Sentra Batu Akik Makassar

Ada Wisata Baru, Wisata Batu Akik Namanya

Ada Wisata Baru, Wisata Batu Akik Namanya
5 (100%) 1 vote

MASIH INGAT TESSY? PELAWAK DARI GRUP SRIMULAT yang terkenal dengan gaya kewanita-wanitaannya, yang sekarang sedang bermasalah dengan hukum gara-gara obat terlarang. Mungkin kita semua masih ingat beliau. Selain gayanya yang agak kemayu setiap tampil di panggung, pria yang aslinya adalah mantan marinir ini juga terkenal dengan deretan cincin batu akik di jemarinya.

Tessy sudah lama menggunakan cincin batu akik, bahkan sebelum fenomena ini booming di Nusantara dalam sekira dua tahun terakhir. Dulu batu akik hanya lekat dengan orang-orang yang punya ilmu hitam, dukun, atau minimal orang tua dengan selera jadul.

Tapi itu dulu, karena dua tahun belakangan ini batu akik mendadak heboh dan naik pamor. Penyukanya bertambah, dari orang tua yang memang mencintai bau alam ini sampai anak muda dan ibu-ibu yang terseret arus dan mulai jatuh cinta. Tidak terkecuali di kota Makassar.

Ibu kota provinsi Sulawesi Selatan ini ikut terkena demam batu akik. Di banyak tempat, pedagang batu akik seperti jamur di musim hujan. Tumbuh tak tertahankan. Dari yang sekadar hanya menjual bongkahan sampai yang menjual batu yang sudah dipoles lengkap dengan cincin pengikatnya. Jenisnyapun beragam, dari batu impor semacam bacan obi, giok sampai batu-batu lokal seperti sisik naga dari Enrekang atau entah batu bernama apa dari Pangkep dan Maros.

Sentra Batu Akik Makassar

“Batu ini sudah pernah ditawar 10 juta. Tapi tidak saya lepas”

Sentra batu akik inipun bertambah. Di sekitar rumah saya di sepanjang Jl. Hestasning Baru atau Aroeppala, sekitar setahun lalu hanya ada 4 pedagang batu akik. Tap lihatlah sekarang, di jalan sepanjang kurang lebih 3 kilo meter itu jejeran pedagang batu akik membludak, bersaing dengan pedagang lainnya di tepi jalan.

Dari mulai ujung sebelah Barat sampai nyaris ujung sebelah Timur, pedagang-pedagang batu akik itu berjejer dan bahkan berkumpul di beberapa titik sehingga nyaris seperti sentra batu akik. Sepanjang jalan saya seperti terus dihantui bunyi gurinda dari para pedagang dan perajin batu akik itu. Di sore hari selepas jam kantor, jalanan akan semakin padat karena banyaknya warga yang berhenti sejenak sekadar melihat-lihat batu akik yang dijajakan. Kadang mereka berakhir dengan transaksi ketika ada batu akik yang menarik di hati, kadang hanya melihat saja, melepaskan rasa penasaran.

Jenis batu akik yang paling terkenal dari Sulawesi Selatan tentu saja adalah batu akik sisik naga dari Enrekang. Saya pertama kali mengenal namanya sekira akhir tahun 2014 lalu dari seorang penggemar batu akik yang sempat saya ajak ngobrol. Di jarinya ada sebuah cincin dengan mata batu akik sisik naga.

Batu itu sekilas memang seperti sisik ular, ketika saya raba bentuknyapun tidak rata, sedikit bertekstur mengikuti alur yang menyerupai sisik itu. Warnanya cokelat agak kehitaman. Entah siapa yang pertama memberinya nama, tapi sekilas memang tampangnya menggoda.

Batu Akik Sisik Naga Enrekang

Ini yang namanya sisik naga Enrekang

Beberapa batu akik setahu saya memang menjadi favorit banyak pecinta dan pemburu batu akik karena cerita yang ada di belakangnya. Konon ada batu yang terjual sampai miliaran rupiah karena di dalam batu itu ada bercak yang sepintas mirip gambar Ratu Nyi Roro Kidul. Ada pula batu yang laku seharga Rp. 50 juta karena bercaknya menggambarkan siluet wajah Sultan Hasanuddin. Semua itu hanya konon, hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut yang entah benar, entah sudah ditambah sedimikian rupa.

*****

AWALNYA SAYAPUN TIDAK TERTARIK PADA FENOMENA INI. Tapi setelah sempat berbincang langsung dengan penggemar batu akik plus mendapatkan hadiah bongkahan batu akik dari warga di pedalaman Kalimantan saya mulai tertarik untuk mendengar lebih jauh cerita-cerita tentang batu ini.

Ada yang mengaku batu akik menambah kepercayaan dirinya, ada pula yang mengaku mengoleksi hanya karena suka pada bentuk atau warna batu akiknya. Menyenangkan juga meluangkan waktu mendengar ocehan mereka, kadang saya sampai geli sendiri membayangkan betapa mereka pandai berfantasi ketika melihat bercak di batu akik itu.

Sentra Batu Akik Makassar

Boleh kakak, batunya kakak..

Sentra Batu Akik Makassar

“Ini batuku, mana batumu?”

Lama-lama saya merasa batu akik ini bisa jadi salah satu cindera mata untuk para wisatawan juga. Plus, sentra batu akik di beberapa tempat bisa jadi tujuan wisata. Selain karena bentuknya yang khas dan indah, cerita di balik batu-batu itu juga menarik untuk didengarkan. Soal Anda percaya atau tidak, itu urusan belakang.

Jadi, kalau misalnya Anda sempat ke Makassar dan kebetulan ada waktu luang bolehlah berjalan-jalan ke beberapa sentra batu akik. Siapa tahu Anda kepincut dan membawa pulang beberapa batu akik sebagai kenang-kenangan. Kalau tak mau memakainya di tangan, jadi penghias rakpun tak mengapa. Bentuknya menawan koq. [dG]

(Visited 1,604 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'Ada Wisata Baru, Wisata Batu Akik Namanya' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool