Coto Makassar

Aroma Coto Gagak, Lain Tangan Lain Rasa

Aroma Coto Gagak, Lain Tangan Lain Rasa
5 (100%) 1 vote

Kata orang, ke Makassar tak sah jika tidak singgah ke Pantai Losari. Ada juga yang mengatakan tak lengkap jika tidak mencicipi coto. Demikianlah sebagian kalimat yang biasa dilontarkan untuk mempromosikan tempat maupun kuliner khas Makassar. Jadi jika berkunjung ke Makassar, semua itu harus masuk dalam itinerary kamu.

Coto Makassar

Aroma Coto Makassar yang beda

Coto memang menjadi salah satu kuliner khas andalan kota ini. Bahkan sudah banyak juga warung coto di daerah lain. Namun tentu rasanya berbeda jika dinikmati di kota asalnya, di Makassar. Tidak sulit menemukan penjual coto, karena banyak tersebar di berbagai penjuru kota. Mulai dari warung kaki lima dengan tenda seadanya, warung makan, restoran, sampai di hotel-hotel berbintang yang ada di Kota Makassar.

Umumnya warung coto mulai melayani pembeli sejak pagi, dan tutup di siang/sore hari jika stoknya sudah habis. Namun ada juga yang buka sampai malam, bahkan 24 jam. Nah salah satu warung coto yang melayani pelanggan hingga 24 jam adalah Aroma Coto Gagak.

Coto Makassar

Warung sederhana Aroma Coto Gagak di sudut Jl. Gagak dan Jl. Kakatua

Coto Gagak bukan berarti daging yang digunakan adalah daging burung gagak. Namun karena warung ini berada di jalan Gagak. Tepatnya di Jl. Gagak No. 27, di pertigaan dengan Jl. Kakatua. Memang sebagian besar warung coto di Makassar menggunakan nama jalan tempatnya berdiri sebagai nama warung mereka.

Sebelumnya warung ini bernama “Lain Tangan Lain Rasa”. Menurut H. Jamaluddin Dg. Nassa, pendiri sekaligus pemilik Aroma Coto Gagak, nama tersebut diganti sebagai penanda bahwa coto yang dijual memiliki aroma yang khas. Sehingga orang yang lewat dan membacanya akan tertarik untuk singgah dan mencoba aroma coto racikannya.

Sewaktu pertama kali didirikan tahun 1965, warung ini berada di Jl. Rajawali. Lokasi yang sekarang baru mulai ditempati sejak tahun 1975. Artinya warung ini sudah berdiri selama 50 tahun dan sudah 40 tahun menempati lokasi yang sekarang. Walaupun demikian, suasana warung tersebut tetap sederhana. Dengan meja panjang dan kursi plastik.

Namun untuk memuaskan pelanggan, disediakan juga ruang VIP bagi yang ingin menikmati coto di ruangan yang nyaman ber-AC. Ruang VIP ini adalah bangunan terpisah yang berada di sebelah warung tenda Coto Gagak. Tentu sensasinya berbeda jika menikmati coto di warung tenda dengan di ruangan ber-AC. Kata orang, coto lebih enak dinikmati sambil berkeringat. 😀

Coto Makassar

Bangunan tambahan baru lebih nyaman dengan ruangan ber-AC

Dengan tetap menjaga kualitas daging dan mempertahankan resep bumbu awal, kualitas rasa Aroma Coto Gagak memang tidak diragukan lagi. Daging lokal yang digunakan berasal dari Bulukumba, Sinjai, Luwuk (Banggai) maupun dari Kupang. Sementara resepnya diracik sendiri oleh Dg. Nassa dan istrinya Hj. Suharni. Kebersihan dan pelayanan juga jadi kuncinya. Hal ini bisa dilihat dari selembar sertifikat dari Departemen Kesehatan yang dipajang di dinding warung.

Tungku tanah liat untuk memasak daging dan kuah coto pun sengaja ditempatkan di ruang terbuka, demikian juga tempat cuci piring. Jadi pelanggan bisa melihat langsung proses peracikan coto hingga sampai di meja makan tanpa ada yang disembunyikan. Karena itu juga, sampai sekarang aroma Coto Gagak tidak membuka cabang, khawatir banyak yang berbeda dengan warung aslinya.

Coto Makassar

Proses peracikan coto sebelum tiba di meja pengunjung

Coto Makassar

Dengan tungku tanah liat, kuah coto memiliki aroma khas dan panas lebih lama

Tak heran jika setiap hari warung ini selalu ramai dengan pengunjung yang datang silih berganti. Beberapa pejabat dan artis pun pernah singgah di sini. Hal ini bisa dilihat dari foto-foto mereka juga dipajang di dinding.

Nah, jika berkunjung ke Makassar, jangan lupa singgah di Aroma Coto Gagak, rasakan bedanya, karena lain tangan, lain rasa 😀

(Visited 1,101 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Aroma Coto Gagak, Lain Tangan Lain Rasa' have 1 comment

  1. June 24, 2015 @ 4:00 am Bimo Aji Widyantoro

    saya sering makan coto ini. Karena kebetulan saya sedang peneitian di Mariso, kalau sedang rehat sering makan coto gagak ini. Rasanya maknyus beda dari yang lain

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool