baju bodo

Baju Bodo; Budaya, Cinta Dan Makna

Baju Bodo; Budaya, Cinta Dan Makna
5 (100%) 1 vote

Malabbiri, memang tongi. Tau lolonna Sulawesi. Baju bodo, kasa eja. Lipa’ sabbe curak labba’

Potongan kalimat di atas adalah potongan syair salah satu lagu daerah Makassar berjudul Taulolonna Sulawesi (gadis Sulawesi). Dalam syair itu disebutkan tentang baju bodo, pakaian khas para perempuan Sulawesi Selatan.

Ragam wisata dan budaya yang ada di Sulawesi Selatan adalah satu dari warna yang ada di Indonesia. Sulawesi Selatan, Makassar sebagai ibukota propinsi memanggil-manggil-mu dengan penuh cinta. Empat suku –Bugis, Makassar, Mandar, Toraja-  yang ada di dalamnya memberi nuansa tersendiri. Begitu pula dengan pakaian adat serta corak kain tradisonal dari ke-empat suku yang ada.  Yang mana salah satunya adalah Baju Bodo.

Dalam bahasa Makassar, baju bodo berarti baju pendek. Ini untuk membedakan dengan baju lain yang bentuknya lebih panjang atau disebut Baju Labbu (baju panjang). Baju bodo memang lebih pendek, baik di lengan maupun di kakinya.

Baju bodo adalah pakaian yang tebuat dari tenunan kapas atau sutra, tenunan sederhana tanpa potongan kemudian dilipat dua, diberi lubang leher dan tangan. Pada umumnya tenunan untuk Baju Bodo ini dibuat menerawang. Baju bodo diproduksi untuk kalangan sendiri dengan pencelupan warna yang disesuaikan untuk siapa baju bodo itu diperuntukkan nantinya. Setelah celup warna dilakukan, proses selanjutnya adalah celup kanji atau Tokko kemudian dijemur dengan menggunakan pemberat untuk memberikan efek kaku pada kain.

Disinyalir, baju bodo merupakan salah satu pakaian tertua di dunia. Baju bodo dahulu digunakan sebagai pakaian harian oleh masyarakat Bugis-Makassar. Perempuan-perempuan Bugis mengenanakan baju sederhana ini sebagai pakaian harian dan sebagai pakaian pesta juga; hal ini dibedakan dari pilihan warnanya. Baju Bodo juga kerap kali digunakan sebagai pakaian pernikahan dan khusus kepada kalangan kerajaan sebuah baju bado beserta asesoris yang terbuat dari emas murni disiapkan untuk anak-anak raja, saat putri-putri tersebut mulai beranjak dewasa.

Beberapa referensi mengatakan, kain yang digunakan dalam pembuatan Baju Bodo ini adalah jenis kain yang dikenal dengan sebutan kain Muslin (Eropa), Maisolos (Yunani Kuno), Masalia (India Timur), atau Ruhm (Arab). Kain ini pertama kali diperdagangkan di kota Dhaka, Bangladesh. Hal ini merujuk pada catatan seorang pedagang Arab bernama Sulaiman pada abad ke-19. Sementara pada tahun 1298, dalam buku yang berjudul “The Travel of Marco Polo”, Marco Polo menggambarkan kalau kain Muslin dibuat di Mosul (Irak) dan diperdagangkan oleh pedagang yang disebut Musolini.

Namun kain yang ditenun dari pilinan kapas yang dijalin dengan benang katun ini sudah lebih dahulu dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan, yakni pada pertengahan abad ke-9, jauh sebelum masyarakat Eropa yang baru mengenalnya pada abad ke-17, dan populer di Perancis pada abad ke-18. Kain Muslin memiliki rongga-rongga dan jarak benang-benangnya yang renggang membuatnya terlihat transparan dan cocok dipakai di daerah tropis dan daerah-daerah yang beriklim panas.

baju bodo

Anak Dara berbaju bodo

Sesuai dengan namanya, “Bodo” yang berarti pendek dalam bahasa setempat, baju ini memang pendek, hanya sebatas paha, tidak berlengan dan menggelembung saat digunakan. Awalnya baju bodo dikenakan tanpa lapisan, sehingga kain yang menerawang mampu menggambarkan lekuk tubuh penggunanya. Namun seiring dengan masuknya Islam ke tanah Sulawesi, khususnya selatan penggunaan baju bodo mudai disandingkan dengan dalaman yang berwarna senada, lebih cerah atau lebih gelap pada penggunaannya.

Pakaian yang saat ini sering dikenakan pada saat ada acara adat ini juga memiliki sarat tertentu akan warnanya. Warna kuning gading untuk anak dibawah umur 10 tahun menggambarkan keriangan dan menganalogikan agar sang anak cepat bertumbuh. Lalu jingga dan merah muda untuk perempuan berusia 10 sampai 14 tahun, dalam bahasa Bugis, merah muda adalah Bakko, representasi dari kata “Bakka” yang berarti setengah matang atau bertumbuh, baju dengan warna ini juga diperuntukkan untuk mereka yang belum menikah. Kemudian merah darah untuk perempuan berusia 17 sampai 25 tahun, dikenakan bagi mereka yang telah menikah atau memiliki anak, dengan filosofi merah sebagai darah dalam proses melahirkan anak. Adapun warna putih dipakai para inang dan dukun atau Bissu yang melambangkan kesucian, diyakini mampu menjadi penghubung dengan khayangan atau Botting Langi, dunia nyata dan dunia roh atau Ale Kawa.

Berbeda dengan warna hijau, warna ini dikhususkan untuk raja, bangsawan dan keturunannnya yang dalam bahasa Bugis di sebut Maddara Takku atau keturunan bangsawan. Warna hijau dalam bahasa Bugis adalah “Kuddara”, yang berasal dari kata na-takku dara-na, secara harafiah berarti mereka yang menjunjung tinggi harkat kebangsawanannya. Serta warna hitam untuk permaisuri raja dan mereka yang dituakan.

Sedangkan warna ungu dipakai oleh para janda, yang dalam bahasa bugis “Kemummu” yang berarti lebam. Dan dalam pranata sosial masyarakat bugis jaman dahulu, menikahi seorang janda adalah sebuah aib. Ngeri yah, janda, ungu, lebam… huhuhu T_T

Ohya, untuk saat ini untuk mendapatkan sebuah baju bodo kamu tidak harus menenunnya sendiri. Ada toko oleh-oleh sepanjang jalan Somba Opu dan Pattimura Makassar yang menjualnya. Baju bodo dengan banyak pilihan dan modifikasi, dengan range harga ratusan ribu sampai jutaan, tergantung dari jenis kain yang digunakan, hiasan bordir dan payet, hingga pilihan warna yang semakin banyak dan menarik. Hingga ungu pun tidak lagi terlihat se-mengerikan dulu, ada ungu pastel yang unyu di sana.

baju bodo

Perempuan Bugis 1930an

Foto: Wikipedia | AngingMammiri – Informasi & Data: Berbagai sumber

 

(Visited 1,009 times, 1 visits today)


About

Mommy dua anak hebat - perajut dan crafter - sesekali curhat di ungatawwa.wordpress.com


'Baju Bodo; Budaya, Cinta Dan Makna' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool