tradisi sebelum ramadan

3 Tradisi Sebelum Ramadan Yang Biasa Dilakukan di Makassar

Vote Us

Bulan Ramadan, bulan suci penuh berkah memiliki makna mendalam yang bisa saja berbeda bagi setiap orang dengan beragam latar belakang dan budayanya. Umumnya setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi sebelum Ramadan yang dilaksanakan secara turun temurun. Lain padang lain belalang, lain kampung lain adatnya, tampaknya kalimat yang tepat untuk menggambarkan betapa beragamnya tradisi dalam menyambut bulan Ramadan ini.

Misalnya tradisi Munggahan yang biasa dilakukan oleh keluarga dari tanah Sunda, tradisi Padusan yang dipercayai oleh masyarakat Boyolali, juga tradisi Malamang di Minangkabau, Sumatra Barat yang diadakan untuk merayakan hari keagamaan termasuk menyambut bulan Ramadan. Lalu ada juga tradisi Dugderan masyarakat Semarang yang sejak tahun 1881 sampai sekarang masih terus dilaksanakan. Dan beragam tradisi menjelang Ramadan lainnya di Indonesia.

Di Makassar sendiri, setidaknya ada 3 tradisi atau kebiasaan yang sering dilaksanakan baik oleh keluarga maupun kelompok. Apa sajakah tradisi sebelum Ramadan yang biasa dilakukan di Makassar setiap tahunnya? Ini dia.

minggu ceria - tradisi sebelum lebaran

Minggu ceria (TEMPO/Iqbal Lubis)

Minggu Ceria

Seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, biasanya tempat wisata di Makassar akan ramai oleh para pengunjung yang berwisata atau rekreasi bersama keluarga. Kegiatan wisata sebelum memasuki bulan puasa ini dinamakan Minggu Tenang atau Minggu Ceria. Biasanya diadakan piknik dengan membawa makanan dan minuman favorit untuk dinikmati bersama-sama. Bahkan ada juga yang menginap sambil bakar-bakar ikan bersama kerabat atau sahabat.

Destinasi wisata di Makassar yang ramai dikunjungi saat Minggu Ceria adalah Tanjung Bayang, Tanjung Merdeka, Pantai Anginmammiri, Pantai Akkarena, dan pulau Kayangan. Tidak jarang ada juga yang merambah ke kabupaten Maros untuk melewatkan Minggu Ceria di air terjun Bantimurung atau Maros Waterpark. Bahkan hingga ke Malino Kota Bunga yang berlokasi di Kabupaten Gowa.

assuro maca - tradisi sebelum ramadan

Assuro Maca (Makassar.terkini.id)

Assuro Maca

Tradisi sebelum Ramadan lainnya yang masih sering dilaksanakan, baik di kota Makassar, kota lain atau perkampungan di Sulawesi Selatan adalah Assuro Maca, merupakan acara makan bersama sekaligus silahturahmi yang biasanya diisi dengan berdoa bersama sebagai simbol rasa syukur. Ritual ini biasa dilaksanakan akhir bulan Sya’ban seminggu menjelang bulan Ramadhan.

Ragam hidangan akan disajikan saat Assuro Maca, ada makanan pokok seperti nasi, ayam gagape’, ikan bandeng bakar, lawa’ dari pisang batu, juga unti tekne (Pisang Raja), disertai dupa-dupa. Sedangkan kue pencuci mulutnya adalah kue tradisional seperti kue lapis, cucuru’ bayao dan onde-onde. Pisang Raja dan dupa-dupa merupakan simbol yang selalu ada di acara ini. Pisang merupakan simbol manis, dengan harapan agar yang mengadakan Assuro Maca merasakan manisnya hidup berkeluarga dan bertetangga. Sedangkan dupa-dupa merupakan pengharum yang menjadi simbol agar namanya selalu harum di tengah masyarakat.

Makanan tersebut lalu dihidangkan di tengah ruangan, biasanya diletakkan di atas nampan bulat. Seluruh anggota keluarga dan tetangga yang hadir akan duduk bersila di depan hidangan dan membaca doa bersama dipimpin oleh tokoh adat, yang dituakan ataupun pemuka agama. Ayat suci AL-Quran dibacakan dan mendoakan para leluhur agar selamat di akhirat, sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberi kesehatan dan dilancarkan rejekinya. Tradisi ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjalin silaturahmi dengan tetangga dan masyarakat sekitar.

ziarah kubur - tradisi sebelum ramadan

Ziarah kubur (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR )

Ziarah Kubur

Ziarah kubur menjelang bulan Ramadan juga menjadi salah satu tradisi sebelum puasa di Makassar. Seminggu sebelumnya, setiap pemakaman yang ada di kota Makassar misalnya TPU Panaikang, TPU Sudiang, TPU Mannuruki, TPU Pannara dan lain-lain, akan dipadati para peziarah yang ingin menengok sekaligus berdoa di makam keluarganya. Biasanya makam tersebut akan dibersihkan dan ditaburi bunga.

Tradisi ni bisa sekalian jadi ladang rejeki untuk penduduk setempat dengan menjadi penjual bunga tabur dadakan dan tukang parkir. Area sekitar pemakanan akan macet, jadi persiapkan diri ya untuk menghindari daerah pemakaman seminggu sebelum Ramadan atau memperbanyak stok sabar jika memang harus melintas di daerah ini. Tradisi ziarah kubur memang masih kental di kalangan keluarga Bugis Makassar dan sudah dilaksanakan secara turun temurun.

Pssst, jalan-jalan hemat ke Makassar? Kenapa enggak? Ambil promo tiket mudik murah, Explore Toraja + Tiket PP dan pesan hotel murah dari sekarang!

Nah 3 tradisi sebelum Ramadan yang biasa dilakukan di Makassar ini mungkin saja dilakukan juga di daerah atau kota lainnya di Indonesia hanya saja dikenal dengan nama yang berbeda. Kalau di daerahmu, apa tradisi jelang lebaran yang biasa dilakukan? Berbagi di kolom komentar yuk, biar kita bisa saling mengenal beragam keunikan tradisi di Indonesia 🙂

(Visited 35 times, 1 visits today)


About

sharing is caring | bebas merdeka 100% | writer and traveller wannabe | peneliti paruh waktu | social media enthusiast |


'3 Tradisi Sebelum Ramadan Yang Biasa Dilakukan di Makassar' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool