100 KM Mengelilingi Makassar

100 KM Mengelilingi Makassar
5 (100%) 1 vote

Bersepeda itu ibarat kehidupan, Anda harus terus bergerak bila tak ingin jatuh. Perjalanan bersepeda juga mirip ritme hidup. Anda akan menghadapi jalan datar,naik turun, lurus dan berkelok.

Sepeda di tengah Padang

Sepeda di tengah Padang

Semenjak setahun memyenangi hobi bersepeda, saya banyak menemukan hal menarik dari hobi ini. Mulai dari navigasi sampai kepada bertemu orang-orang yang baru.Weekend biasanya saya gunakan bersepeda dengan teman-teman yang punya hobby yang sama. Namun terkadang saya melakukan perjalanan sepeda sendiri saja. Bersepeda sendiri memang terkadang cukup membosankan namun disana saya cukup bebas untuk menentukan rute,merubah rute sampai pada durasi perjalanan.

Ditengah rumpun bambu

Ditengah rumpun bambu

Salah satu menu wajib bersepeda adalah singgah nongkrong di warung. Ada sebuah warung di Patalassang yang sering saya singgahi. Warung sederhana yang dibangun diatas sebidang tanh yang teduh. Menu favorit saya : segelas teh dan sepiring pisang goreng. Begitu meyenangkannya sampai terkadang saya menghabiskan waktu nyaris sejam. Menikmati peganan sampai mengobrol santai dengan penduduk setempat dan penghobby sepeda yang juga mampir beristirahat.

Menikmati segelas teh hangat

Menikmati segelas teh hangat

Sambil menyeruput teh hangat, saya memperhatikan peta Makassar disebuah aplikasi yang juga menyertakan foto-foto spot menarik. Dengan aplikasi yang lain saya mencoba mengukur jarak dari titik tempat saya berada ke beberapa titik lain. Setelah timbang menimbang akhirnya rute baru yang menjadi pilihan.
***
Makassar adalah ibukota provinsi Sulawesi Selatan.Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 Km2 daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km². Tidak terlalu besar sehingga dalam sehari kita bisa melihat beberapa spot utama hanya dalam satu hari perjalanan. Bersepeda sendiri menurut saya merupakan salah satu cara yang terbaik untuk mengunjunginya. Ada beberapa spot tanjakan dan turunan namun dominasinya tentu saja medan yang cenderung datar. Terus berapa jarak tempuhnya? Mari kita coba 100 km. Jangan khawatir anda akan baik-baik saja.

Nampang di Sawah

Nampang di Sawah

Mengawali 100 km ini saya mengenjot sepeda melewati jalan dua jalan poros utama dalam kota. Jalan AP Pettarani dan kemudian selepas Kantor Telkom Divre 7 berbelok melewati Jalan Sultan Alauddin. Jam baru menunjukkan pukul 06.00 . Suasana jalan tidak terlalu ramai. Sesekali di jalan saya berpapasan dengan orang-orang yang baru pulang dari pasar pagi. Perjalanan berlanjut memasuki jalan poros Malino. Malino sendiri adalah kota wisata yang berjarak 73 km dari kota Makassar. Hari masih pagi dan jalan belum terlalu ramai. Sekali dua kali saya berpapasan dengan truk besar.
Gerimis mulai turun ketika perjalanan melewati tanjakan bendungan Bili-Bili. Tidak lama. Cuaca kembali cerah ketika saya melalui turunan Patalassang.

Anak-anak kecil berteriak dan menyapa begitu saya muncul dari balik kelokan. Sambil tertawa riang beberapa diantaranya berlari mengikuti.Di sebuah tempat yang tidak saya ketahui namanya sekolompok warga yang berkumpul melemparkan senyum ketika saya melintas. Keramahan warga selalu menjadi pelipur lelah. Masyarakat Indonesia memang terkenal dengan keramahan, bahkan di sebuah tempat yang baru bagi saya.

Petunjuk arah

Petunjuk arah

Tadinya saya mencoba jalur baru. Perjalanan keluar masuk kampung. Belok kiri kanan. Mengikuti beberapa papan petunjuk. Tanpa terasa aplikasi pengukur jarak menunjukkan 71 km. Perjalanan yang semula kearah Kota Gowa tiba-tiba menyasar sampai gerbang taman wisata Bantimurung. Tanpa disadari saya telah memutari Makassar. Dengan sisa perjalanan kembali akhirnya menggenapi perjalanan di atas 100 km.

Dikalangan pejalan ada ungkapan “Let’s get Lost”. Semangat untuk pergi ke tempat baru. Merasakan pengalaman baru. Merasakan suasana yang berbeda dari keseharian. Bagi beberapa oang, menambahkan bagian bersepeda ke dalam salah satu bumbunya, memberikan satu kelezatan yang beda.

(Visited 359 times, 1 visits today)


About

Coffe Holic | Suka menggambar | suka menghayal | lagi belajar motret | suka grogi dekat cewe cantik | mengasuh http://daengadda.com/ |


'100 KM Mengelilingi Makassar' have 2 comments

  1. May 31, 2015 @ 7:58 pm Dwi Pramono

    100 kilometer gowes dalam sehari? Wow, staminanya hebat juga! (y)

    Reply

    • June 1, 2015 @ 7:58 pm Asdar Azis

      Jalan santai om.. kalo capek berhenti… sedikit demi sedikit lama-lama jadi jauh hehehhe

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloMakassar.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool