5 Pertanyaan Tentang Wisata SulSel

Vote Us

Sebagai orang yang tinggal di Makassar dan punya banyak teman di luar Sulawesi yang ingin liburan ke Makassar utamanya di pulau Jawa- saya sering sekali menerima beragam pertanyaan yang berhubungan dengan wisata di SulSel. Rata-rata sih pertanyaan standar, tentang destinasi, akomodasi, transportasi dan semacamnya. Tapi, kadang ada juga pertanyaan yang menurut saya agak menggelikan. Yah menggelikan buat saya yang orang Makassar yang notabene tahu persis bagaimana Makassar dan Sulawesi Selatan.

Biasanya ada pertanyaan yang berhubungan dengan geografi, pertanyaan yang menurut saya lucu. Entah karena si penanya buta geografi atau memang malas mencari tahu. Tapi selain menggelikan, pertanyaan-pertanyaan itu menarik juga. Menarik karena saya bisa tahu karakter orang dan sekaligus bisa menambah wawasan saya.

Nah, berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang paling sering saya terima. Siapa tahu juga bisa jadi bahan buat Anda yang ingin berwisata ke Makassar atau ke Sulawesi Selatan.

Liburan ke Makassar

Megusung tongkonan

Daeng, Toraja itu dekat kan kalau dari Makassar?

Hmmm, tergantung sih. Iya, tergantung persepsi Anda soal dekat-jauh. Ada yang bilang jarak 330 km itu dekat karena sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding jarak antara rindu dan kasaih sayang, halah.

Jadi begini ya kawan-kawan, jarak Makassar-Tana Toraja itu sekitar 330 km. Kalau naik bis ditempuh antara  8 sampai 10 jam perjalanan. Lumayan bikin pegal kan? Sebagai perbandingan, jarak Jakarta-Tegal di Jawa Tengah adalah 294 km. Jadi ya, kira-kira begitulah. Makassar-Tana Toraja sedikit lebih jauh daripada Jakarta-Tegal.

Eh tapi tidak usah kuatir. Meski perjalanan ke Tana Toraja lumayan jauh dan melalui jalan berliku dan menanjak (dalam arti sebenarnya), tapi bis yang mengantar kita ke sana selalu bis yang nyaman koq. Beberapa di antara didesain seperti kamar pribadi yang menempatkan kenyamanan di atas segalanya.

Oke, kata didesain seperti kamar pribadi mungkin berlebihan, tapi setidaknya miriplah. Pokoknya tidak usah kuatir, naik bis malam (bis ke Tana Toraja lebih banyak malam hari), atur kursi hingga hampir rata, lalu nikmati angin dingin AC bus, tidur dan tahu-tahu Anda sudah bangun di Tana Toraja.

Daeng, saya mau ke Toraja sama sekalian ke Tanjung Bira. Bisa gak ya?

Bisa, sangat bisa! Syaratnya cuma dua; waktu Anda banyak dan tenaga Anda cukup kuat. Loh kenapa? Mungkin Anda bertanya begitu.

Baiklah, saya jelaskan ya. Seperti yang saya bilang di atas, Tana Toraja itu jaraknya sekitar 330 km dari Makassar, ke arah utara. Sementara kalau Tanjung Bira memang lebih dekat, sekitar 200 km, ke arah selatan kota Makassar!

Jadi kalau Anda mau liburan ke Makassar dan berkunjung ke dua tempat itu sekaligus maka saya kasih gambaran ya. Ambil asumsi Anda mau menikmati pegunungan dulu yang berarti Anda mau ke Tana Toraja dulu. Perjalanan dimulai dari Makassar, 330 km ke arah utara. Lalu setelah puas menikmati Tana Toraja selama anggaplah paling sedikit 3 hari, kita bergerak ke arah Makassar lagi. Setelah itu barulah bergerak lebih ke selatan menuju Tanjung Bira. Tambahkan 200 km ke dalam jarak yang akan Anda tempuh.

Jadi, total jarak yang ditempuh ada berapa kilometer? Mari kita hitung; Makassar-Tana Toraja: 330km, Tana Toraja-Makassar: 330km, Makassar-Tanjung Bira: 200km, Tanjung Bira-Makassar: 200km. Berarti total jarak yang ditempuh adalah: 1060km!

Maknyus ndak tuh? Jarak sebanyak itu hanya selisih 100an km dengan jarak Banten-Banyuwangi yang berarti antara ujung barat ke ujung timur pulau Jawa. Jadi, kalau memang mau mendatangi kedua tempat itu sekaligus, maka siapkan mental dan tenaga Anda!

Liburan ke Makassar

Bahkan nasi kuning pun pakai daging

Daeng, makanan khas Makassar yang ramah buat vegetarian apa ya?

Ini pertanyaan yang gampang sekali saya jawab. Tinggal bilang: tidak ada! Selesai. Iya, tidak ada. Kami orang Makassar (dan orang Sulsel pada umumnya) tidak diberkahi kemampuan untuk menjadi vegetarian. Semua makanan khas kami kalau bukan daging-dagingan seperti coto, pallubasa, konro atau sop saudara ya ikan-ikanan seperti pallumara atau beragam olahan sea food.

Jadi kalau Anda vegetarian dan hendak liburan ke Makassar ya maaf-maaf saja. Itu berarti selama di sini Anda harus siap dengan makanan yang bukan khas kami. Eh kecuali nasi goreng merah tanpa daging atau sea food. Ada juga beberapa makanan kecil yang jauh dari hewan seperti pisang epe, pisang ijo atau olahan pisang lainnya. Lumayanlah buat mengganjal perut.

Daeng, oleh-oleh makanan khas Makassar yang bisa saya bawa pulang apa ya?

Jika sudah liburan ke Makassar dan kalau mau bawa pulang makanan berat ada banyak pilihan. Ada kepiting termos di restoran Surya, ada bakso Ati Raja atau yang orang Makassar sebut dengan nyuk nyang, ada jalangkote, ada juga otak-otak. Nah makanan-makanan itulah yang paling sering dijadikan pilihan sebagai oleh-oleh dari Makassar.

Kalau mau liburan ke Makassar dan makanan kering juga ada, bisa dicek di beberapa toko oleh-oleh di seputaran Jalan Somba Opu. Di sana banyak pilihan. Selain makanan, ya ada juga pernak-pernik khas yang bisa jadi oleh-oleh.

Atau kalau punya modal yang lebih, Anda bisa membawa pulang oleh-oleh berupa emas. Iya, emas! Bukan embak #eh. Jangan salah, emas Makassar katanya kualitasnya bagus, saya bahkan pernah menemukan beberapa tamu dari Jawa yang sengaja ke Makassar untuk beli emas.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel makassar, tour murah, dan paket wisata

Liburan Ke Makassar

Kalau mau ke laut, sebaiknya di musim kemarau

Daeng, kapan waktu terbaik untuk jalan-jalan ke Makassar?

Kapan hayo? Kalau jawaban saya ya pastilah setiap waktu adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Makassar. Tapi, kalau mau yang benar-benar nyaman ya harus sesuai dengan tujuan Anda. Kalau senang ke laut maka hindari waktu musim hujan karena biasanya ombak sedang tinggi-tingginya, tidak nyaman menyeberang ke pulau di musim seperti itu.

Kalau mau ke gunung ya musim hujan juga tidak masalah meski tentu saja hindari puncak musim penghujan. Di Tana Toraja rata-rata acara besar digelar antara Agustus hingga Desember. Ada acara ma’nene’ sampai rambu solok yang terkenal itu.

Nah silakan sesuaikan dengan waktu Anda liburan ke Makassar untuk wisata, kapan waktu luangnya dan maunya menikmati apa di Makassar dan Sulawesi Selatan. Kalau sudah bulat tekadnya, silakan kontak saya. Kalau mau nanya-nanya juga boleh, silakan. Gratis koq! Kalau perlu cek IG kami ya sist and bro!

Ditunggu di Makassar yaaa.

(Visited 339 times, 1 visits today)


About

Blogger ~ Suka jalan-jalan gratisan ~ Sedang belajar motret ~ Mengasuh http://daenggassing.com seperti mengasuh anak sendiri


'5 Pertanyaan Tentang Wisata SulSel' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool