Bagian Terbaik Bangun Pagi di Makassar

Bagian Terbaik Bangun Pagi di Makassar
5 (100%) 1 vote

Kemana dunia berpihak di pagi ini ?
Tak ada kabar yg kuterima,
Selain bisikmu yg kutemui pada sisa mimpi  semalam
Selamat pagi.

Bias sinar mentari lembut menyapu – menyapu kulit. Satu persatu lampu-lampu mulai dipadamkan. Jalanan masih sepi dari lalu lalang kendaraan. Jam 05.30, saya memarkirkan kendaraan di Pantai Losari. Salah satu icon Kota Makassar. Secangkir teh hangat masih terasa kesegarannya dalam tenggorokan. Saya duduk membetulkan tali sepatu lalu dilanjutkan dengan melakukan peregangan ringan.

Pagi ini cuaca Kota  Makassar cerah. Begitu sayang bila melewatkan pagi yang indah begitu saja. Lari pagi salah satu ide yang baik.

Pantai Losari di Pagi Hari

Pantai Losari di Pagi Hari

Saya menyusuri Pantai Losari. Di hari minggu tempat ini merupakan area car free day. Beragam kegiatan dilakukan ditempat ini mulai dari olahraga ,jalan-jalan santai dan bercengkrama antar sesama warga. Pantai losari merupakan anjungan beton sepanjang 2 km. Dulunya pantai ini pernah dijuluki sebagai restoran terpanjang di dunia. Julukan ini diberikan karena sepanjang pantai ini berjejer penjual makanan khas Makassar. Kita bisa menikmati makanan pada sebuah tembok yang memanjang sepanjang pantai.Kini tembok-tembok ini telah dirobohkan.

Sebagai gantinya Pantai Losari telah dibuatkan anjungan yang menjorok kearah laut. Anjungan-anjungan ini kemudian dinamai dengan 4 etnis mayoritas yang ada di Sulawesi Selatan : Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.Didalam anjungan ini juga dibangun patung-patung pahlawan lokal dan nasional.Beberapa monumen yang menggambarkan hal-hal etnik yang menjadi ikon Sulawesi Selatan. Berlari di ditempat ini menyenangkan sembari melihat-melihat keindahan laut.

Setelah melewati Pantai Losari, perhatian kita akan teralih dengan sebuah benteng yang dibangun di tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna.Benteng ini dinamai Benteng Ujung Pandang namun lebih terkenal dengan nama Fort Rotterdam.Benteng Ujung ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Benteng ini pula menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat melawan imprealisme asing. Bila anda berlari di sekitaran Fort Rotterdam, anda akan menikmati sebuah taman yang dibangun di tepian sungai yang terdapat dipinggir tembok benteng. Meski sudah berusia ratusan tahun tembok-tembok dinding benteng ini masih berdiri kokoh.

Fort Rotterdam di pagi hari

Fort Rotterdam di pagi hari

Deretan tembok-tembok dinding benteng yang kokoh ini membawa kita menuju ke titik nol Kota Makassar. Awalnya titik Nol Makassar berada di lapangan Karebosi yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari tugu ini. Tugu ini memiliki 4 sisi penopang yang melambangkan 4 etnis utama yang ada di Sulawesi selatan. Sebuah bola dunia dan dibagian puncak tugu terdapat patung sepasang muda-mudi yang mengangkat tangan seolah menyambut siapapun yang datang ke Makassar.

Tugu titik Nol Makassar di pagi hari

Tugu titik Nol Makassar di pagi hari

Matahari semakin meninggi, hawa hangat pun mulai terasa. Saya mempercepat langkah menapaki jalan meninggalkan tugu menuju ke sebuah lapangan yang dulunya merupakan titik nol Makassar. Lapangan Karebosi.

Karebosi Link di Pagi Hari

Karebosi Link di Pagi Hari

Lapangan ini telah bersolek dengan cantik. Sebuah mall dibawah tanah telah dibangun ditempat ini. Di pagi dan sore hari lapangan ini ramai di kunjungi warga yang hendak berolahraga. Lapangan ini dilengkapi dengan jogging track yang teduh. Selain itu beberapa sarana olahraga lain tersedia ditempat ini seperti: sepakbola, basket, tenis lapangan, dan arena skateboard.

Tak Jauh dari Lapangan Karebosi terdapat terdapat Tugu Mandala. Sebuah monumen yang dibangun sebagai wujud penghormatan dan mengenang pahlawan dalam membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah. Bangunan ini dibangun selama dua tahun yakni mulai pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1996. Di hari minggu kawasan Jenderal Sudirman tempat dimana tugu ini berada juga merupakan area Car Free Day. Disini anda bisa berlari dengan leluasa tanapa takut tersenggol kendaraan bermotor.

Tanpa terasa saya telah memutari kawasan ini dan kembali ke Pantai Losari. Aplikasi endomondo di smartphone menunjukkan jarak kurang lebih 5 km.

Bergegas saya kembali ke kendaraan. Pagi yang indah ini terasa tidak lengkap tanpa di temani dengan secangkir kopi Arabica Toraja sembari menikmati kue-kue tradisional. Dan Warung Kopi yang banyak tersebar di seluruh Makassar adalah tujuan saya.

Semua hal ini merupakan bagian terbaik dari bangun pagi di Makassar.

(Visited 516 times, 2 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'Bagian Terbaik Bangun Pagi di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool