mapasilaga tedong

Ma’pasilaga Tedong, Adu Kerbau Ala Toraja

Ma’pasilaga Tedong, Adu Kerbau Ala Toraja
3 (60%) 2 votes

Toraja selalu menarik untuk dijelajahi, baik dari segi keindahan alamnya, keunikan kulinernya hingga atraksi budaya dan adat istiadatnya yang menarik. Tana Toraja sendiri sejak tahun 2008 telah dimekarkan menjadi 2 kabupaten, yaitu Kab. Tana Toraja dengan ibukota Makale dan Kab. Toraja Utara dengan ibukota Rantepao. Daerah ini terletak 328 KM di utara Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu yang wajib masuk dalam itinerary saat berkunjung ke Toraja adalah menonton adu kerbau Toraja, atau Ma’pasilaga Tedong dalam bahasa Toraja. Ma’pasilaga Tedong ini diselenggarakan sebagai satu rangkaian dengan upacara adat Rambu Solo, yaitu upacara pemakaman orang yang telah meninggal dunia. Acara Mapasilaga Tedong ini dilakukan sebelum upacara adat dimulai.

tedong bonga

Menurut adat istiadat dalam masyarakat Toraja, kerbau bukanlah sembarang hewan melainkan hewan yang dianggap suci. Kerbau merupakan hewan yang memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi di Toraja karena dianggap sebagai “kendaraan” arwah menuju alam baka. Inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa banyak kerbau yang dipersembahkan saat upacara adat Rambu Solo. Semakin banyak kerbau yang dipersembahkan dengan jenis yang baik maka semakin baik pula perjalanan arwah.

Ada banyak jenis kerbau misalnya Kerbau Pudu’ (kerbau berwarna hitam), Kerbau Saleko (kerbau berwarna belang hitam putih), Kerbau Bonga (kerbau yang mempunyai warna putih di sekitar kepala), Kerbau Lotong Boko'(kerbau yang mempunyai warna putih di punggung) dan lain-lain. Nah yang akan diadu saat acara Ma’pasilaga Tedong atau adu kerbau Toraja bukanlah sembarang kerbau melainkan kerbau pilihan dengan otot kekar dan dari jenis tertentu. Total sebenarnya ada 10 jenis kerbau di Toraja yang keseluruhan harganya cukup fantastis.

Yang dijadikan sebagai arena adu biasanya adalah sawah luas yang berlumpur atau lapangan luas dengan rerumputan yang kadang-kadang juga becek. Berlangsungnya adu kerbau ini tidak tentu, kadang lama kadang juga hanya sebentar tergantung ketahanan kerbau yang diadu. Tanduk panjang nan tajam yang melengkung ke atas menjadi senjata ampuh andalan bagi kerbau petarung dalam adu kerbau Toraja. Kerbau yang dinyatakan kalah adalah kerbau yang berlari meninggalkan arena Ma’pasilaga Tedong.

adu kerbau Toraja

Saya yang penasaran dengan Ma’pasilaga Tedong ini, tentu tidak mau melewatkan event ini saat sedang liburan ke Toraja. Acara ini tidak selalu bisa disaksikan di Toraja karena tidak setiap waktu diadakan. Nah menurut info yang kami dapatkan, di Balusu’ (salah satu daerah di Toraja) sedang berlangsung Ma’ppasilaga Tedong. Dengan hitchhiking, saya dan beberapa teman menuju Balusu’ menumpang sebuah mobil truk pengangkut tanah dan batu. Di perjalanan kami sempat berpapasan dengan rombongan mobil yang sepertinya usai menghadiri acara. Mungkin ada acara yang telah selesai sebelum Ma’pasilaga Tedong, karena ada beberapa Ibu-ibu yang memakai pakaian adat Toraja.

Kami tiba di lokasi adu kerbau Toraja ketika Ma’pasilaga Tedong sedang berlangsung dengan serunya. Di tengah lapangan yang becek tampak para penonton membentuk lingkaran kecil mengelilingi kerbau yang sedang beradu tanduk. Para penonton yang tampak antusias ini adalah gabungan antara masyarakat, wisatawan domestik dan wisatawan asing. Sesekali terdengar sorakan dari arah penonton saat kerbau yang mereka jagokan menanduk kerbau lawannya.

Sebenarnya ada rasa kasihan juga melihat kerbau-kerbau yang diadu. Cukup lama mereka beradu di atas lapangan dan tidak ada yang mengalah, hingga turun ke airpun belum ada juga yang mengalah padahal beberapa bagian tubuh kerbau sudah berdarah kena tandukan. Teman2 yang sudah terlalu lama menyaksikan Ma’pasilaga Tedong namun belum ada pemenangnya akhirnya beranjak menuju Tongkonan untuk foto-foto. Setelah puas foto-foto, gerimis mulai turun dan akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang ke penginapan di Rantepao.

adu kerbau Toraja

Kembali kami hitchhiking dengan menumpang truk tanah, kami lalu diturunkan di Sa’dan dan ganti menumpang ke sebuah mobil kijang yang akan menuju Pasar Bolu. Dari pasar, kembali berganti tumpangan sebuah truk yang dari luar keliatan baru, tapi di dalam ada genangan air berwarna dan berbau 😀 Akhirnya kami tiba kembali di penginapan dengan selamat dan berebutan ke kamar mandi hahahaha

Siapa yang gak mau traveling hemat? Ambil promo murahnya di: Tiket Pesawat Jakarta Makassar & Hotel di Makassar. Eits, gak mau ribet? Ambil paket perjalanan wisata aja!

Sungguh pengalaman luar biasa dapat menyaksikan secara langsung sebuah acara budaya yang sudah berlangsung ratusan tahun dan dilaksanakan secara turun termurun. Kalau kamu juga penasaran bagaimana serunya menonton Ma’pasilaga Tedong atau adu kerbau Toraja, yuk segera agendakan untuk berwisata ke Toraja. Tapi ingat, usahakan untuk mencari tahu dulu kapan acara adu kerbau Toraja atau mappasilaga tedong ini digelar, karena acaranya tidak selalu ada.

Oh iya, bagi kalian yang ingin mendapatkan beragam hadiah menarik seperti paket liburan atau merchandise keren, kalian bisa ikutan kompetisi foto yang diadakan oleh Ezytravel.co.id loh. Namanya #MustGoIndonesia, hadiahnya keren dan menggiurkan! Untuk lebih jelasnya, kalian bisa cek di sini. Jangan sampai ketinggalan!

 

(Visited 231 times, 1 visits today)


About

anbhar.net | AngingMammiri.Org | AC Milan | PSM | Sobatpadi | Suka Dunia Militer & Penerbangan | Berenang & Snorkeling | Ngemil | Jalan2 | | AB+


'Ma’pasilaga Tedong, Adu Kerbau Ala Toraja' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool