Al-Markaz Al-Islami, Pusat Kebudayaan Islam di Makassar

Al-Markaz Al-Islami, Pusat Kebudayaan Islam di Makassar
5 (100%) 1 vote

Mengunjungi kota Makassar, ada banyak jenis wisata yang bisa dilakukan. Selain wisata kuliner dan bahari, wisata lain yang bisa dilakukan adalah wisata religi. Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Yusuf atau biasa disebut Al-Markaz.

Taman di halaman mesjid, (sumber: archnet)

Masjid Al-Markaz merupakan pusat ibadah dan kebudayaan Islam di Makassar. Berada di bawah Yayasan Islamic Center, beralamat di Jl. Masjid Raya No. 57 dan berada di Kel. Timongan Lompoa Kec. Bontoala, tidak jauh dari Pasar Terong. Lokasinya yang strategis, terletak di tengah kota, membuatnya mudah dijangkau dengan kendaraan umum atau pete-pete.

Pembangunan masjid ini berasal dari ide (Alm) Jend. M. Yusuf yang ingin membangun masjid monumental di Makassar. Ide ini didapat ketika beliau menjadi Amirul Hajj tahun 1989. Masjid ini baru mulai dibangun tanggal 8 Mei 1994 dan selesai tanggal 12 Januari 1996 dengan menelan biaya sekitar 12 miliar rupiah yang merupakan sumbangan dari tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha dan juga bantuan pemerintah. Dibangun di atas lahan bekas kampus Unhas, pemancangan tiang pertama dilakukan oleh 2 mentari saat itu, yaitu Yogi S Memet (Menteri Dalam Negeri) dan Edy Sudrajad (Menteri Pertahanan dan Keamanan). Adapun khotbah pertama dilakukan oleh Prof. Dr. H.M.Quraisy Shihab, MA yang waktu itu adalah rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sementara ceramah ilmiah perdana Oleh Almarhum Prof.Dr.H. Nurcholish Madjid. Masjid ini mampu menampung 10.000 jamaah.

Aerial view Al-Markaz-Al-Islami (sumber: islam44.net)

Aerial view Al-Markaz-Al-Islami (sumber: islam44.net)

Masjid Al-Markaz diarsiteki Ir. Achmad Noe’man, seorang arsitek dari ITB Bandung yang memang mengkhususkan diri di bidang rancangan masjid. Masjid dengan nuansa hijau ini juga mengadopsi bentuk bangunan arsitektur lokal. Atap masjid mengadopsi bentuk atap masjid Katangka, sementara atap segitiga di bagian depan mengikuti bentuk atap rumah Bugis. Walaupun tidak menggunakan tiang penopang di bagian tengah, pondasi bangunan utama masjid sangat kuat karena terdiri dari 450 tiang yang ditanam sampai kedalaman 21 meter. Bagian atapnya sendiri menggunakan bahan tembaga atau tegola buatan Italia. Sementara dinding lantai satu menggunakan keramik, sedangkan lantai dua dan tiga menggunakan batu granit.

Interior mesjid, tanpa tiang penyangga di dalam mesjid

Interior mesjid, tanpa tiang penyangga di dalam mesjid (sumber: raddien[dot]com)

Selain itu arsitektur lokal, Al-Markaz juga mengadopsi bentuk menara Masjid Nabawi di Madinah. Masjid berlantai 3 ini terdiri dari beberapa bagian. Selain bangunan utama masjid, terdapat 2 bangunan tempat wudhu di sayap kiri dan kanan bangunan utama dan juga menara utama. Secara umum memiliki 5 menara, 4 lainnya berada di ke empat sudut bangunan utama, sementara menara utama berada di halaman masjid. Menara utama ini memilki ketinggian 84 m, di mana di ketinggian 17 m, di dalamnya terdapat penampungan air.

Menara utama dan salah satu menara di sudut bangunan utama (sumber: duniamasjid)

Menara utama dan salah satu menara di sudut bangunan utama (sumber: duniamasjid)

Halaman dan tempat parkir yang luas serta pohon-pohon yang hijau menjadi tempat nyaman dan menyejukkan. Halamannya juga dilengkapi dengan koridor yang panjang. Hiasan lampu taman membuat masjid ini tampak indah di malam hari. Bentuk masjid yang megah, unik dan indah serta halaman yang luas tak jarang jadi lokasi pemotretan, terutama prewedding.

Sesuai namanya, Al-Markaz Al-Islami (pusat Islam atau Islamic center), masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Islam. Di lantai pertama, Al-Markaz memiliki sebuah perpustakaan yang selalu ramai dikunjungi. Terdapat juga Taman Kanak kanak (TK), Taman bacaan Alquran (TPA), Baitul Maal Watanwil (BMT), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kelompok bimbingan ibadah Haji (KBIH), Koperasi, Lembaga penterjemah Alquran, Kursus Bahasa Inggris, Arab, Radio Penerbitan dan lainnya. Sementara lantai 2 dan 3 digunakan sebagai tempat sholat dan kegiatan lainnya.

Koridor masjid

Koridor

Di hari Jum’at, Al-Markaz sangat ramai. Koridor-koridor yang panjang dipenuhi penjual kaki lima yang menjajakan dagangan mereka sebelum dan sesudah ibadah sholat Jum’at. Berbagai macam dagangan bisa dijumpai di sini. Tak heran masjid ini menjadi salah satu favorit warga Makassar untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at, karena bisa sekalian berbelanja. Masjid ini juga selalu jadi langganan pejabat pusat jika berkunjung ke Makassar.

Jadi, jika mengunjungi Makassar, sempatkanlah berwisata religi ke Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Yusuf ini.

(Visited 823 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Al-Markaz Al-Islami, Pusat Kebudayaan Islam di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool