6 Tempat Wisata Heritage Di Kota Makassar

6 Tempat Wisata Heritage Di Kota Makassar
5 (100%) 2 votes

Makassar sebagai salah satu kota dengan banyak sejarah dan cerita tentulah memiliki beberapa peninggalan pusaka alam ataupun pusaka budaya. Berbicara sejarah dahulu Makassar merupakan pusat perdagangan terbesar di semenanjung Sulawesi Selatan, dan juga dahulu Makassar terkenal sebagai tempat pembuatan phinisi yang kuat mengarungi samudra.

Berbicara mengenai Heritage (sejarah) di Kota Makassar, maka kita akan terarah pada bangunan bersejarah yang sampai sekarang masih kokoh berdiri dan masih digunakan. Bangunan bersejarah memang harus tetap dijaga keutuhannya selain sebagai sebuah saksi sejarah, bangunan-bangunan tersebut juga bisa menjadi tempat untuk belajar tentang sejarah secara langsung.

Keberadaan tempat wisata Heritage ini bisa sobat temui tidak jauh dari pusat Kota Makassar atau jika sobat berangkat dari beberapa hotel di Makassar, sobat bisa langsung mengunjungi nya karena letaknya tidak jauh dari jalan poros Makassar. Berikut adalah 10 tempat bersejarah di Kota Makassar :

1. Museum Kota Makassar

Sumber : http://i1115.photobucket.com/albums/k543/baek2/Heritage/DSCF2713_zps78f3977e.jpg

Museum Kota Makassar

Sekitar 500 meter dari pusat Kota Makassar, tepatnya di Jalan Balaikota, terdapat museum yang mengoleksi berbagai benda bersejarah dari Kota Makassar. Karena berada di Kota Makassar, museum ini lebih dikenal dengan nama Museum Kota Makassar. Bangunan asli museum ini dibangun sekitar tahun 1916 dengan sentuhan arsitektur bergaya Eropa dan diresmikan sebagai museum kota pada tahun 2000. Secara umum Museum Kota Makassar terdiri dari dua lantai, dengan lantai pertama berisi berbagai lukisan klasik peninggalan Belanda, dan benda-benda arkeologi. Sementara di lantai dua berisi foto-foto dokumentasi.

2. Museum La Galigo

Sumber : https://upikakbar.files.wordpress.com/2014/06/benteng9.jpg

Tampak Bagian Dalam Museum La Galigo

Museum La Galigo merupakan Museum Bersejarah yang dimiliki oleh Makassar khususnya Sulawesi Selatan karena dalam museum ini sobat dapat melihat beragam benda-benda peninggalan yang ada di Sulawesi Selatan. Museum La Galigo resmi didirikan tahun 1970 oleh gubernur saat itu. Dan yang perlu sobat tahu meseum ini terletak dalam Benteng Fort Rotterdam. Untuk beberapa gedung yang ada dalam Benteng Rotterdam, Museum La Galigo berada di Gedung nomor 2 di sebelah utara dan gedung nomor 10 di sebelah selatan.

Gedung No. 2 (Gedung Speelman) terdiri dari 2 lantai dan memiliki ruang bawah tanah. Dalam gedung ini terdapat 12 ruangan berbeda yang dimana di gedung ini difunsikan sebagai ruang pameran La Galigo dengan beberapa item koleksi peninggalan sejarah di Sulawesi Selatan. Sementara Gedung No.10 terdiri atas 3 lantai utama yang terbagi atas 6 ruangan berbeda, gedung ini difungsikan sebagai tempat koleksi peralatan tradisional Sulawesi Selatan.

3. Benteng Fort Rotterdam

Sumber ; http://i1.trekearth.com/photos/8850/2007_3407.jpg

Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam atau dulu dikenal sebagai Benteng Jumpandang (Ujung Pandang) merupakan bangunan sejarah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo pada tahun 1545. Sekilas benteng ini dahulu merupakan tempat pertahanan pasukan kerajaan Gowa-Tallo sebelum dijatuhkan oleh penjajah belanda dan dibangun kembali oleh Cornelius Speelman dengan mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Jika dilihat dari udara penampakan benteng menyerupai bentuk seekor penyu menghadap ke laut dengan dinding yang mengelilingi. Benteng ini terdiri dari 16 gedung yang dimana dua diantaranya telah diresmikan menjadi Museum Sejarah La Galigo.

4. Benteng Somba Opu

Sumber : http://static.panoramio.com/photos/large/35775105.jpg

Salah Satu Sisi Benteng Somba Opu

Dari sekian banyak benteng yang dahulu didirikan oleh Kerajaan Gowa-Tallo yang berjumlah 17 benteng dan kini hanya tersisa 2 benteng saja yaitu Benteng Ujung Pandang (kini Fort Rotterdam) dan Benteng Somba Opu. Dilihat dari sejarah ternyata Benteng Somba Opu merupakan benteng yang terluas dan terkuat di Kerajaan Gowa-Tallo. Meskipun hanya terbuat dari batu merah tapi jangan salah benteng inilah yang paling sulit ditembus oleh penjajah. Benteng Somba Opu  terletak dekat pantai di Kecamatan Tamalate kurang lebih 10Km dari pusat Kota Makassar. Konon Benteng Somba Opu dulunya selain berfungsi sebagai benteng juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Gowa. Di dalam benteng, kita masih dapat melihat bangunan-bangunan yang kemungkinan adalah peninggalan Kerajaan Gowa.

5. Monumen Mandala

Sumber : http://panduanwisata.id/files/2013/02/wisata_monumen-mandala-sejarah-pembebasan-irian-barat_1.jpg

Monumen Mandala

Monumen Mandala merupakan saksi sejarah bagaimana pembebasan di Irian Barat kala itu. Monumen dengan tinggi 75 meter ini menjulang tinggi di pusat Kota Makassar yang tidak jauh dari Lapangan Karebosi. Dalam Monumen Mandala ini terdapat berbagai macam relief dan diorama tentang perjuangan Pembebasan Irian Barat. Bangunan monumen berbentuk segitiga sama sisi ini terlihat begitu menawan dan elegan. Bangunan yang berbentuk segitiga merupakan symbol dari Trikora (Tiga Komando Rakyat).

Pada bagian bawah dan atas bangunan terdapat relief yang berbentuk kobaran api menandakan semangat juang Trikora. Monument Trikora yang berlantai dua ini menyimpan banyak keunikan disetiap lantainya. Lantai Pertama terdapat berbagai macam relief dan 12 diorama yang menceritakan gambaran perang yang terjadi di Makassar. Lantai Kedua terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan pembebasan Irian Barat serta mengembalikannya ke Negara Kesatuan Republik Indonesia

6. Monumen Korban 40.000 Jiwa

Sumber : http://pengenliburan.com/wp-content/uploads/2014/02/monuman-korban-westerling.png

Relief Korban 40.000 Jiwa Di Kota Makassar

Pada tahun 1946-1947 adalah lembaran yang kelam bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak? Sekitar 40.000 orang telah dibantai dalam sebuah operasi penumpasan para pemberontak yang dilakukan oleh para pasukan Belanda yang dipimpin oleh seorang yang bernama Westerling. Untuk mengingat peristiwa tersebut, dibangunlah sebuah monumen yang bernama monument korban 4000 jiwa. Monumen korban 40.000 jiwa ini berlokasi di Jalan Langgau sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar. Tampak dari relief tergambar bahwa rakyat yang pada saat itu mendengar bahwa Negara Indonesia telah merdeka dikumpulkan di satu tempat di tanah terbuka kemudian langsung diberondong dengan senapan otomatis oleh Belanda.

(Visited 2,006 times, 1 visits today)


About

Reinventing Teamwork


'6 Tempat Wisata Heritage Di Kota Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool