transit di Makassar. Desain atap dan warna langit-langit yang unik, penempatan miniatur kapal Phinisi di area ruang tunggu penumpang, sampai air mancur yang berada di depan terminal bandara menjadi objek menarik untuk berfoto. Selain itu, ada juga patung besar Sultan Hasanuddin di area halaman bandara. Sejak tahun 2014 Bandara juga membuka hotel transit yang berada di area terminal. Selain itu, ke depannya akan ditambah dengan fasilitas rumah sakit dan “business center” untuk menjadikannya sebagai airport city.

Miniatur Phinisi di Dalam Terminal Bandara

Miniatur Phinisi di Dalam Terminal Bandara (Sumber: Forum SkyScrapercity)

TIKET KE MAKASSAR

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia, bandara Sultan Hasanuddin melayani penerbangan hampir ke seluruh pelosok Indonesia. Mulai dari Aceh (via Jakarta) di ujung barat Indonesia, sampai ke Papua yang ada di ujung timur Indonesia. Hampir semua maskapai melayani penjualan Tiket ke Makassar. Dan sebagai pintu gerbang, penerbangan-penerbangan ke Indonesia Timur biasanya akan transit di Bandara Sultan Hasanuddin. Tak heran jika bandara ini harus beroperasi 24 jam.

Sejumlah penghargaan pun pernah disabet bandara ini. Pada 2011, Bandara Sultan Hasanuddin masuk dalam kategori 3 besar bandara terbaik di Indonesia. Juga menerima penghargaan untuk kategori Bandara Baru Padat dan Toilet Umum Bersih. Kemudian pada tahun 2012 kembali menerima sejumlah penghargaan yaitu Best Airport dan Creative Airport pada Bandara Award 2012.

Selain sebagai bandara sipil, terdapat juga pangkalan militer di sini. Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin (Lanud Sultan Hasanuddin) merupakan salah satu pangkalan udara tipe A yang dimiliki TNI-AU. Di sinilah pesawat tempur tercanggih Indonesia, Sukhoi (Su-27SKM dan Su-30MKI) bersarang. Jika beruntung mendarat di runway lama bandara Sultan Hasanuddin dan berputar di apron bandara lama, Anda bisa menyaksikan burung-burung besi penjaga langit nusantara tersebut berbaris rapi di sarangnya.

Pemesanan Taksi dan Mobil Rental dengan Komputer

Konter Pemesanan Taksi dan Mobil Rental dengan Komputer (Sumber: Forum SkyScrapercity)

Bis Damri Khusus Bandara ke Pusat Kota Makassar

Bis Damri Khusus Bandara ke Pusat Kota Makassar (Sumber: Forum Skyscrapercity)

Untuk layanan transportasi ke pusat kota, ada banyak alternatif yang bisa digunakan. Ada Bis Damri khusus bandara yang langsung menuju pusat kota. Berangkat setiap 1 jam sekali dari bandara dan melewati jalan-jalan protokol dan berhenti di Jl. Ribura’ne (Depan RRI). Bis ini beroperasi mulai jam 05.00 WITA s/d 20.00 WITA (dari pusat kota) dan 08.30 WITA s/d 24.00 WITA (dari bandara) dengan tarif Rp. 25.000. Sementara jika ingin menggunakan taksi atau mobil rental, tersedia komputer yang memudahkan penumpang untuk melakukan pemesanan. Komputer yang berada di dekat pintu keluar kedatangan tersebut memberikan kenyamanan ke penumpang untuk memilih menggunakan taksi atau mobil rental. Selain itu, tersedia juga shuttle bus gratis yang akan mengantar penumpang keluar dari area bandara.

Jadi, “Selamat datang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros”.

(Visited 6,455 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Pintu Gerbang Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool